Tak Ingin Terjebak Situationship? Terapkan Aturan 3-3-3
- Hubungan asmara tanpa status, yang kini disebut dengan situationship, sering terjadi tiba-tiba.
Awalnya kamu mungkin hanya sekadar menikmati kencan pertama, tetapi enam bulan mendadak berlalu tanpa kepastian ke mana arah hubungan tersebut bermuara.
Terapis Leah Aguirre, LCSW menuturkan, aturan 3-3-3 hadir untuk mencegah kondisi membuang-buang waktu ini dengan mengevaluasi hubungan setelah tiga kencan, tiga minggu, dan tiga bulan.
“Orang-orang menjadi kewalahan dan letih. Jadi, tetap menyadari apa yang kamu inginkan dalam suatu hubungan dapat membantumu berkencan dengan tujuan," kata Aguirrei, menyadur Bustle, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Mengenal Quiet Dating, Kencan Lebih Tenang di Tengah Tekanan Media Sosial
Aturan kencan 3-3-3 untuk terhindar dari situationship
Tiga kencan pertama
Sebagai contoh ketika si dia mengajak makan malam tapi di acara kencan itu kamu merasa kurang cocok. Namun, saat bertemu lagi untuk mengopi beberapa hari kemudian, obrolan menjadi mendalam dan kamu menyadari adanya potensi kecocokan.
Inilah alasan mengapa memberikan kesempatan hingga tiga kali pertemuan sangat disarankan.
“Sulit untuk benar-benar merasa tertarik dengan segera. Ada rasa gugup pada kencan pertama, dan terkadang orang tidak terlihat seperti foto mereka jika kamu bertemu melalui aplikasi, yang dapat membuatmu kehilangan minat," lanjut Aguirre.
Dengan berkomitmen pada tiga kali pertemuan, kamu membuka peluang untuk membangun koneksi yang jauh lebih bermakna daripada sekadar penilaian fisik sesaat.
Baca juga: 6 Tanda Kamu Sedang Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama
Orang yang awalnya terlihat tak sesuai dengan tipe kamu bisa saja memutarbalikkan keadaan.
Untuk menghindari buaian cinta manipulatif di awal pertemuan, berikan jeda waktu antar-kencan. Cukup targetkan satu atau dua kali pertemuan tatap muka dalam seminggu.
“Saya tahu sulit untuk melambat ketika kamu bersemangat tentang seseorang, tetapi menjaga keseimbangan adalah kuncinya. Jaga agar hobi, persahabatan, dan prioritas lainnya tetap utuh saat kamu berkencan," imbau Aguirre.
Dengan cara ini, kamu tidak akan kehilangan jati diri hanya demi mendapatkan perhatian dari orang baru.
Baca juga: 18 Tanda Kamu Sedang Jatuh Cinta yang Sering Tak Disadari
Tiga minggu perkenalan
Memasuki minggu ketiga, di periode ini tentu sudah komunikasi sudah lebih intens. Waktu kebersamaan ini dapat memberikan petunjuk untuk menilai kualitas hubungan secara obyektif, alih-alih terbuai oleh perasaan menggebu-gebu sesaat.
Pada fase pendalaman ini, ajukan pertanyaan yang lebih berbobot untuk memahami karakter asli calon pasangan. Perhatikan kecepatan mereka membalas pesan atau inisiatif dalam merencanakan pertemuan.
Waspadai sinyal bahaya seperti komunikasi buruk, masalah pengendalian amarah, atau sikap tarik-ulur. Segera tinggalkan jika kamu merasa tidak nyaman dengan perlakuan tersebut.
Banyak orang sengaja menampilkan versi paling sempurna dari diri mereka selama beberapa minggu pertama demi memikatmu.
Karakter asli biasanya baru terlihat sangat jelas ketika kalian mulai menghadapi perbedaan pendapat. Perhatikan bagaimana kalian menyelesaikan masalah tersebut.
Baca juga: 5 Kebiasaan Kencan Zaman Dulu yang Kini Sudah Jarang Dilakukan
Tiga bulan pendekatan
Ketika pendekatan konsisten berjalan selama tiga bulan, inilah saat yang resmi untuk mengevaluasi keseluruhan arah hubungan.
Jika pertemuan rutin terus berlanjut dibarengi ketertarikan emosional, ini adalah momentum ideal untuk meresmikan status pacaran. Tahap ini akan otomatis menyaring mereka yang hanya menginginkan hubungan tanpa status.
Pada titik ini, kamu dan si dia kemungkinan sudah melewati banyak perdebatan, berkenalan dengan teman masing-masing, atau bahkan berlibur singkat. Deretan pengalaman ini sudah cukup untuk menilai ikatan secara menyeluruh.
Jika ia hanya menginginkan hubungan tanpa arah pasti, ia tidak akan tertarik mengambil langkah maju menuju komitmen serius.
Baca juga: Jangan Tertipu, Cek Status Perkawinan Calon Pasangan Sebelum Menikah di SIDUDA PA Balikpapan
“Saya selalu memberi tahu klien saya bahwa kepercayaan itu seperti celengan, itu terisi seiring berjalannya waktu,” ucap Aguirre.
Ia melanjutkan, pendekatan ini sangat mendorong pola kencan yang disengaja dan terarah, yang semakin penting di era maraknya pemakaian aplikasi pencarian jodoh.
Kendati demikian, berbagai tenggat waktu ini tidak melulu harus selalu diterapkan secara kaku dalam setiap situasi.
“Saya sangat tidak menyukai 'buku panduan kencan' karena alasan itu. Pada penghujung hari, kamu harus mengikuti apa yang terasa benar," pungkas dia.
Baca juga: Ragam Arti Mimpi Menikah, Tanda Bakal Bertemu Jodoh?