YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG
Ilustrasi Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa]
16:36
9 Juni 2026

YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, yang baru dilantik, tidak hanya fokus pada penanganan medis korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua YLKI Niti Emiliana menilai anak-anak yang menjadi korban keracunan juga membutuhkan pendampingan psikologis atau trauma healing agar tidak mengalami ketakutan saat kembali menerima makanan dari program MBG.

"Kasus keracunan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sederhana yang selesai ketika korban dinyatakan sembuh secara medis. Anak-anak korban keracunan akan kembali ke sekolah dan kembali menerima MBG setiap hari hingga mereka lulus sekolah," kata Niti dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

YLKI memandang perlu adanya program trauma healing bagi korban keracunan dan keluarganya untuk mengantisipasi munculnya rasa takut, kecemasan, maupun penolakan terhadap makanan MBG akibat pengalaman buruk yang mereka alami.

"Perlindungan konsumen tidak hanya menyangkut kerugian fisik, tetapi juga dampak psikologis," ucapnya.

Karena itu, YLKI memasukkan penyediaan trauma healing sebagai salah satu dari tujuh pesan yang disampaikan kepada Nanik Deyang dalam 100 hari pertama kepemimpinannya di BGN.

Menurut YLKI, keselamatan dan perlindungan anak sebagai kelompok konsumen rentan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

YLKI berharap pergantian kepemimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan MBG sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap program tersebut.

Editor: Vania Rossa

Tag:  #ylki #minta #kepala #baru #siapkan #trauma #healing #bagi #korban #keracunan

KOMENTAR