Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
Penjaga gawang Dewa United, Sonny Stevens, mengaku masih merasakan culture shock meski sudah menjalani tiga musim di Indonesia. Kiper asal Hoorn, Belanda, itu menilai proses adaptasi di luar lapangan tidak selalu mudah.
Meski tampil konsisten di kompetisi, Stevens mengakui sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan gaya hidup masyarakat di Pulau Jawa, terutama terkait kebiasaan mobilitas.
Perbedaan Gaya Hidup dan Cuaca
Menurut Stevens, perbedaan paling terasa adalah kondisi cuaca yang panas serta minimnya aktivitas luar ruangan pada siang hari.
“Sejujurnya, tidak jauh berbeda dengan Belanda. Satu-satunya perbedaan adalah di sini sangat panas, jadi pada siang hari tidak banyak kehidupan di luar ruangan,” ujarnya kepada media VoetbalPrimeur.
Ia juga membandingkan kebiasaan masyarakat Eropa yang gemar menikmati kopi di kafe terbuka dengan situasi di Indonesia. “Alih-alih minum kopi di kota, di sini minumnya di pusat perbelanjaan,” tambahnya.
Stevens menilai sebagian besar aktivitas di Jawa berlangsung di dalam ruangan. Ia juga mengaku perlu beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat yang lebih mengandalkan kendaraan pribadi.
“Kami terbiasa berjalan kaki ke kota, tetapi di sini semuanya menggunakan mobil,” katanya.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya dan keluarga saat pertama kali tinggal di Indonesia.
Meski demikian, Stevens menegaskan kini mulai terbiasa dengan lingkungan barunya. Performa stabilnya bersama Dewa United menjadi bukti bahwa ia telah beradaptasi dengan baik di dalam maupun luar lapangan.
Tag: #kiper #jebolan #eropa #kaget #dengan #kultur #serba #mobil #indonesia #minim #aktivitas #jalan #kaki