DSSA Kembangkan Energi Hijau dan Data Center, Bidik Ekonomi Digital
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan dan infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan.
Wakil Presiden Direktur DSSA Lokita Prasetya mengatakan sektor energi tetap menjadi fondasi bisnis. Fokus diarahkan pada efisiensi dan keberlanjutan operasional.
Strategi ini dijalankan melalui penguatan praktik pertambangan berkelanjutan. Upaya dilakukan lewat peningkatan efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan terintegrasi.
Implementasi terlihat pada percepatan elektrifikasi armada operasional di PT Borneo Indobara. Langkah ini menekan biaya sekaligus mendorong transisi menuju green mining.
“DSSA secara bertahap terus memperkuat portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya pada sektor panas bumi dan tenaga surya, untuk menciptakan bauran energi yang lebih seimbang," kata Lokita dalam Media Gathering, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: DSSA Lakukan Stock Split 1:25, Harga Saham Ditargetkan Lebih Terjangkau
DSSA mengembangkan pembangkit berbasis panas bumi dan surya. Indonesia dinilai memiliki potensi besar di sektor ini, terutama panas bumi yang mencapai sekitar 40 persen potensi global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1 gigawatt di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Perusahaan juga mengembangkan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti.
Total potensi proyek mencapai 440 megawatt. Eksplorasi berlangsung di enam wilayah, antara lain Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat, serta wilayah di Sumatera, Flores, dan Sulawesi Tengah.
DSSA juga menggandeng PT FirstGen Geothermal Indonesia untuk memperkuat kemampuan teknis dan operasional.
“Pendekatan kami adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan," ujar Lokita.
Baca juga: Indonesia dan Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Fokus Energi hingga AI
Langkah ini menjadi bagian dari target carbon neutrality pada 2050 melalui transisi bertahap.
Penguatan juga dilakukan di sektor digital. CEO PT DSST Mas Gemilang Marlo Budiman mengatakan perusahaan memperluas infrastruktur konektivitas dan solusi berbasis AI.
Kerja sama dijalin dengan iFLYTEK untuk mengembangkan berbagai solusi AI dan analitik berbasis Large Language Model.
“Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujar Marlo.
DSSA saat ini mengoperasikan jaringan fiber optik sepanjang 57.000 kilometer. Jaringan tersebut mencakup lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia.
Perusahaan juga mengembangkan 24 edge data center di 23 kota, dari Medan hingga Manado. Fasilitas ini mendukung pemrosesan data dengan latensi rendah.
DSSA menyiapkan pusat data utama Jakarta SMX01 di kawasan pusat bisnis. Fasilitas ini berstandar Tier IV dengan kapasitas awal 18 megawatt dan ditargetkan beroperasi pada semester II 2026.
Pasar masih terbuka lebar. Sekitar 50 juta masyarakat belum terlayani internet secara optimal. Nilai pasar telekomunikasi nasional mencapai sekitar 29 miliar dollar AS atau sekitar Rp 490 triliun.
Direktur DSSA David Audy mengatakan perusahaan menjaga keseimbangan antara bisnis energi dan ekspansi digital.
"Kami melihat peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi Artifical Inteligence (AI) dimana adopsi AI ini akan ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata," ucap dia.
DSSA membangun kedua sektor tersebut secara terintegrasi. Energi rendah emisi dikembangkan seiring penguatan infrastruktur digital.
"Sejalan dengan itu, kami terus memperkuat infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi berbasis data,“ tutup dia.
Tag: #dssa #kembangkan #energi #hijau #data #center #bidik #ekonomi #digital