Awas, Cuaca Panas Terik Jabodetabek Bisa Bikin Rambut Cepat Beruban
- Cuaca di wilayah Jabodetabek pada siang tadi, Senin (20/4/2026), terasa cukup menyengat.
Berdasarkan prediksi harian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara maksimal pada siang hari mencapai kisaran 31 hingga 33 derajat Celsius dengan kondisi langit cerah hingga cerah berawan.
Meski sore hari berpotensi turun hujan ringan, paparan sinar matahari terik pada siang hari tetap wajib diwaspadai.
Baca juga: Mengapa Mimpi Terasa Lebih Intens Saat Cuaca Panas?
Terlalu sering berpanas-panasan tidak sekadar menyebabkan kulit terbakar, tetapi juga menjadi faktor utama pemicu perubahan warna rambut menjadi abu-abu.
Ahli dermatologi di Cleveland Clinic, dr. Shilpi Khetarpal, mengatakan bahwa rambut sebenarnya tidak bisa berubah warna sendiri, tetapi kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV) dapat memangkas produksi pigmen.
“Meskipun rambut beruban adalah hal yang normal seiring bertambahnya usia, paparan sinar matahari yang berlebihan dapat mempercepat proses ini dan menyebabkan rambut beruban prematur,” tutur dr. Khetarpal, mengutip Today.com, Senin.
Efek sinar matahari pada rambut
Merusak pigmen pewarna alami
Ahli dermatologi di New York City, AS, dr. Michelle Henry, menerangkan bahwa radiasi tersebut turut andil memutihkan rambut di tingkat molekuler.
Ketika rambut dibiarkan tersorot sinar ultraviolet (UV) yang menyengat, hal ini akan melahirkan radikal bebas yang berujung pada kerusakan molekul.
Ilustrasi penyebab uban di usia muda. Rambut beruban tidak hanya dipicu usia, karena ilmuwan menemukan prosesnya lebih kompleks dan dalam kondisi tertentu bahkan bisa berbalik.
Kehadiran radikal bebas ini kemudian akan melukai melanosit, yakni sel yang berperan menyuplai melanin pembawa warna asli rambutmu.
Ahli dermatologi dan pendiri Treasure Valley Dermatology di Boise, Idaho, AS, dr. Dustin Potela, menambahkan bahwa radikal bebas memicu efek domino.
"Paparan ini dapat memicu kerusakan DNA, mendorong peradangan di kulit kepala, dan secara bertahap mengurangi produksi melanin," ujar dr. Potela.
Radiasi sinar matahari pun bisa mengikis lapisan kutikula yang menjadi tameng pelindung setiap helai rambut.
“Semua tekanan ini memengaruhi folikel rambut dengan menyebabkan kematian dini pada melanosit,” tamba dr. Khetarpal.
Penurunan kualitas dan tekstur
Selain memicu uban, uban yang sudah ada rupanya bakal menjadi jauh lebih ringkih dan mudah rusak jika terpapar sinar yang menyengat.
"Paparan sinar matahari dapat meninggalkan sensasi helai rambut yang terasa kasar dan kesat saat disentuh," ucap dr. Henry.
Lebih parahnya lagi, radiasi UV juga bisa merusak protein keratin alami. Saat pelindung ini hancur, panas akan leluasa menembus batang rambut dan memicu kerapuhan.
“Orang yang mewarnai rambutnya harus sangat berhati-hati terhadap kerusakan dan paparan sinar matahari, karena sinar UV dapat memengaruhi pigmen helaian rambut,” kata dr. Potela.
Baca juga: Rambut Beruban Ternyata Tidak Sekadar Karena Usia, Ini Temuan Ilmuwan
Ilustrasi uban di usia muda. Rambut beruban di usia muda ternyata bisa kembali hitam dalam kondisi tertentu.
Tak jarang, cuaca yang ekstrem ini memicu efek menguning pada rambut berwarna putih atau abu-abu. Meski begitu, helaian rambut yang tumbuh baru nantinya akan terbebas dari masalah warna ini.
Bagaimana cara mencegahnya?
Kabar baiknya, kamu bisa mencegah kerusakan tersebut dengan beberapa langkah praktis. Dokter Khetarpal menyarankan penggunaan tabir surya khusus untuk kulit kepala.
“Tabir surya rambut bekerja dengan membentuk penghalang di permukaan rambut untuk melindunginya dari sinar UV,” terang dia.
Untuk produk jenis losion, dr. Khetarpal menuturkan bahwa produk tersebut dapat diaplikasikan tipis-tipis dengan jari atau sisir.
Pastikan pelindung yang kamu pakai memiliki minimal SPF 30, dan dibiarkan mengering sebelum kamu berhadapan dengan terik matahari.
“Lindungi kepalamu dengan topi bertepi lebar, atau topi biasa, saat terpapar sinar matahari dalam waktu lama," saran dr. Henry.
Baca juga: 4 Cara Mencegah Rambut Beruban di Usia Muda Menurut Dokter
Selanjutnya, usahakan memakai sampo bebas sulfat. Menurut dia, sampo jenis ini mampu membantu menjaga kesehatan rambut, terutama untuk rambut diwarnai, dan mengurangi pudarnya warna akibat paparan sinar matahari.
Profesor dermatologi di Tufts University School of Medicine, dr. F. Clarissa Yang, mengatakan bahwa asupan nutrisi juga perlu diperhatikan.
Ia menyarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya akan antioksidan, seperti brokoli, anggur, hingga kacang hitam.
“Diet yang sehat penting karena kualitas rambut adalah cerminan dari kesehatan kamu,” kata dr. Yang.
Terakhir, dr. Henry mewajibkan pembatasan durasi aktivitas di bawah sinar matahari secara langsung. Jangan sampai berjam-jam, terutama jika sinar matahari sedang sangat terik.
Tag: #awas #cuaca #panas #terik #jabodetabek #bisa #bikin #rambut #cepat #beruban