13 Kapal Putar Balik, Imbas Blokade AS di Selat Hormuz
Sebanyak 13 kapal dilaporkan berbalik arah dan tidak melanjutkan pelayaran mereka setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap perairan Iran.
Militer AS menyebut keputusan para kapten kapal tersebut sebagai langkah yang bijak untuk menghindari risiko.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa kapal-kapal yang mendekati wilayah blokade telah diberi peringatan tegas oleh militer AS.
“Para kapten dari semua kapal ini membuat keputusan yang bijak untuk tidak melanjutkan transit atau menerobos blokade ini,” kata Caine dalam pengarahan di Pentagon pada Kamis (16/4/2026), seperti dikutip The Hill.
Baca juga: Iran Tantang Trump Lakukan Invasi Darat, Ejek AS Tak Berani Seberangi Selat Hormuz
“Sejauh ini, 13 kapal telah membuat pilihan bijak untuk berbalik arah.”
Ia menjelaskan bahwa kapal-kapal tersebut diperingatkan agar tidak mencoba melintasi blokade.
Dalam komunikasi yang dikirimkan, kapal diminta untuk berbalik arah atau bersiap diperiksa.
“Jangan mencoba menerobos blokade. Kapal akan diperiksa untuk interdiksi dan penyitaan… berbaliklah atau bersiap untuk diperiksa,” ujar Caine.
Sebagian besar kapal berbalik arah setelah memasuki garis blokade, sementara satu kapal memilih mundur sebelum mencapainya.
Tekanan militer AS
Caine menegaskan bahwa blokade ini ditegakkan dengan kekuatan militer yang signifikan, termasuk jet tempur, pesawat intelijen, helikopter, serta kapal perang.
“Selama kami mempertahankan blokade ini atas perintah Menteri dan Presiden, setiap kapal yang tidak mematuhi instruksi kami akan ditangani sesuai aturan,” katanya.
Ia juga memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melanggar blokade dapat menghadapi eskalasi tindakan.
“Itu mencakup serangkaian opsi penggunaan kekuatan yang meningkat, yang bisa termasuk tembakan peringatan,” ujar Caine.
Meski demikian, hingga saat ini Komando Pusat AS (CENTCOM) belum perlu melakukan pemeriksaan langsung terhadap kapal mana pun.
Baca juga: Sempat Saling Ancam, Trump Klaim Iran Mau Serahkan Uranium yang Diperkaya ke AS
Operasi serupa di kawasan lain
Selain di sekitar Iran, militer AS juga melakukan operasi interdiksi maritim serupa di kawasan lain, termasuk wilayah Indo-Pasifik.
Operasi ini menargetkan kapal-kapal yang diduga memiliki keterkaitan dengan Iran.
Caine menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk menekan aktivitas yang berkaitan dengan Iran di jalur perdagangan laut internasional.
Blokade dipicu gagalnya diplomasi
Wakil Presiden AS JD Vance tiba untuk pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan di tengah perundingan damai AS-Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026). Vance tiba di ibu kota Pakistan untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan perdamaian penting dengan Iran, di bawah naungan gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara Washington dan Teheran, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.
Blokade terhadap Iran mulai diberlakukan setelah pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran di Pakistan tidak menghasilkan kesepakatan.
Presiden Donald Trump disebut masih membuka peluang untuk melanjutkan negosiasi, namun juga memperingatkan kemungkinan serangan militer kembali jika Iran menolak tuntutan AS.
Sebelumnya, militer AS telah lebih dulu memaksa enam kapal untuk berbalik arah saat awal penerapan blokade, sebelum jumlahnya meningkat menjadi 13 kapal hingga Kamis.
Baca juga: Mossad Bocorkan Operasi Israel: Terus Berupaya Gulingkan Pemerintah Iran