Permintaan Emas Global Turun pada 2026, Harga Justru Diproyeksi Naik 43 Persen
Ilustrasi emas, harga emas. (PEXELS/MICHAEL STEINBERG)
07:20
8 Juni 2026

Permintaan Emas Global Turun pada 2026, Harga Justru Diproyeksi Naik 43 Persen

Permintaan emas global diperkirakan mengalami penurunan pada 2026 meski pasokan logam mulia tersebut terus bertambah. Namun, kondisi itu tidak lantas menekan harga emas.

Dikutip dari Reuters, Senin (8/6/2026), lembaga riset logam mulia Metals Focus memproyeksikan harga emas dunia rata-rata sepanjang 2026 justru akan melonjak 43 persen dan mencapai rekor baru sebesar 4.920 dollar AS per ounce troi.

Proyeksi tersebut muncul di tengah perubahan struktur permintaan emas dunia, di mana investasi fisik diperkirakan menjadi pendorong utama pasar.

Baca juga: Harga Emas Dunia Lanjutkan Kenaikan, Harapan Perdamaian Timur Tengah Jadi Pendorong

Ilustrasi emas. FREEPIK/wirestock Ilustrasi emas.

Dalam laporan tahunan terbarunya, Metals Focus memperkirakan total permintaan emas global akan turun sekitar 2 persen pada tahun ini. Penurunan itu terutama disebabkan melemahnya permintaan perhiasan serta berkurangnya pembelian oleh bank sentral.

Namun, penurunan tersebut diperkirakan akan tertutupi oleh meningkatnya minat investor terhadap emas fisik dalam bentuk batangan dan koin.

Perubahan komposisi permintaan ini dinilai menjadi salah satu perkembangan penting di pasar emas global.

Investasi fisik geser dominasi perhiasan

Metals Focus memperkirakan investasi emas fisik akan melampaui perhiasan sebagai kategori permintaan emas terbesar di dunia untuk pertama kalinya.

Baca juga: Harga Emas Dunia Diprediksi Melesat Lagi di Tengah Gejolak Geopolitik

Kondisi tersebut terjadi setelah konsumsi perhiasan mengalami penurunan dua digit akibat tingginya harga emas dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Metals Focus, permintaan investasi fisik diperkirakan meningkat 15 persen pada 2026 dan mencapai level tertinggi sejak 2013.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh minat investor yang tetap mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Ilustrasi emas. Freepik Ilustrasi emas.

Sementara itu, konsumsi perhiasan menghadapi tekanan akibat harga emas yang masih berada pada level tinggi. Kenaikan harga membuat biaya pembelian perhiasan menjadi lebih mahal sehingga sebagian konsumen menunda pembelian atau beralih ke produk dengan kandungan emas yang lebih rendah.

Baca juga: Harga Emas Dunia Menguat Saat Dollar AS dan Minyak Melemah

Perubahan perilaku konsumen tersebut membuat struktur permintaan emas mengalami pergeseran yang cukup signifikan dibandingkan pola yang selama ini terjadi.

Pasokan emas bertambah

Di sisi pasokan, Metals Focus memperkirakan produksi emas global akan meningkat secara moderat pada 2026.

Pertumbuhan diperkirakan berasal dari dua sumber utama, yakni produksi tambang dan pasokan hasil daur ulang. .

Meski demikian, tambahan pasokan tersebut belum cukup untuk mengubah prospek harga emas secara keseluruhan. Metals Focus menilai bahwa peningkatan produksi berlangsung secara bertahap dan tidak sebesar lonjakan harga yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Harga Emas Dunia Hari Ini Stabil, Investor Cermati Konflik Timteng dan Data Ekonomi AS

Laporan itu juga mencatat, Rusia diperkirakan akan meningkatkan penjualan emasnya pada tahun ini. Di saat yang sama, aktivitas daur ulang emas juga diperkirakan bertambah seiring tingginya harga yang mendorong pemilik emas melepas kepemilikannya ke pasar.

Meskipun demikian, tambahan pasokan tersebut masih dibayangi tingginya minat investasi yang dinilai mampu menjaga keseimbangan pasar.

Harga emas diprediksi cetak rekor baru

Meski total permintaan turun dan pasokan meningkat, Metals Focus tetap memperkirakan harga emas rata-rata tahunan akan mencapai rekor baru.

Lembaga tersebut memproyeksikan harga emas rata-rata sepanjang 2026 berada di level 4.920 dollar AS per ounce troi atau naik sekitar 43 persen dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

Ilustrasi emas. Penyebab harga emas naik-turun. Proyeksi harga emas.DOK. Pexels/Michael Steinberg. Ilustrasi emas. Penyebab harga emas naik-turun. Proyeksi harga emas.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun, Tertekan Dollar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Proyeksi tersebut muncul setelah harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di kisaran 5.595 dollar AS per ounce troi pada Januari 2026. Setelah itu harga mengalami koreksi sekitar 20 persen.

Meski sempat terkoreksi, Metals Focus menilai harga emas masih memiliki ruang untuk kembali menguat pada paruh kedua tahun ini.

Dalam laporannya, lembaga tersebut menyebut bahwa harga emas berpotensi kembali mencetak level tertinggi baru apabila sejumlah risiko geopolitik mereda dan sentimen investor kembali menguat.

Metals Focus bahkan menegaskan, pasar emas saat ini belum berada dalam kondisi gelembung harga atau bubble. Menurut mereka, kenaikan harga yang terjadi masih ditopang oleh faktor fundamental yang kuat.

Baca juga: Emas Dunia Menguat usai Trump Pertimbangkan Gencatan Senjata AS-Iran

Pembelian bank sentral melambat

Salah satu faktor yang diperkirakan menekan total permintaan emas tahun ini adalah perlambatan pembelian oleh bank sentral.

Metals Focus memperkirakan pembelian bersih emas oleh bank sentral akan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa negara disebut melakukan penyesuaian strategi cadangan devisa seiring tekanan depresiasi mata uang yang dipicu tingginya harga energi.

Meski demikian, bank sentral masih tetap menjadi salah satu kelompok pembeli utama di pasar emas global.

Baca juga: Harga Emas Dunia Diprediksi Melandai pada 2026, Investor Mulai Berpaling?

Dalam beberapa tahun terakhir, pembelian emas oleh bank sentral menjadi salah satu faktor yang menopang reli harga logam mulia tersebut. Namun pada 2026, kontribusi kelompok ini diperkirakan tidak sebesar periode sebelumnya.

Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini.

China diperkirakan jadi motor investasi emas

Metals Focus juga menyoroti peran China dalam pasar emas global.

Negara tersebut diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan investasi emas fisik pada tahun ini. Minat masyarakat China terhadap emas diperkirakan tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebutuhan diversifikasi aset.

Pertumbuhan investasi fisik dari China dinilai akan membantu mengimbangi pelemahan permintaan dari sektor lain, termasuk perhiasan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Naik 1 Persen saat Minyak Turun, Investor Mulai Kembali Cari Safe Haven

Kondisi ini memperlihatkan fungsi emas sebagai instrumen investasi semakin dominan dibandingkan fungsi tradisionalnya sebagai bahan baku perhiasan.

Pasar masih dibayangi ketidakpastian

Di luar faktor permintaan dan pasokan, pergerakan harga emas juga masih dipengaruhi berbagai perkembangan global.

Laporan Metals Focus menyebut dinamika geopolitik, arah kebijakan moneter, hingga kondisi ekonomi global tetap menjadi faktor penting yang menentukan arah harga emas sepanjang tahun.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar emas telah mengalami volatilitas yang cukup tinggi. Setelah menyentuh rekor pada Januari, harga sempat terkoreksi sekitar 20 persen sebelum kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Metals Focus menilai investor masih melihat emas sebagai salah satu aset lindung nilai utama ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat.

Karena itu, meskipun total permintaan global diperkirakan menurun dan pasokan bertambah, harga rata-rata emas sepanjang 2026 tetap diproyeksikan mencapai level tertinggi dalam sejarah.

Tag:  #permintaan #emas #global #turun #pada #2026 #harga #justru #diproyeksi #naik #persen

KOMENTAR