Revamping Pabrik Ammonia Pupuk Kaltim Pangkas Konsumsi Gas 10 Persen
– PT Pupuk Indonesia melalui anak usaha PT Pupuk Kalimantan Timur meresmikan Revamping Ammonia Pabrik-2. Proyek ini menjadi bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional.
Peremajaan pabrik ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi dan keandalan operasi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyebut modernisasi Pabrik-2 Pupuk Kaltim mampu menurunkan konsumsi gas hingga 4 MMBtu per ton amonia. Penurunan itu setara lebih dari 10 persen dibanding kondisi sebelumnya.
Baca juga: Pupuk Indonesia Gandeng Aljazair Amankan Pasokan Fosfat
Efisiensi tersebut berdampak langsung pada biaya produksi. Emisi karbon juga berkurang sekitar 110.000 ton karbon dioksida per tahun.
“Modernisasi pabrik ini merupakan cerminan visi besar negara dalam membangun kemandirian industri pupuk sebagai fondasi keberlanjutan swasembada pangan, sebuah visi yang terus kami lanjutkan hingga hari ini,” ujar Rahmad dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Rahmad menjelaskan, proyek revamping dimulai pada November 2023. Pabrik-2 Pupuk Kaltim telah beroperasi sejak 1984 dan selama ini menjadi salah satu tulang punggung produksi perusahaan.
Kapasitas pabrik mencapai 595.000 ton amonia per tahun. Produksi urea tercatat sekitar 570.000 ton per tahun.
Modernisasi dilakukan melalui penggantian peralatan utama. Proses yang diperbarui meliputi shift converter, ammonia converter, serta sistem CO2 removal. Perubahan ini meningkatkan efisiensi sekaligus keandalan pabrik.
Pabrik juga didukung otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol. Penerapan Distributed Control System memungkinkan pengendalian proses lebih akurat dan pemantauan real time.
“Secara keseluruhan, peremajaan ini mampu memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan,” ujar Rahmad.
Baca juga: KEPP Otsus Papua Sebut Pabrik Pupuk di Fakfak Bakal Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Proyek revamping didukung Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Aturan ini mempercepat revitalisasi industri pupuk nasional melalui skema subsidi yang lebih adaptif.
Selain Pabrik-2 Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia menargetkan peremajaan dan pembangunan enam pabrik lain dalam lima tahun ke depan. Proyek itu mencakup Revitalisasi Pusri 3B, pengembangan NPK Phonska VI Petrokimia Gresik, Pabrik Amurea PIM III, serta Kawasan Industri Pupuk Fakfak.
“Revamping Ammonia Pabrik-2 merupakan proyek pertama yang diresmikan dari tujuh komitmen revitalisasi dan penguatan industri pupuk hingga 2029,” kata Rahmad.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal menyebut proyek ini memiliki arti strategis bagi perusahaan. Digitalisasi dan teknologi terbaru membuat operasi pabrik lebih efisien dan optimal.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjamin pasokan bahan baku pupuk nasional secara berkelanjutan.
“Modernisasi pabrik ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui program ini, kami optimistis dapat menjaga pasokan pupuk nasional untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Gusrizal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut mengapresiasi proyek revamping tersebut. Menurut dia, langkah Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim sejalan dengan arahan presiden terkait penguatan swasembada pangan.
“Capaian ini merupakan gagasan besar Bapak Presiden, yaitu Indonesia lumbung pangan dunia. Syarat menjadi lumbung pangan dunia, kita harus merevitalisasi industri pupuk kita,” kata Amran.
Tag: #revamping #pabrik #ammonia #pupuk #kaltim #pangkas #konsumsi #persen