Perempuan Dominasi UMKM, Kunci Sukses Ada di Perencanaan Keuangan
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menggelar Bincang Mapan 2026 sebagai upaya mendorong pelaku UMKM(Dok. Prudential Indonesia)
12:08
2 Mei 2026

Perempuan Dominasi UMKM, Kunci Sukses Ada di Perencanaan Keuangan

Perempuan merupakan tonggak penting dalam pembangunan kemandirian ekonomi.

Hal ini dibuktikan dengan jumlah perempuan yang mencapai 64,5 persen dari total pelaku UMKM di Indonesia.

Hal ini jelas membuat perempuan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia di tengah jumlah UMKM yang mencapai 99 persen dari total unit usaha di Indonesia.

Baca juga: Menteri UMKM Dorong Pemberdayaan Pengusaha Perempuan di Pulau Rinca

Ilustrasi UMKM. Dok. Shutterstock/ David Gyung Ilustrasi UMKM.

Dengan semangat tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menggelar Bincang Mapan 2026 sebagai upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya mengembangkan bisnis, tetapi juga memastikan keberlanjutannya melalui perencanaan yang matang dan perlindungan finansial yang tepat.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 360 pelaku UMKM yang didominasi oleh lebih dari 80 persen partisipasi peserta perempuan, baik secara luring maupun daring.

Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai strategi pengembangan bisnis, tetapi juga pentingnya kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko, mulai dari strategi ekspansi, pengelolaan arus kas, hingga upaya menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Salah satu peserta, Ariyanti, pelaku UMKM di bidang kuliner, membagikan pengalamannya dalam merintis usaha dari nol.

Baca juga: Direktur OCBC NISP Lili Surjani Bongkar Kunci Perempuan Sukses di Dunia Perbankan

Ia menghadapi tantangan dalam beradaptasi setelah beralih dari bisnis fesyen ke kuliner pada 2015, terutama karena harus memasuki bidang yang sebelumnya belum dikuasai.

Pengalaman ini mencerminkan membangun usaha tidak hanya membutuhkan keberanian untuk memulai, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian.

Ilustrasi UMKM, pelaku UMKM.SHUTTERSTOCK/BASTIAN AS Ilustrasi UMKM, pelaku UMKM.

Pengalaman ini mencerminkan peran perempuan dalam membangun usaha juga diiringi dengan tantangan nyata, sehingga diperlukan kesiapan tidak hanya dalam memulai, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Chief Product Officer Prudential Indonesia Astono Hermawan menyampaikan, keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh operasional seperti produksi, distribusi, dan pemasaran, tetapi juga oleh kekuatan fondasi keuangan sebagai kunci keberlanjutan usaha.

Baca juga: Perempuan Dominasi UMKM, Pengelolaan Keuangan Jadi Kunci Bisnis Kreatif

"Aset terpenting dalam bisnis adalah keyakinan pada diri sendiri, karena untuk menjaga bisnis tetap berkembang diperlukan perencanaan yang matang dan menyeluruh, terutama bagi pelaku usaha perempuan yang kerap memiliki peran ganda dalam mengelola bisnis sekaligus kehidupan pribadi," kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5/2026).

Lebih lanjut, Astono mengatakan, fase tiga hingga lima tahun pertama merupakan periode paling krusial bagi pelaku usaha.

Pada momen ini, banyak bisnis menghadapi tantangan berat hingga berujung kegagalan akibat lemahnya perencanaan, terutama dalam aspek keuangan.

Inovasi produk jadi kunci UMKM

Perspektif ini turut diperkuat oleh Founder snack Maicih Reza Nurhilman, yang hadir sebagai narasumber.

Baca juga: Perempuan Kelola 64,5 Persen UMKM, DWP Kementerian UMKM Soroti Peran Strategis Kartini Masa Kini

Ia menyoroti strategi utama dalam membangun bisnis dari nol terletak pada kemampuan menciptakan nilai dan diferensiasi produk, seperti yang dilakukan Maicih melalui konsep makanan pedas berlevel yang menjadi pionir di pasar.

Selain berinovasi pada produk, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan peluang seperti menjadi reseller untuk membangun pengalaman serta memahami kebutuhan pasar.

Seiring dengan pertumbuhan bisnis, Reza menekankan pelaku UMKM perlu memahami bahwa ekspansi dan menjaga stabilitas bisnis sering kali menjadi dilema. Ekspansi memang dapat mendorong peningkatan omzet dan memperkuat brand, namun juga berisiko terhadap kesehatan arus kas.

Oleh karena itu, pelaku usaha perlu mempertimbangkan kesiapan modal dan memantapkan sistem sebelum melakukan ekspansi secara lebih agresif.

Baca juga: UMKM Perempuan Didorong Kuasai Kekayaan Intelektual dan Digitalisasi, Ini Manfaatnya

Lebih lanjut, ia menambahkan pengelolaan risiko menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis, mulai dari risiko keuangan, operasional, hingga internal perusahaan.

Dengan menjaga arus kas, membangun tim yang kompeten, serta memastikan tata kelola bisnis yang baik, pelaku usaha dapat menjaga pertumbuhan bisnis agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Hal ini menunjukkan, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas menjadi kunci agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Melalui forum Bincang Mapan ini, Prudential Indonesia turut menyediakan ruang diskusi bagi pelaku UMKM untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat strategi dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis.

Baca juga: Semangat Kartini Hidup, Makin Banyak Perempuan Jadi Pemimpin Industri Energi

Forum ini menjadi pengingat, membangun bisnis tidak hanya memerlukan keberanian dan inovasi, tetapi juga kesiapan dalam mengelola risiko secara berkelanjutan, termasuk dalam aspek perlindungan finansial.

Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat adalah produk Asuransi Jiwa PRUMapan dari Prudential Indonesia.

Produk ini memberikan perlindungan jiwa terhadap berbagai risiko, baik meninggal dunia karena sebab alami maupun akibat kecelakaan sesuai ketentuan polis. Perlindungan ini menjadi penting mengingat pelaku usaha merupakan aset utama dalam bisnis, sehingga menjaga keberlangsungan usaha juga berarti melindungi individu yang menjalankannya.

Selain proteksi, tersedia pula manfaat finansial berupa Dana Mapan yang dapat diterima pada rentang usia 55 hingga 75 tahun, atau setelah 20 tahun memasuki Usia Mapan, yang tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal untuk mendukung pengembangan usaha, tetapi juga sebagai lapisan ketahanan finansial ketika pelaku usaha memasuki fase kehidupan berikutnya.

Baca juga: Peringati Hari Kartini, IDSurvey Tekankan Peran Strategis Perempuan

Ini termasuk saat mulai mengurangi aktivitas bisnis atau memasuki masa yang kurang produktif.

Dalam konteks tersebut, solusi seperti Asuransi Jiwa PRUMapan menjadi relevan bagi generasi muda dan pelaku usaha karena tidak hanya menawarkan perlindungan, tetapi juga mendukung perencanaan keuangan yang lebih terstruktur.

Dengan perlindungan terhadap pelaku usaha sebagai aset utama serta dukungan Dana Mapan di masa depan, impian membangun usaha dapat diwujudkan tanpa harus mengorbankan ketenangan finansial di masa depan.

Tag:  #perempuan #dominasi #umkm #kunci #sukses #perencanaan #keuangan

KOMENTAR