IHSG Rawan Koreksi di Area 7.945-8.189, Berikut Pilihan Saham Analis Hari Ini
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat kembali menghentikan sementara perdagangan atau trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8 persen menjadi 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
08:04
2 Februari 2026

IHSG Rawan Koreksi di Area 7.945-8.189, Berikut Pilihan Saham Analis Hari Ini

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan terkoreksi pada perdagangan Senin (2/2/2026), meski indeks menguat 1,18 persen saat penutupan perdagangan Jumat kemarin.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan posisi IHSG saat ini berada di akhir wave (a) dari wave [x]. Dengan struktur pergerakan tersebut, pelaku pasar diimbau untuk mewaspadai peluang koreksi indeks di area 7.945- 8.189.

“Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada di akhir wave (a) dari wave [x], sehingga dapat diwaspadai area koreksi di 7.945-8.189,” ujar Herditya lewat analisa hariannya.

Baca juga: Outflow Asing Tembus Rp 15,7 Triliun, Bagaimana Pergerakan IHSG Sepekan ke Depan?

Kendati begitu, peluang penguatan lanjutan masih terbuka dengan area resistensi terdekat yang diperkirakan berada di rentang 8.527-8.812.

Dari sisi teknikal, level support IHSG di 7.985 dan 7.762, sementara resistance terdekat di 8.341 dan 8.590.

Saham apa saja yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia? Berikut rekomendasi dari MNC Sekuritas:

Saham PT Astra International Tbk (ASII) direkomendasikan buy on weakness dengan harga penutupan di posisi Rp 6.350. Secara teknikal, ASII berada pada bagian awal dari wave B dari wave (4), yang mengindikasikan masih terbukanya peluang pergerakan lanjutan setelah fase konsolidasi.

Saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) ditutup Rp 3.730, saham ini dinilai layak buy on weakness karena masih berada pada bagian awal wave B dari wave (B), sehingga berpotensi melanjutkan penguatan seiring membaiknya sentimen teknikal.

Saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang ditutup di level Rp 655 juga direkomendasikan buy on weakness. ESSA tengah berada di fase awal wave (a) dari wave [y], yang menandakan peluang kenaikan masih terbuka meski berpotensi diwarnai volatilitas jangka pendek.

Baca juga: Mengenal Indeks MSCI yang Bikin IHSG Anjlok Dua Hari Berturut-turut

Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) ditutup di harga Rp 700 dan direkomendasikan spec buy. MBMA berada pada awal wave B dari wave (B), sehingga cocok untuk strategi spekulatif dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #rawan #koreksi #area #7945 #8189 #berikut #pilihan #saham #analis #hari

KOMENTAR