Bukan Cuma Pintar, Ini 5 Ciri Anak Tangguh yang Bisa Diajarkan Orangtua
Ilustrasi anak tangguh.(Dok. Freepik/Freepik)
20:10
9 April 2026

Bukan Cuma Pintar, Ini 5 Ciri Anak Tangguh yang Bisa Diajarkan Orangtua

- Orangtua tentu menginginkan anak-anaknya menguasai berbagai kemampuan penting, termasuk kemampuan dasar seperti menyikat gigi teratur, dan menyelesaikan seluruh pekerjaan sekolah.

Sayangnya, ada satu aspek yang juga tidak kalah penting, tetapi orangtua sering lupa mengajarkannya.

"Kebersihan dan keterampilan akademis memang penting, tetapi hal yang sering terlewatkan dan bahkan diabaikan adalah ketangguhan," kata Psikolog Anak Dr. Ann-Louise T. Lockhart, PsyD, ABPP, dalam tulisannya di PureWow, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Peran Ayah Penting bagi Keberanian dan Ketangguhan Anak, Ini Kata Psikolog

Lockhart menuturkan, ada lima ciri khas yang kerap ditemukan pada anak-anak tangguh, yang bisa kamu terapkan saat melatih mental si kecil. Apa saja?

Karakteristik anak tangguh

1. Memiliki belas kasih pada diri sendiri

Anak yang tangguh menyadari bahwa kehidupan tidak luput dari ketidaksempurnaan. Mereka pantang menghukum diri sendiri secara berlebihan saat berbuat salah.

Sebaliknya, mereka bersikap lembut pada diri sendiri tanpa terjebak dalam kritik merusak. Saat seorang anak kalah dalam pertandingan olahraga, misalnya, wajar jika ia merasa bersedih.

Namun, anak tetap mampu melihat sisi positif dari usahanya dan lebih fokus pada momen gemilangnya.

"Sebagai orangtua, kamu dapat menumbuhkan belas kasih pada diri sendiri dengan berempati pada anak ketika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana," ujar Lockhart.

Kamu bisa menerapkannya dengan mengidentifikasi emosi anak terlebih dahulu. Validasi pengalaman tersebut agar mereka merasa dipahami dengan baik. Normalisasi situasi tersebut, sehingga anak merasa didengar sekaligus mendapatkan rasa nyaman.

2. Diberi kesempatan untuk belajar tentang kekuatan

Naluri perlindungan orangtua sering mendorong keinginan untuk segera menyelamatkan anak saat mereka kesulitan.

Baca juga: Mitos Sindrom Anak Tunggal yang Tak Terbukti, Ini Cara Mengasuhnya agar Tangguh dan Mandiri

Padahal, intervensi yang terlalu cepat justru secara tidak langsung menanamkan pemikiran bahwa anak terlalu lemah, atau orangtua tidak percaya mereka mampu mengatasi masalahnya sendiri.

"Bagaimanapun, itu adalah pesan yang melekat pada mereka, dan dengan mudah diputar ulang ketika keadaan menjadi sulit lagi," terang Lockhart.

"Mereka merasa tak berdaya, lepas kendali, dan akan dengan cepat berpaling kepadamu untuk menyelamatkan mereka," lanjut dia.

Sebagai contoh, saat sahabat anak remajamu menjauh, tahan keinginan menghubungi orangtua temannya demi memperbaiki keadaan.

Sebaliknya, beri anak ruang untuk meluapkan kekecewaannya. Yakinkan bahwa kamu sangat percaya ia punya kapasitas menentukan langkah selanjutnya.

"Ini bukan berarti kita harus selalu membiarkan anak-anak berjuang sendiri. Ini hanya berarti anak-anak yang tangguh belajar bahwa mereka memiliki apa yang dibutuhkan di dalam diri mereka sendiri," tutur Lockhart.

3. Menguasai keterampilan pemecahan masalah

Saat berhadapan dengan rintangan, anak yang tangguh lebih mengutamakan pemecahan masalah daripada sekadar mengeluh atau menghindari situasi tidak nyaman.

Mereka paham sepenuhnya bahwa kondisi seburuk apa pun selalu menyisakan celah untuk diperbaiki atau diadaptasi.

Misalnya, saat liburan impian batal karena suatu kendala mendadak, mereka akan tetap mengekspresikan kekecewaan, tetapi pantang larut dalam kesedihan.

Mereka lebih memilih melihat solusi dengan mencari alternatif liburan lain yang lebih kreatif ketimbang sekadar meratapi masalah.

4. Tidak membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan pencapaian diri secara sosial hanya akan berujung pada mereka merasa terlalu superior, atau justru merasa tidak berharga sama sekali. Kedua kondisi ini sangat merugikan perkembangan mental anak.

"Namun, jika kita bisa mengajari anak-anak untuk merayakan pencapaian orang lain, sembari menghindari perbandingan, mereka akan lebih mampu bangkit kembali ketika tantangan muncul," jelas Lockhart.

Baca juga: 3 Cara Membangun Resiliensi pada Anak, agar Bermental Tangguh dan Tak Mudah Menyerah

Dalam sebuah ajang persaingan, anak yang tangguh tetap mampu memberikan apresiasi tulus atas keberhasilan temannya, tanpa harus merasa berkecil hati dengan hasil pencapaiannya sendiri.

5. Mampu mengungkapkan perasaan dengan sangat baik

Anak yang tangguh mampu mengidentifikasi dan menyuarakan perasaan mereka secara jelas. Mengungkapkan pergumulan batin merupakan jalan menuju resolusi, sambil tetap menjaga keharmonisan hubungan sosialnya.

Sebagai contoh, saat anak menyadari bahwa mereka tidak diundang ke sebuah acara, ia tidak akan merespons dengan amarah yang meledak-ledak.

Anak bisa menyatakan rasa sedihnya dengan asertif dan bertanya langsung ke orang yang bersangkutan, agar ke depannya ia bisa kembali diundang.

"Mengungkapkan perasaan dapat membantu dalam menjalin hubungan sosial yang bermakna, dan pada akhirnya mengarah pada kemampuan pemecahan masalah yang sangat baik," pungkas Lockhart.

Tag:  #bukan #cuma #pintar #ciri #anak #tangguh #yang #bisa #diajarkan #orangtua

KOMENTAR