Berawal dari Kapal Pesiar Mewah, Hantavirus Kini Terdeteksi di Banyak Negara
Ilustrasi kapal pesiar. Wabah hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius.(Shutterstock)
09:06
12 Mei 2026

Berawal dari Kapal Pesiar Mewah, Hantavirus Kini Terdeteksi di Banyak Negara

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius kini menjadi perhatian dunia setelah sejumlah penumpang dan kru dari berbagai negara dinyatakan terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tujuh kasus telah terkonfirmasi dan satu lainnya masuk kategori probable atau dugaan kuat, menurut laporan AFP, Selasa (12/5/2026).

Selain itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, dengan dua di antaranya dipastikan terinfeksi hantavirus dan satu lainnya dikategorikan sebagai kasus dugaan kuat (probable case).

Baca juga: Tangani Hantavirus di Pulau Terpencil, Inggris Kerahkan Pasukan Terjun Payung

Otoritas kesehatan juga masih menyelidiki kasus-kasus suspek lain serta kontak erat para pasien.

Belanda catat dua kematian

Perkembangan terbaru wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan proses evakuasi pasien mulai dilakukan pada Rabu (6/5/2026). Saat dibawa ke ambulans, pasien sudah dibekali dengan baju tertutup rapat.WHO Perkembangan terbaru wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan proses evakuasi pasien mulai dilakukan pada Rabu (6/5/2026). Saat dibawa ke ambulans, pasien sudah dibekali dengan baju tertutup rapat.

Dua warga Belanda yang berada di kapal dilaporkan meninggal akibat virus tersebut, sementara satu orang lainnya dipastikan terinfeksi.

Pasangan suami istri asal Belanda yang sebelumnya melakukan perjalanan di Amerika Selatan sebelum naik ke kapal di Ushuaia, Argentina, pada 1 April menjadi korban pertama.

Sang suami yang berusia 70 tahun mulai menunjukkan gejala pada 6 April dan meninggal pada 11 April. Jenazahnya diturunkan dari kapal saat MV Hondius singgah di Pulau Saint Helena pada 22-24 April.

Karena tidak dilakukan tes hantavirus, WHO mengategorikannya sebagai “probable case”.

Sementara itu, istrinya yang berusia 69 tahun juga turun dari kapal di Saint Helena dalam kondisi tidak sehat.

Kondisinya memburuk saat penerbangan menuju Johannesburg pada 25 April dan ia meninggal di rumah sakit sehari kemudian. Hasil tes pada 4 Mei mengonfirmasi dirinya terinfeksi hantavirus.

Kasus ketiga dari Belanda adalah dokter kapal yang mulai mengalami gejala pada 30 April. Tes menunjukkan dirinya positif strain Andes hantavirus pada 6 Mei.

Ia kemudian dievakuasi ke Belanda saat kapal singgah di Cape Verde dan dilaporkan stabil saat menjalani perawatan isolasi.

Inggris punya dua kasus positif

WHO mencatat dua warga Inggris dipastikan terinfeksi dan satu lainnya masuk kategori probable case.

Seorang pria Inggris jatuh sakit pada 24 April dan dievakuasi tiga hari kemudian dari Pulau Ascension menuju Afrika Selatan untuk menjalani perawatan intensif.

Hantavirus dikonfirmasi pada 2 Mei dan pengurutan genom memastikan dirinya terinfeksi strain Andes.

Kasus kedua adalah pria Inggris yang bekerja sebagai pemandu di kapal. Ia mulai mengalami gejala pada 27 April dan dinyatakan positif pada 6 Mei.

Ia dievakuasi ke Belanda dari Tanjung Verde pada 7 Mei dan dilaporkan stabil selama menjalani isolasi.

Sementara itu, seorang pria Inggris lain meninggalkan MV Hondius pada 14 April di kepulauan Tristan da Cunha di Atlantik Selatan dan dirawat dalam isolasi di sana.

Baca juga: Singapura Isolasi 2 Terduga Pasien Hantavirus, Gejala Pilek

Ia mulai mengalami gejala pada 28 April dan WHO memasukkannya sebagai probable case sambil menunggu hasil laboratorium.

Laporan AFP menyebut pasukan penerjun payung dan tim medis Inggris diterjunkan ke pulau tersebut untuk mengirimkan pasokan medis darurat.

Penumpang Jerman dan Swiss ikut terinfeksi

Seorang perempuan Jerman yang mengalami demam pada 28 April dan kemudian menderita pneumonia meninggal dunia pada 2 Mei di atas kapal.

Sampel pascakematian dikirim ke Belanda bersama pasien lain yang dievakuasi, dan hasil tes mengonfirmasi infeksi Andes virus.

Jenazahnya masih berada di atas MV Hondius yang dijadwalkan berlayar menuju Belanda dari Pulau Tenerife, Spanyol.

Sementara itu, seorang pria Swiss turun dari kapal di Saint Helena pada 22 April dan terbang ke Swiss pada 27 April melalui Afrika Selatan dan Qatar.

Ia mulai mengalami gejala pada 1 Mei setelah tiba di Swiss. Setelah dirawat dalam isolasi, hasil tes pada 5 Mei menunjukkan dirinya positif Andes virus.

Perancis, AS, dan Spanyol temukan kasus baru

Menteri Kesehatan Perancis Stephanie Rist mengatakan, seorang perempuan Perancis yang dipulangkan dari MV Hondius mulai merasa tidak sehat pada 10 Mei dan dinyatakan positif hantavirus.

Rist menambahkan bahwa kondisi perempuan tersebut memburuk pada malam harinya.

Di Amerika Serikat, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada 10 Mei menyebut satu dari 17 warga Amerika yang dipulangkan dari kapal menunjukkan hasil “PCR positif ringan” terhadap virus tersebut, sementara satu orang lainnya mengalami “gejala ringan”.

Departemen tersebut menyatakan para penumpang dibawa ke pusat khusus di Nebraska, sementara pasien dengan gejala ringan dipindahkan ke pusat lainnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Madrid mengatakan, seorang penumpang Spanyol yang dievakuasi dari kapal MV Hondius dinyatakan positif hantavirus meski tidak menunjukkan gejala.

Penumpang tersebut “menerima hasil positif dari tes PCR yang dilakukan setibanya” di rumah sakit militer Gomez Ulla di Madrid, tempat ia menjalani isolasi.

Kementerian menambahkan “hasil final akan diketahui dalam beberapa jam ke depan” dan 13 warga Spanyol lain yang dievakuasi sejauh ini masih menunjukkan hasil negatif.

Baca juga: Berbagai Negara Bergegas Lacak Warganya dari Kapal Pesiar yang Terdampak Hantavirus

Tag:  #berawal #dari #kapal #pesiar #mewah #hantavirus #kini #terdeteksi #banyak #negara

KOMENTAR