Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Indonesia Perlu Pola Perjalanan Khusus Wisata Belanja
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Republik Indonesia, Ni Luh Puspa menilai perlu adanya pola perjalanan khusus wisata belanja di Indonesia, khususnya untuk wisatawan mancanegara (wisman).
"Saya pikir kita juga perlu membuat pola perjalanan khusus wisata belanja di Indonesia. Saya ingat dulu warga negara Malaysia atau wisatawan Malaysia, Singapura, biasanya datang ke Bandung untuk shopping, belanja," ucap Ni Luh dalam sambutannya pada acara HIPPINDO 10th Anniversary dan Opening Ceremony BINA Holiday & Back to School 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
- Turis China Kini Bisa Pakai QRIS untuk Belanja di Indonesia
- Belanja Wisatawan Minim, Kabupaten Semarang Perbanyak Event Malam Hari
Wamenpar sebut perlunya pola perjalanan wisata belanja
Tidak hanya jual destinasi, tapi juga atraksi
Untuk dorong promosi wisata belanja di Indonesia, Wamenpar Ni Luh Puspa menilai Indonesia perlu pola perjalanan khusus untuk wisman.
Ni Luh menilai, pola perjalanan khusus wisata belanja ini bisa memudahkan wisatawan mancanegara untuk menemukan tempat belanja saat berkunjung ke Indonesia.
Ia menyambung, kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan HIPPINDO dapat mendorong aktivitas wisata belanja, serta mendorong promosi produk wisata di Indonesia.
"Jadi, kalau datang ke Jakarta, wisata belanjanya ke mana? Kalau misalnya datang ke Medan, wisata belanjanya ke mana? Kalau misalnya datang ke Batam, Bali, wisata belanjanya ke mana? dan dengan pola perjalanan seperti itu, tentu kita bisa meningkatkan promosinya," tutur Ni Luh.
Baca juga: Turis Arab Belanja hingga 33 Jutaan saat Liburan di Indonesia, untuk Apa?
Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya pola perjalanan wisata belanja, Indonesia tidak hanya menjual destinasi kepada wisatawan mancanegara, tetapi juga menjual atraksi.
Atraksi yang dimaksud seperti berbagai diskon yang ada di pusat perbelanjaan di Indonesia.
"Dan dengan spesifik kita misalnya menjual wisata belanja, mudah-mudahan bisa meningkatkan average of spending dari wisatawan kita yang datang ke Indonesia," tutur Ni Luh.
Baca juga: Belanja Wisatawan Minim, Kabupaten Semarang Perbanyak Event Malam Hari
Tidak dapat dipungkiri, kata lanjut Ni Luh, banyak produk lokal unggulan yang diincar oleh wisman. Kondisi ini dinilai sebagai peluang untuk mempromosikan produk dan mendorong wisata belanja di Indonesia.
"Saya pikir brand-brand lokal kita harus kita gencarkan promosinya sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan," kata Ni Luh.
Bina Holiday & Back to School 2026
Gelaran HIPPINDO 10th Anniversary dan opening ceremony BINA Holiday & Back to School 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Salah satu strategi untuk mendorong wisata belanja di Indonesia yaitu adanya program Bina Holiday & Back to School 2026.
"Kami berharap Bina Holiday & Back to School ini juga dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia," kata Ni Luh.
Ia melanjutkan, diharapkan progam tersebut turut berkontribusi mendorong tercapainya target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta target 16-17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Baca juga: 10 Bandara Paling Nyaman untuk Belanja 2026, Ini Daftarnya
Untuk diketahui, Bina Holiday merupakan program belanja yang digalakkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Program ini digelar pada momen tertentu seperti Natal, Tahun Baru, Ramadhan, Idul Fitri, libur sekolah, dan HUT Kemerdekaan RI.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, di tengah kondisi meningkatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, turut membuat biaya operasional di pusat perbelanjaan meningkat.
Baca juga: Berburu Oleh-oleh Unik Solo di Tempat Belanja Aksesoris Kampung Batik Kauman
"Namun di satu sisi kami pusat perbelanjaan tidak bisa menaikkan (harga) kepada para penyewa, ataupun harus selektif, karena sedang berada di low season. Penjualan sedang belum maksimal, tetapi biaya operasi naik, kata Alphonzus.
Ia menyambung, karena dana alokasi di daerah saat ini dikurangi, pemerintah daerah kini mendapatkan tambahan dana dengan cara menaikkan pajak. Dengan demikian, sambungnya, hal itu berdampak pada kenaikan biaya operasional di daerah.
"Di tengah situasi daya beli masyarakat yang sedang mengalami tekanan, menaikkan harga saya kira itu menjadi opsi terakhir. Jadi opsinya apa? Opsinya adalah meningkatkan penjualan, itulah kenapa kita menyelenggarakan banyak program-program termasuk Bina Holiday," tutur Alphonzus.
Baca juga: Tak Cuma ke Konser BTS, ARMY di Singapura Bisa Wisata Belanja
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengatakan selama gelaran Bina Holiday juga akan ada diskon yang ditawarkan.
"Diskon-diskon dari retail kami berikan juga macam-macam tergantung anggota. Namun, yang penting memang pemerintah memberikan stimulus untuk mendorong daya beli," kata Budi.
Bina Holday & Back to School akan berlangsung mulai hingga Juli 2026, tepatnya dari Senin (8/6/2026) sampai Minggu (12/7/2026), dengan penawaran diskon hingga 50 persen yang berlaku di seluruh mal di Indonesia.
Tag: #wamenpar #puspa #sebut #indonesia #perlu #pola #perjalanan #khusus #wisata #belanja