Hindari Langsung Cek HP Saat Bangun Tidur, Dokter Jelaskan Dampaknya pada Otak
Ilustrasi main HP.(Pexels/Miriam Alonso)
22:10
16 Mei 2026

Hindari Langsung Cek HP Saat Bangun Tidur, Dokter Jelaskan Dampaknya pada Otak

- Pernahkah kamu bangun tidur di pagi hari dan langsung menyentuh gawai atau HP? Entah untuk memeriksa notifikasi, membaca pesan, membuka media sosial, atau melihat kabar terbaru, kebiasaan ini sering dilakukan tanpa disadari.

Terapis musik sekaligus konselor asal Mumbai, Dr. Roshan Mansukhani menjelaskan, otak memerlukan waktu untuk bertransisi dari kondisi istirahat menuju kesiapan penuh untuk beraktivitas.

“Bahkan mesin mobil pun butuh waktu untuk memanas sebelum dikendarai. Kita juga punya mesin bernama pikiran yang membutuhkan waktu untuk beristirahat, bukan kejutan saat baru bangun,” ujar Mansukhani, seperti disadur Only My Health, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Jangan Lakukan Hal-hal Ini Saat Bangun Tidur

Lalu, mengapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari?

Otak membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah tidur

Saat seseorang bangun tidur, tubuh sebenarnya masih berada dalam fase transisi. Otak baru saja keluar dari kondisi istirahat mendalam dan membutuhkan beberapa menit untuk sepenuhnya aktif.

Pada fase ini, otak sedang menyesuaikan diri agar dapat memproses informasi secara optimal.

Jika seseorang langsung membuka ponsel, otak dipaksa menerima berbagai rangsangan sekaligus.

Mulai dari notifikasi pekerjaan, berita, pesan masuk, hingga konten media sosial yang bisa memicu emosi tertentu. Menurut Mansukhani, kondisi ini membuat otak mengalami kejutan mendadak.

“Ketika kita langsung menggunakan ponsel, kita sedang mengguncang pikiran dan menambah bahan bakar pada kebiasaan adiktif itu,” katanya.

Akibatnya, proses bangun alami tubuh terganggu dan seseorang lebih rentan merasa terburu-buru sejak pagi.

Paparan informasi instan dapat memicu stres sejak pagi hari

Salah satu alasan utama mengapa tidak disarankan langsung membuka ponsel setelah bangun tidur adalah risiko overload informasi.

Baca juga: Wajah Bengkak Saat Bangun Tidur? Ini 7 Cara Mengatasinya

Begitu layar menyala, otak langsung dibanjiri berbagai informasi yang belum tentu semuanya positif.

Misalnya, email pekerjaan yang mendesak, berita negatif, atau unggahan media sosial yang memicu kecemasan.

Semua itu bisa memicu respons stres bahkan sebelum seseorang benar-benar memulai harinya.

Kondisi ini membuat tubuh masuk ke mode siaga tinggi atau hyper-vigilance, yaitu keadaan ketika otak terus waspada secara berlebihan.

Jika terjadi terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan ketegangan emosional sepanjang hari. Alih-alih merasa segar setelah tidur, seseorang justru merasa cemas, terbebani, atau sulit fokus.

Kebiasaan ini bisa memperkuat kecanduan terhadap ponsel

Membuka ponsel begitu bangun tidur juga dapat memperkuat ketergantungan terhadap gawai.

Ketika aktivitas pertama di pagi hari adalah mengecek layar, otak mulai mengasosiasikan rasa “siap memulai hari” dengan stimulasi digital.

Lama-kelamaan, seseorang akan merasa ada yang kurang jika belum membuka ponsel.

Menurut Mansukhani, ketergantungan ini perlahan menjauhkan manusia dari interaksi nyata.

“Ponsel telah menciptakan ruang yang membuat kita kecanduan. Gawai menjauhkan kita dari manusia yang nyata,” ujarnya.

Kebiasaan ini dapat memengaruhi kualitas hubungan sosial karena perhatian lebih banyak tersita pada dunia digital dibanding lingkungan sekitar.

Rutinitas pagi yang tenang membantu kesehatan mental

Para ahli menyarankan untuk memberi jeda setidaknya 15 menit setelah bangun sebelum menyentuh ponsel. Waktu ini bisa digunakan untuk melakukan aktivitas sederhana yang menenangkan.

Misalnya, duduk diam sejenak, menarik napas dalam, stretching ringan, minum air putih, atau menikmati suasana pagi tanpa distraksi digital.

Baca juga: Bangun Tidur Tanpa Stres dengan Latihan Pernapasan Ini

Mansukhani menekankan, tubuh dan pikiran perlu waktu untuk memproses hari yang akan dijalani.

“Saat bangun setelah tidur nyenyak, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk memproses hari yang ada di depan. Mereka butuh jeda,” katanya.

Rutinitas pagi yang mindful dapat membantu meningkatkan kejernihan berpikir sekaligus menciptakan suasana hati yang lebih stabil.

Ritme alami tubuh penting untuk keseimbangan emosi

Bangun tidur bukan sekadar membuka mata. Ada proses biologis yang sedang berlangsung ketika tubuh berpindah dari mode istirahat ke mode aktif.

Memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri adalah bentuk penghormatan terhadap ritme alaminya.

Mansukhani mengibaratkan proses ini seperti memanaskan mesin kendaraan sebelum digunakan.

“Meluangkan 15 menit untuk diri sendiri adalah bentuk menghormati tubuh kita,” ujarnya.

Kebiasaan sederhana seperti menikmati secangkir teh, membuka jendela untuk menghirup udara segar, atau sekadar duduk tenang bisa memberi efek besar pada keseimbangan emosi.

 Baca juga: Bau Mulut Tak Sedap Saat Bangun Tidur, Dokter Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tag:  #hindari #langsung #saat #bangun #tidur #dokter #jelaskan #dampaknya #pada #otak

KOMENTAR