Dampak Buruk Konten Kosmetik Anti-Penuaan pada Anak
- Sebuah survei dari merek kecantikan Dove di Inggris Raya mengungkap, anak-anak berusia 10 tahun sudah terpapar produk perawatan kulit anti-penuaan di media sosial.
Akibat derasnya arus informasi, yang membuat mereka kerap melihat tren perawatan kulit tersebut, hampir satu dari dua remaja perempuan berusia 10-17 tahun semakin cemas dengan penampilannya seiring bertambahnya usia.
Studi Dove juga mengungkap statistik yang cukup meresahkan. Satu dari tiga remaja perempuan diperkirakan bakal menjalani prosedur kecantikan atau operasi plastik untuk mengubah penampilannya di masa depan.
Profesor psikologi sekaligus body image expert terkemuka, Dr. Phillippa Diedrichs, Ph.D. mengatakan bahwa paparan tersebut menciptakan tekanan yang membuat mereka harus tampil dengan cara tertentu, meskipun usia masih sangat muda.
Baca juga: 7 Fakta Skin Booster DNA Salmon, Pilihan Perawatan Antipenuaan
"Hingga pada tingkat mereka menambahkan produk yang dirancang untuk orang dewasa ke daftar keinginan dan rutinitas perawatan kulit mereka, tanpa memahami kemungkinan konsekuensi untuk kesehatan fisik dan mental mereka," ucap dia, menyadur Hello Magazine, Senin (13/4/2026).
Diedirchs melanjutkan, semua ini berkontribusi pada budaya standar kecantikan yang toksik, dan tekanan yang tidak realistis.
Namun, orangtua tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membahas soal perawatan kulit bersama anak, tanpa membuat mereka merasa tertekan.
Cara membahas perawatan kulit bersama anak
1. Tekankan nilai keaslian diri
Tanamkan pemahaman bahwa kecantikan sejati berasal dari keberanian untuk tampil otentik dan jujur. Anak tidak perlu merasa tertekan untuk sekadar mengikuti tren kecantikan yang didikte oleh lingkungan sekitarnya.
Baca juga: Hati-hati, Konten Pamer Fisik di Media Sosial Bisa Picu Masalah Gangguan Makan
2. Tumbuhkan sikap kritis terhadap iklan
Bantu anak mengembangkan pola pikir kritis saat melihat iklan kosmetik di media sosial. Dorong mereka mempertanyakan mengapa sebuah produk dipromosikan, dan apakah mereka benar-benar membutuhkannya.
Ajarkan anak mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan karena tergoda visual iklan, yang kerap dilebih-lebihkan.
3. Fokus pada fungsi organ tubuh
Saat membahas kulit, alihkan pembicaraan dari sekadar penampilan fisik ke fungsinya. Soroti peran kulit dalam melindungi tubuh dari kuman atau kemampuannya merasakan sentuhan. Mengapresiasi fungsi tubuh akan meningkatkan rasa percaya diri anak terhadap fisiknya.
Baca juga: Dampak Oversharing di Media Sosial, Bisa Ganggu Emosi hingga Relasi
4. Dukung kreativitas dalam berpenampilan
Berikan ruang bagi anak untuk bereksperimen dengan penampilannya secara kreatif. Orangtua bisa mendukungnya mencoba melukis wajah atau mengeksplorasi penggunaan aksesori unik. Ini akan mendorongnya merangkul keunikan diri dan berekspresi tanpa harus terjebak tren seragam.
5. Saring akun di media sosial
Bimbing anak mengkurasi daftar akun yang mereka ikuti di media sosial. Arahkan mereka untuk mengikuti akun yang menyebarkan pesan positif dan penerimaan diri.
Sebaliknya, minta mereka berhenti mengikuti pihak yang melanggengkan standar kecantikan yang tidak realistis, atau konten yang tidak sesuai umur.
Baca juga: Emma Watson Blak-blakan Soal Standar Kecantikan Hollywood, Disebut Mustahil
6. Bahas bahaya membandingkan diri
Luangkan waktu mendiskusikan dampak buruk kebiasaan membandingkan diri dengan potret ideal di dunia maya.
Ingatkan anak bahwa gambar tersebut sering kali hanya menampilkan standar buatan. Dorong anak berfokus pada kelebihan dan kekuatan unik yang dimilikinya.
7. Wajarkan perubahan pada kulit
Yakinkan anak bahwa jerawat maupun perubahan kulit lainnya adalah hal wajar dari proses tumbuh kembang. Kondisi ini sama sekali tidak menentukan harga diri mereka. Buka ruang komunikasi agar anak nyaman bercerita tentang masalah kulitnya.
Baca juga: 11 Cara Mandi yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Kulit Menurut Dokter
8. Edukasi tentang komposisi produk
Bekali anak pengetahuan dasar mengenai bahan perawatan kulit dan efek sampingnya. Ajak mereka mencari tahu kandungan yang akan diaplikasikan ke wajah, agar bisa membuat pilihan cerdas sesuai batasan usia dan jenis kulit alami mereka.
9. Utamakan kecantikan dari dalam
Tekankan pentingnya merawat kepribadian seperti kebaikan hati, empati, dan kepercayaan diri. Nilai-nilai ini jauh lebih berharga daripada polesan riasan fisik. Ajak anak memupuk karakter positif ini dan bergaul di lingkungan yang menghargai dirinya apa adanya.
10. Biasakan merawat diri secara utuh
Terakhir, ajarkan anak bahwa perawatan diri penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Baca juga: Waspada Dampak Sampah Kosmetik terhadap Lingkungan dan Kesehatan
Tag: #dampak #buruk #konten #kosmetik #anti #penuaan #pada #anak