Candi Borobudur Buka atau Tidak Saat Waisak? Awas Jangan Kecele!
Candi Borobudur.(Dok. Kemenpar)
19:14
24 Mei 2026

Candi Borobudur Buka atau Tidak Saat Waisak? Awas Jangan Kecele!

Perayaan Hari Raya Waisak 31 Mei 2026 di kawasan Candi Borobudur kembali menjadi magnet wisata religi dan budaya yang menarik ribuan umat Buddha serta wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Pada momen istimewa ini, apakah wisatawan tetap bisa berkunjung ke Candi Borobudur, atau malah tutup?

Candi Borobudur tetap buka saat Waisak

Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Gistang Richard Panutur, menyampaikan bahwa operasional kunjungan wisata tetap berjalan seperti biasa.

Bedanya saat Waisak Minggu (31/5/2026), jam buka Candi Borobudur hanya sampai pukul 14.00 WIB pada hari pelaksanaan upacara Waisak.

“Setelah waktu tersebut, pengunjung akan diarahkan meninggalkan area untuk persiapan rangkaian ibadah dan acara puncak Waisak,” ujarnya di Magelang, Jawa Tengah.

Pembatasan ini diberlakukan untuk memastikan prosesi keagamaan berlangsung khidmat dan tertib.

Baca juga: Ingin Ikut Pelepasan Lampion Waisak di Borobudur 2026? Cek Harga Tiket dan Ketentuannya

Selain pembatasan jam buka, pengunjung hanya diperbolehkan berada di area pelataran candi dan tidak dapat naik ke struktur utama saat Waisak.

Pengaturan khusus ini dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah Waisak dapat berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.

“Setelah jam dua siang kami mulai menganjurkan pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami mempersiapkan rangkaian Waisak,” kata Gistang.

Larangan naik ke atas struktur candi diterapkan khusus pada hari perayaan, sehingga pengunjung tetap bisa menikmati kawasan sekitar namun tidak memasuki area inti yang digunakan untuk prosesi.

2.570 lentera perdamaian akan hiasi langit Borobudur

Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, mengungkapkan bahwa tahun ini jumlah lentera perdamaian mencapai 2.570 buah, bertambah satu lentera dibanding tahun sebelumnya sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menghadiri puncak peringatan Hari Waisak 2569 BE/2025 di lapangan Marga Utama, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada Senin malam, (12/5/2025).Pemprov Jateng Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menghadiri puncak peringatan Hari Waisak 2569 BE/2025 di lapangan Marga Utama, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada Senin malam, (12/5/2025).

“Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera supaya tambah hoki,” ujarnya.

Penerbangan lentera perdamaian ini menjadi momen yang selalu dinanti, tidak hanya oleh umat Buddha tetapi juga wisatawan yang datang untuk menyaksikan keindahan malam Waisak.

Pertunjukan drone bertambah jadi 570 unit

Selain lentera, pertunjukan drone akan kembali menjadi daya tarik utama dalam perayaan Waisak. Tahun ini, jumlah drone yang diterbangkan meningkat dari 450 menjadi 570 unit, sesuai dengan tiga digit terakhir tahun Buddhis.

“Kalau tahun kemarin baru 450 drone, sekarang menjadi 570,” jelas Fatmawati.

Formasi cahaya yang dibentuk drone ini akan menjadi suguhan visual spektakuler yang menghiasi langit malam kawasan Borobudur.

Baca juga: 4 Akomodasi Ramah Lingkungan di Jawa Tengah, dari Tawangmangu hingga Borobudur

Setiap tahun, Waisak di Borobudur menjadi ajang berkumpulnya umat Buddha dari dalam dan luar negeri sekaligus menjadi atraksi wisata yang menyuguhkan kekayaan budaya dan spiritualitas Indonesia.

Perpaduan prosesi suci, lentera perdamaian, dan pertunjukan drone menjadikan perayaan ini sebagai pengalaman tak terlupakan bagi semua pengunjung.

Tag:  #candi #borobudur #buka #atau #tidak #saat #waisak #awas #jangan #kecele

KOMENTAR