Kisah Gagalnya Jet Siluman MiG 1.44 Rusia, Cuma Sanggup Terbang 18 Menit
Upaya Rusia mengembangkan jet tempur siluman generasi kelima ternyata pernah berujung tak memuaskan.
Pesawat tempur MiG 1.44, yang digadang-gadang menjadi jawaban Uni Soviet atas program Advanced Tactical Fighter milik Amerika Serikat—yang kemudian melahirkan F-22 Raptor—hanya sempat mengudara selama 18 menit sebelum proyeknya dihentikan.
Runtuhnya Uni Soviet dan krisis anggaran pertahanan Rusia membuat proyek ambisius tersebut tak pernah benar-benar berkembang.
Baca juga: Usai Kirim Jet Tempur, Pakistan Dapat Dana Rp 51,4 Triliun dari Arab Saudi
Dibuat untuk menyaingi jet tempur Amerika
Menurut laporan National Security Journal, Sabtu (9/5/2026), pengembangan MiG 1.44 dilatarbelakangi kekhawatiran Soviet terhadap kemajuan teknologi tempur Amerika Serikat.
Saat itu, jet Su-27 dan MiG-29 memang masih dianggap sebagai salah satu pesawat tempur generasi keempat terbaik, tetapi kemunculan proyek pesawat siluman baru AS mulai menggeser dominasi tersebut.
Program Advanced Tactical Fighter milik Angkatan Udara AS, yang kemudian menghasilkan F-22 Raptor, disebut memicu kekhawatiran besar di Soviet.
Kementerian Pertahanan Soviet lalu menginginkan pesawat yang mampu menghadapi jet tempur Barat sekaligus sulit terdeteksi radar musuh.
Hasilnya adalah MiG 1.44, pesawat dengan desain futuristis yang memadukan sayap delta besar dan canard atau sirip kecil di bagian depan badan pesawat. Konfigurasi ini diyakini mampu memberikan kelincahan tinggi saat bermanuver.
Pesawat itu juga dirancang menggunakan sistem digital fly-by-wire dan kemampuan super-cruise, yakni terbang supersonik tanpa afterburner, salah satu ciri pesawat generasi kelima.
Desain canggih, tapi kurang siluman
Meski disebut sebagai jet siluman, desain MiG 1.44 dinilai belum sebersih F-22 Raptor dari sisi jejak radar.
Canard di bagian depan, bilah kompresor mesin yang sebagian terekspos, serta bentuk badan pesawat yang kompleks justru meningkatkan tingkat keterdeteksian radar.
Diduga, para insinyur dari biro desain Mikoyan mencoba mengompensasi kelemahan tersebut lewat kemampuan perang elektronik dan manuver ekstrem.
Beberapa elemen untuk mengurangi jejak radar tetap diterapkan, termasuk ruang senjata internal dan penggunaan material komposit pada badan pesawat.
Majalah penerbangan Flight International kala itu menjelaskan bahwa teknologi utama MiG 1.44 mencakup super-cruise, pengurangan jejak inframerah, radar, serta kemampuan thrust vectoring untuk menjaga kendali saat melakukan manuver ekstrem.
Baca juga: Dipenuhi Jet Tempur, Kapal Induk USS George HW Bush Tiba di Timur Tengah
Terbang satu kali
Pesawat tempur MiG 1.44 buatan Uni Soviet hanya mampu mengudara 18 menit sebelum proyek dihentikan.
MiG 1.44 akhirnya melakukan penerbangan perdana pada 29 Februari 2000 di LII Gromov Flight Research Institute dekat Moskwa.
Flight International menulis bahwa pesawat itu terbang selama 18 menit, naik hingga ketinggian sekitar 3.300 kaki dan dua kali mengitari lapangan udara dengan roda pendaratan masih terbuka sebelum mendarat kembali.
“Setelah berkali-kali tertunda, demonstrator teknologi pesawat tempur generasi kelima RSK MiG 1.44 akhirnya melakukan penerbangan perdana pada 29 Februari,” tulis Flight International saat itu.
Majalah tersebut menambahkan bahwa penerbangan pertama sebenarnya direncanakan berlangsung pada Maret 1999, namun mengalami penundaan.
Meski sukses mengudara, MiG 1.44 tak pernah terbang lagi. Program itu akhirnya berhenti total akibat minimnya dana pertahanan Rusia pasca-runtuhnya Uni Soviet.
Diduga menginspirasi jet tempur China
Meski gagal berlanjut, MiG 1.44 disebut-sebut meninggalkan pengaruh terhadap pengembangan jet tempur lain, termasuk J-20 milik China.
Media pemerintah Rusia, TASS, pernah menyoroti kemiripan desain antara J-20 dan MiG 1.44, terutama penggunaan konfigurasi canard.
“Skema inilah yang digunakan dalam pengembangan prototipe pesawat tempur generasi kelima Rusia MiG 1.44, yang tidak pernah benar-benar lepas landas,” tulis TASS.
Namun klaim tersebut masih dianggap spekulatif dan sulit dibuktikan secara pasti. Kemiripan desain kedua pesawat bisa saja muncul karena prinsip aerodinamika yang umum digunakan pada pesawat siluman modern.
Baca juga: Bagaimana Cara Iran Jatuhkan 2 Jet Tempur Canggih AS?
Tag: #kisah #gagalnya #siluman #rusia #cuma #sanggup #terbang #menit