Rencana Berubah, AS-Iran Bakal Tanda Tangani Kesepakatan Jarak Jauh
- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengatakan, rencana baru nota kesepahaman antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan ditandatangani secara digital dalam beberapa hari ke depan.
Aragchi menyampaikan hal itu melalui media pemerintah Iran, sebagaimana dilansir CBS News, Jumat (12/6/2026).
Dia menyebut penandatanganan jarak jauh tersebut akan diumumkan kepada publik setelah dilakukan oleh kedua pihak.
Baca juga: Optimistis AS-Iran Segera Damai, PM Pakistan Bocorkan Situasi Terkini
"Setelah nota kesepahaman ini ditandatangani oleh kedua pihak, itu akan diumumkan dan selesai," kata Aragchi.
Menurut Aragchi, semua rincian terkait program nuklir Iran akan dibahas dalam putaran negosiasi setelah nota kesepahaman ditandatangani.
Sebelumnya, CBS News melaporkan pada Kamis (11/6/2026) bahwa surat pernyataan atau nota kesepahaman itu dijadwalkan ditandatangani pada awal pekan depan.
Penandatanganan tersebut akan membuka periode negosiasi rinci selama 60 hari.
Baca juga: Hampir Final! Peluang Kesepakatan Damai AS-Iran Capai 85 Persen
Hingga Jumat pagi, AS dan para mediator masih merencanakan penandatanganan secara langsung di Eropa.
Seorang pejabat senior pemerintahan Gedung Putih mengatakan kepada wartawan bahwa penandatanganan itu akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.
Namun, rencana tersebut kini berubah dengan adanya opsi penandatanganan digital.
Juru bicara Wakil Presiden AS JD Vance tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait perubahan rencana tersebut.
Baca juga: Trump Tolak Klaim Iran soal Deal Nuklir, Sebut Isi Kesepakatan Berbeda dengan Versi AS
Di sisi lain, Vance menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima uang tunai hanya karena menandatangani kesepakatan.
"Iran tidak menerima uang tunai apa pun, dan tidak ada dana yang dicairkan hanya karena menandatangani kesepakatan atau menghadiri pertemuan," kata Vance dalam unggahan di X, Jumat.
Vance mengatakan, dia melihat banyak informasi palsu terkait potensi kesepakatan tersebut.
Menurut Vance, kesepakatan yang sedang dibahas telah disusun untuk memastikan kekhawatiran AS dan sekutunya menjadi prioritas.
Baca juga: Minggu Ini, AS-Iran Dilaporkan Bakal Tandatangani Kesepakatan Damai
Manfaat ekonomi, kata dia, baru akan mengalir apabila Iran memenuhi kewajibannya.
"Hanya jika Iran memenuhi kewajibannya, maka manfaat ekonomi akan mengalir kepada mereka dan ke seluruh kawasan," ujar Vance.
Vance juga menyebut kesepakatan tersebut berpotensi mengubah kawasan dan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang.
"Kesepakatan ini berpotensi membentuk ulang kawasan dan mengarah pada perdamaian yang langgeng," kata dia.
"Presiden akan memberi kami hasil yang baik, dengan satu atau lain cara," lanjut Vance.
Baca juga: Iran Tak Mau Lepaskan Kendali Selat Hormuz, Beda dari Klaim Trump?
Tag: #rencana #berubah #iran #bakal #tanda #tangani #kesepakatan #jarak #jauh