Ekonom Bandingkan Indonesia dengan Brasil Saat Rupiah Terus Melemah
Ilustrasi rupiah. (Shutterstock/Travis182)
13:40
8 Juni 2026

Ekonom Bandingkan Indonesia dengan Brasil Saat Rupiah Terus Melemah

– Di tengah tren pelemahan kurs rupiah yang terus berlanjut, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan dinilai menambah tekanan pada nilai tukar.

Kebijakan tersebut semula ditujukan untuk memperkuat nilai tukar mata uang.

Namun, langkah tersebut justru dinilai mendorong keluarnya arus modal asing dari Indonesia.

Baca juga: IHSG Sesi I Anjlok 2,87 Persen, Rupiah Dekati Rp 18.200 Per Dollar AS

Ilustrasi rupiah, nilai tukar rupiah. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar resmi mencairkan dana Bantuan Keuangan Partai Politik (Banpol) untuk Tahun Anggaran (TA) 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1.707.940.000 atau sekitar Rp 1,7 miliar.PEXELS/DEFRINO MAASY Ilustrasi rupiah, nilai tukar rupiah. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar resmi mencairkan dana Bantuan Keuangan Partai Politik (Banpol) untuk Tahun Anggaran (TA) 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1.707.940.000 atau sekitar Rp 1,7 miliar.

Ekonom Gede Sandra mengatakan, kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini mirip dengan apa yang dialami Brasil pada 2002.

Kala itu, otoritas moneter Brasil juga menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi.

Kondisi itu malah memicu kepanikan pasar dan membuat mata uang kian melemah.

“Ini hal yang sebenarnya bisa dihindari bila bank sentral lebih tepat responsnya,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Rupiah Dekati Rp 18.200, Analis Beberkan Penyebabnya

Di Indonesia, ia bilang, respons pasar keuangan saat ini berbanding terbalik dengan ekspektasi Bank Indonesia (BI).

Merujuk pada penelitian ekonom dunia Olivier Blanchard pada 2004, Brasil waktu itu melakukan kebijakan yang sama, yakni menaikkan suku bunga demi meredam inflasi.

Namun demikian, kondisi pasar justru panik diikuti dengan modal asing yang keluar.

Peristiwa itu membuat mata uang Brasil tertekan.

Baca juga: Purbaya Sebut Fundamental Ekonomi Kuat, Mengapa Rupiah Malah Tembus 18.100-an?

“Harapannya mata uang menguat, dia malah melemah,” ucap dia.

ilustrasi rupiah dollar AS, dolar hari ini. Rupiah Tembus Rp 18.029 per Dollar AS, Ini Barang yang Berpotensi Naik Harga Jika Rupiah Terus MelemahANTARA FOTO/Darryl Ramadhan ilustrasi rupiah dollar AS, dolar hari ini. Rupiah Tembus Rp 18.029 per Dollar AS, Ini Barang yang Berpotensi Naik Harga Jika Rupiah Terus Melemah

Situasi ini menjadi semakin serupa melihat rasio utang Indonesia saat ini sudah menyentuh kisaran 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau mendekati Brasil kala itu yang berada di angka 50 hingga 60 persen.

Ditambah lagi, tingkat suku bunga surat utang Indonesia sudah melambung tinggi hingga menyentuh 7 persen.

“Pada saat otoritas bank sentral menaikkan suku bunga moneter, ternyata suku bunga surat utang juga ikut naik. Takutlah ini investor-investor melihat, wah bagaimana kalau nanti terjadi default atau gagal bayar?” ungkap dia.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp 18.170, Investor Soroti Kebijakan Fiskal Pemerintah

Di sisi lain, Gede melihat kinerja fiskal pemerintah sebenarnya menunjukkan perkembangan.

Per April 2026, penerimaan negara tercatat tembus Rp 918 triliun, dengan belanja Rp 1.024 triliun.

Defisit terkendali di angka 0,64 persen atau Rp 164 triliun.

Sementara itu, keseimbangan primer Indonesia mencatat surplus disertai dengan neraca perdagangan yang positif.

Baca juga: Industri Manufaktur Tertekan Rupiah, Harga Produk Berisiko Naik 3 sampai 7 Persen

Namun, kinerja fiskal tersebut dinilai belum mampu mendorong kinerja kebijakan moneter.

“Kebijakan fiskal yang berjalan baik seolah dinegasikan oleh kebijakan moneter. Seharusnya keduanya bergerak searah,” ucap dia.

Selain kebijakan suku bunga, Gede juga menyoroti faktor dedolarisasi yang dilakukan dengan memperluas Local Currency Transaction (LCT) dan penggunaan QRIS antarnegara demi mengurangi ketergantungan pada dollar AS.

Langkah ini dinilai turut memengaruhi persepsi investor global.

Baca juga: Ketika Rupiah Terpuruk, Generasi Sandwich Perlu Mainkan Strategi Baru

Ilustrasi rupiah, uang rupiah. Kenapa rupiah terus melemah. Nilai tukar rupiah. Penyebab nilai tukar rupiah melemah. Apa yang terjadi jika rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah.PIXABAY/DARNO BEGE Ilustrasi rupiah, uang rupiah. Kenapa rupiah terus melemah. Nilai tukar rupiah. Penyebab nilai tukar rupiah melemah. Apa yang terjadi jika rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah.

Manuver ini membuat para pemilik modal raksasa dari Amerika Serikat gerah.

Dalam tingkat ekonomi global, melemahnya dominasi petrodollar dan meningkatnya penggunaan mata uang lokal oleh negara BRICS mendorong AS untuk menaikkan suku bunga acuan.

Hal ini lantas juga memicu penarikan modal dari seluruh negara berkembang, termasuk Indonesia.

Belajar dari Brasil

Lebih lanjut, Gede meyakini Indonesia memiliki peluang menjaga stabilitas nilai tukar ketika kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras.

Baca juga: Simpanan Rupiah Susut Rp 172,9 Triliun, Likuiditas Bank Mulai Tertekan

Regulator di Indonesia dapat meniru empat langkah kebijakan pemerintahan Presiden Brazil Lula da Silva pada 2002-2003 untuk mengembalikan kepercayaan pasar.

Pertama, regulator perlu menjaga target surplus keseimbangan primer yang tinggi.

Selanjutnya regulator perlu melakukan reformasi anggaran dan efisiensi program.

Indonesia juga harus mengurangi ketergantungan dollar AS sebagai solusi stabilitas jangka panjang.

Baca juga: Rupiah Melemah dan IHSG Ambles 36 Persen, Apa yang Ditakutkan Investor dari Indonesia?

Terakhir, Indonesia perlu menerapkan komitmen pengetatan anggaran (austerity).

“Dengan empat langkah ini, akhirnya Brasil pada 2002 lolos. Begitu persepsi pasar membaik, kurs menguat, inflasi turun, barulah kemudian Bank Sentral Brazil menaikkan suku bunga. Tidak ada masalah setelah itu,” tutup Gede.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, hingga pukul 13.26 WIB nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat berada di level Rp 18.195 per dollar AS.

Angka tersebut melemah 159 poin setara 0,88 persen dibandingkan dengan pembukaannya hari ini.

Tag:  #ekonom #bandingkan #indonesia #dengan #brasil #saat #rupiah #terus #melemah

KOMENTAR