Kerusakan Markas AS Jauh Lebih Ngeri, 228 Fasilitas Militer Hancur
Sebuah yacht berlayar dengan latar belakang asap hitam mengepul setelah serangan Iran di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). Serangan balasan Iran dimulai untuk membalas gempuran Amerika Serikat-Israel.(AFP/FADEL SENNA)
16:36
7 Mei 2026

Kerusakan Markas AS Jauh Lebih Ngeri, 228 Fasilitas Militer Hancur

- Kerusakan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk akibat serangan Iran jauh lebih luas dan presisi dibandingkan laporan awal yang disampaikan pemerintahan Donald Trump.

Temuan tersebut mengemuka berdasarkan laporan The Washington Post dirilis pada Rabu (6/5/2026) dengan menganalisis lebih dari 100 citra satelit rilisan Iran.

Dalam laporannya, The Washington Post menyebut sedikitnya 228 struktur dan peralatan militer di 15 situs militer AS hancur atau rusak. 

Baca juga: Iran Akan Bantu Kapal-kapal di Selat Hormuz, Siapkan Pasokan dan Medis

Temuan ini mengindikasikan dampak yang sangat signifikan bagi negara dengan teknologi militer superior seperti "Negeri Paman Sam".

Konflik di Timur Tengah dimulai oleh serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari.

Iran membalas serangan dengan menargetkan fasilitas militer AS di kawasan Teluk Persia dan menutup Selat Hormuz.

Perang terus berkecamuk hingga Akhirnya Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 8 April dan diperpanjang pada 22 April.

Upaya untuk mendamaikan AS dan Iran masih menghadapi kebuntuan meski kedua belah pihak sudah bertemu di Pakistan dan berbagai usaha terus dilakukan.

Baca juga: Iran Disebut Tak Ingin Negosiasi soal Nuklir, Ngotot Kendalikan Selat Hormuz

Tingkat kerusakan

Sebelumnya, tingkat kerusakan dari serangan Iran terhadap fasilitas militer AS sulit dipastikan, sebagaimana dilansir India Today.

Pasalnya, dua penyedia citra satelit komersial, Vantor dan Planet, diminta oleh tim Trump untuk menunda atau menahan rilis foto udara mereka.

The Washington Post akhirnya melakukan analisis independen yang bertumpu pada 128 citra satelit resolusi tinggi yang dirilis Iran. 

Setelah melalui verifikasi, tidak ditemukan adanya manipulasi pada gambar-gambar tersebut.

Baca juga: Jelang Kemungkinan Berakhirnya Perang, AS dan Iran Makin Hati-hati

Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Markas Armada ke-5 AS di Bahrain serta tiga pangkalan di Kuwait, yakni Ali Al-Salem, Camp Arifjan (markas regional Angkatan Darat AS), dan Camp Buehring.

Fasilitas yang terkena dampak meliputi hanggar, barak, depot bahan bakar, sistem pertahanan rudal Patriot yang mahal, pembangkit listrik, hingga lima lokasi penyimpanan bahan bakar.

Selain itu, situs komunikasi satelit di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar serta sistem radar THAAD di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA) juga dilaporkan hancur. 

Di Arab Saudi, sebuah pesawat komando dan kontrol E-3 Sentry serta sebuah pesawat tanker pengisi bahan bakar hancur di Pangkalan Udara Prince Sultan.

Baca juga: Iran Bantah Tuduhan Trump soal Serangan ke Kapal Korsel di Selat Hormuz

Selain infrastruktur darat, AS kehilangan sekitar 40 drone dan jet tempur selama pertempuran, operasi pencarian, maupun insiden tembakan nyasar.

Daftar kehilangan tersebut mencakup 24 drone MQ-9 Reaper yang masing-masing berharga 30 juta dollar AS, serta drone MQ-4C Triton yang diperkirakan bernilai 200 hingga 240 juta dollar AS.

Empat jet F-15E Strike Eagle juga dilaporkan hilang, termasuk tiga di antaranya yang jatuh di Kuwait karena friendly fire, serta satu pesawat A-10 Warthog. 

Pihak Iran bahkan mengeklaim telah menjatuhkan satu unit F-35. Jika terkonfirmasi, itu akan menjadi kasus kerusakan tempur pertama pada pesawat tempur generasi kelima tersebut.

Baca juga: Trump: Jika Harga Minyak Capai 200 Dollar AS, Perang Iran Tetap Sepadan

Akurasi serangan Iran

Citra satelit tersebut menunjukkan bahwa serangan Iran terhadap lebih dari 200 struktur sangat akurat. 

Hal ini menunjukkan efektivitas penggunaan amunisi berpemandu presisi oleh militer Iran.

"Serangan Iran sangat presisi. Tidak ada kawah acak yang mengindikasikan tembakan meleset," kata Mark Cancian, pensiunan kolonel Korps Marinir, kepada The Washington Post.

Penargetan terhadap barak, hanggar, dan gudang mengindikasikan adanya niat untuk menimbulkan korban jiwa massal. 

Baca juga: Project Freedom Buyar dalam Hitungan Jam, Internal Trump Dinilai Plin-plan soal Iran

Meski demikian, beberapa serangan diduga terjadi setelah pasukan AS meninggalkan pangkalan. 

Target-target lunak seperti gimnasium, ruang makan, dan akomodasi juga tidak luput dari serangan.

Namun, Cancian memberikan teori lain terkait tingkat kerusakan tersebut. 

Dia menyebut AS kemungkinan sengaja membiarkan beberapa kerusakan terjadi untuk menipu Iran atau demi menghemat pencegat rudal yang mahal daripada menggunakannya untuk menjatuhkan drone Shahed yang murah.

"Pasukan AS mungkin memilih untuk membiarkan rudal yang datang menghantam jika tampaknya akan mengenai target yang tidak terlalu penting," tambahnya.

Baca juga: Trump Klaim Iran Setuju untuk Tidak Memiliki Senjata Nuklir

Dampak manusia dan ekonomi

Citra satelit dari Planet Labs PBC memperlihatkan sisa kebakaran dari serangan Iran di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). Iran menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah untuk membalas serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.PLANET LABS PBC via AFP Citra satelit dari Planet Labs PBC memperlihatkan sisa kebakaran dari serangan Iran di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). Iran menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah untuk membalas serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Sejak konflik pecah pada 28 Februari, sedikitnya tujuh tentara AS dilaporkan tewas dan sekitar 400 personel diyakini mengalami luka-luka.

Dari sisi finansial, kerugian ini diperkirakan mencapai angka yang fantastis. 

CNN melaporkan bahwa biaya pembangunan kembali instalasi militer dan penggantian aset yang hancur diperkirakan berkisar antara 40 hingga 50 miliar dollar AS (sekitar Rp 693 triliun hingga Rp 866 triliun).

Seorang anggota Kongres AS menyatakan kepada The New York Times bahwa perbaikan Markas Armada ke-5 saja kemungkinan menelan biaya 200 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,4 triliun.

Angka-angka ini jauh melampaui estimasi biaya perang sebesar 25 miliar dollar (Rp 433 triliun) AS yang disampaikan oleh Kementerian Pertahanan AS kepada anggota parlemen AS.

Di sisi lain, Partai Demokrat meragukan angka resmi pemerintah dan memperkirakan dampak ekonomi yang sebenarnya terhadap AS bisa mencapai antara 630 miliar hingga 1 triliun dollar AS.

Baca juga: Tak Biasa, Iran Dilaporkan Mau Pakai Lumba-lumba Pembawa Ranjau demi Terobos Blokade AS

Tag:  #kerusakan #markas #jauh #lebih #ngeri #fasilitas #militer #hancur

KOMENTAR