Kepanikan di Jamuan Trump, Saksi Ceritakan Detik-detik Tembakan
Gary O?Donoghue, koresponden utama Amerika Utara untuk BBC, yang hadir dalam jamuan makan malam Gedung Putih bersama Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.(BBC)
13:12
26 April 2026

Kepanikan di Jamuan Trump, Saksi Ceritakan Detik-detik Tembakan

Suasana jamuan makan malam di Washington Hilton, Amerika Serikat, mendadak berubah mencekam ketika suara tembakan terdengar dari arah pintu masuk ballroom, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Gary O’Donoghue, koresponden utama Amerika Utara untuk BBC, menjadi salah satu saksi mata yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Ia mengaku awalnya tidak langsung menyadari suara tersebut. Saat itu, ia baru saja meletakkan peralatan makannya ketika suara dentuman terdengar dari kejauhan.

Baca juga: Tak Kapok, Trump Rencanakan Lagi Acara Jamuan Makan Usai Insiden Penembakan

“Saya sempat ragu dengan apa yang saya dengar. Tapi dalam hitungan detik, saya menyadari itu suara khas senjata semi-otomatis,” ujarnya, sebagaimana diberitakan BBC.

Sebagai penyandang gangguan penglihatan, Gary mengandalkan indra pendengarannya. Ia pun mendengar kaca pecah, disusul kepanikan di sekitarnya.

Tak lama kemudian, ia merasakan rekannya, Daniel, bergerak cepat menjatuhkan diri ke lantai. Ia pun langsung mengikuti, berlindung di bawah meja bersama para tamu lainnya.

“Saya berlutut di bawah meja, hampir yakin bahwa saya kembali berada di tengah peristiwa penembakan, seperti yang pernah saya alami sebelumnya,” katanya.

Ia mengingat kembali insiden serupa yang terjadi di Butler, Pennsylvania, pada Juli 2024, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump nyaris kehilangan nyawa. Namun, situasi kali ini terasa berbeda.

Menurut Gary, para tamu bergerak lebih cepat. Dalam hitungan detik setelah suara tembakan terdengar, banyak orang langsung berlindung di bawah meja.

Seorang rekannya bahkan melihat puluhan orang berlarian masuk ke ballroom dari koridor luar saat tembakan terjadi.

Selama sekitar 5-10 sepuluh menit, para tamu tetap bersembunyi, khawatir pelaku bersenjata juga masuk ke dalam ruangan dan menargetkan sekitar 2.500 orang yang hadir malam itu.

Di tengah kepanikan, agen Secret Service terlihat sigap mengevakuasi Presiden Donald Trump, Ibu Negara Melania Trump, serta Wakil Presiden JD Vance dari lokasi acara.

Sementara itu, sejumlah agen lainnya bersiaga dengan perlengkapan lengkap, termasuk helm dan rompi antipeluru, sambil mengarahkan senjata mereka ke arah kerumunan untuk mengantisipasi ancaman lanjutan.

Gary juga sempat melihat sejumlah pejabat penting berada di lokasi sebelum kejadian. Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr misalnya, berada di sebuah ruangan kecil dekat ballroom dan sempat berbincang dengannya.

Tak jauh dari tempatnya duduk, Direktur FBI Kash Patel juga terlihat berlindung di lantai sambil melindungi pasangannya, saat seorang agen Secret Service bergegas memberikan bantuan.

Baca juga: Satu Petugas Kena Tembak, Trump Sebut Pelaku Tak Terkait dengan Iran

Pengamanan hotel sudah ketat

Dalam situasi tersebut, pertanyaan yang muncul di benak Gary adalah bagaimana pelaku bisa mendekati lokasi acara yang dihadiri Presiden.

Ia menilai pengamanan di sekitar hotel sebenarnya cukup ketat, dengan penutupan jalan oleh aparat. Namun, pengamanan di dalam gedung dinilai tidak terlalu ketat.

“Petugas di pintu hanya melihat tiket saya sekilas dari jarak beberapa meter,” ujarnya.

Ia juga mengaku sempat diperiksa menggunakan alat pemindai logam, tetapi tidak ada pemeriksaan lanjutan meski alat tersebut berbunyi akibat barang di sakunya.

“Tidak ada yang meminta saya mengeluarkan isi kantong,” katanya.

Menurutnya, pengamanan saat itu terasa seperti jamuan makan malam koresponden Gedung Putih pada umumnya, terutama jika Presiden tidak hadir.

Setelah insiden, para tamu sempat tertahan di dalam ballroom dan kesulitan mendapatkan sinyal telepon untuk mencari informasi maupun melakukan siaran langsung.

Gary mengaku berusaha menenangkan diri, meski tak bisa sepenuhnya mengabaikan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.

Baca juga: Trump Buka Suara soal Insiden Penembakan di Jamuan Makan Gedung Putih

“Ada perasaan yang sulit dijelaskan, ketika Anda mulai memikirkan apa yang bisa saja terjadi, dan berapa kali lagi hal seperti ini harus dialami,” ujarnya.

Presiden Donald Trump sendiri sudah buka suara soal insiden penembakan jamuan makan malam Gedung Putih ini.

Ia menyatakan, insiden penembakan bermula ketika seorang pria bersenjata menyerbu pos pemeriksaan keamanan.

Pelaku berhasil dilumpuhkan oleh anggota Secret Service, sementara seorang petugas sempat tertembak namun selamat berkat rompi antipeluru yang dikenakannya.

Pelaku yang diduga bernama Cole Tomas Allen (31), warga California, kini telah ditangkap.

Aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan balistik dan senjata yang digunakan.

Tag:  #kepanikan #jamuan #trump #saksi #ceritakan #detik #detik #tembakan

KOMENTAR