Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia Usai IPO SpaceX
– Elon Musk mencetak sejarah sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari 1 triliun dollar AS setelah perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, resmi melantai di bursa saham Nasdaq pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat.
Pencapaian tersebut terjadi setelah saham SpaceX mencatat debut yang kuat di pasar modal. Perusahaan roket dan layanan internet satelit itu menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar 135 dollar AS per saham sebelum mulai diperdagangkan dengan kode emiten SPCX.
Pada hari pertama perdagangan, saham SpaceX dibuka di level 150 dollar AS dan sempat naik hingga sekitar 158 dollar AS per saham.
Baca juga: Mengapa IPO SpaceX Bisa Buat 4.000 Karyawan Elon Musk Jadi Jutawan?
Lonjakan Saham SpaceX Dorong Kekayaan Elon Musk
Kenaikan harga saham itu langsung mendongkrak nilai kepemilikan Musk di SpaceX. Pendiri sekaligus CEO perusahaan tersebut diketahui menguasai sekitar 42 persen saham SpaceX melalui struktur saham ganda yang memberinya sekitar 82 persen hak suara.
Dengan harga saham di kisaran 158 dollar AS, nilai kepemilikan Musk di SpaceX diperkirakan mencapai sekitar 869,4 miliar dollar AS atau setara Rp 15.595 triliun (kurs Rp 17.941 per dollar AS).
Selain SpaceX, Musk juga masih menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan kendaraan listrik Tesla. Berdasarkan dokumen regulator terbaru, ia memiliki sekitar 717 juta saham Tesla.
Dengan harga saham Tesla yang berada di kisaran 388 dollar AS per saham, nilai kepemilikan Musk di perusahaan tersebut mencapai sekitar 278,2 miliar dollar AS atau setara Rp 4.991 triliun.
Baca juga: SpaceX Bidik Dana Rp 1.345 Triliun Lewat IPO Terbesar Dunia
Jika digabungkan, nilai kepemilikan Musk di SpaceX dan Tesla mencapai sekitar 1,15 triliun dollar AS atau sekitar Rp 20.586 triliun.
Jumlah tersebut belum memasukkan aset lain yang juga dimiliki Musk, termasuk perusahaan teknologi otak Neuralink, perusahaan infrastruktur bawah tanah The Boring Company, serta berbagai investasi lainnya.
Starlink Jadi Mesin Pertumbuhan SpaceX
Lonjakan valuasi SpaceX tidak lepas dari pertumbuhan bisnis Starlink, layanan internet satelit milik perusahaan yang kini melayani jutaan pelanggan di berbagai negara.
Starlink disebut menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan SpaceX dan menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Baca juga: Saat Bitcoin Terkoreksi, IPO SpaceX Jadi Magnet Baru Investor
Meski demikian, SpaceX masih mencatatkan kerugian tahunan karena terus menggelontorkan investasi besar untuk pengembangan Starship, roket generasi terbaru yang dirancang untuk misi luar angkasa jarak jauh.
Belanja modal perusahaan juga meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, termasuk untuk mendukung ekspansi bisnis kecerdasan buatan yang terhubung dengan xAI, perusahaan AI milik Musk.
Kendati terdapat sejumlah risiko seperti tingginya kebutuhan pendanaan dan struktur saham ganda yang memberi kendali besar kepada Musk, investor tampaknya tetap menaruh kepercayaan pada visi bisnis sang miliarder.
Kepercayaan tersebut tercermin dari antusiasme pasar terhadap IPO SpaceX yang menjadi salah satu pencatatan saham terbesar dalam sejarah dan mengantarkan Musk mencetak rekor baru sebagai triliuner pertama di dunia.
Tag: #elon #musk #jadi #triliuner #pertama #dunia #usai #spacex