Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?
Rupiah dengan dolar (Freepik/8photo)
08:53
17 Mei 2026

Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?

Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini melontarkan pernyataan menohok terkait jebloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Di tengah kekhawatiran publik karena Rupiah nyungsep hingga ke level Rp17.600 per USD, Prabowo Subianto justru santai dan menilai masyarakat pedesaan tidak akan terkena dampak langsung.

Namun dilansir dari laman UGM dan lainnya, benarkah warga desa akan terhindar dari fluktuasi dolar hanya karena mereka bertransaksi menggunakan Rupiah?

Meski warga desa tidak memakai dolar untuk transaksi, dampak pelemahan kurs tetap menghantui dapur hingga sawah mereka melalui rantai pasok global.

Lantas, apa saja dampak nyata yang bakal dirasakan masyarakat desa jika Rupiah terus melemah? Simak ulasan berikut ini.

Ilustrasi uang rupiah (pexels/Defrino Maasy)Ilustrasi uang rupiah (pexels/Defrino Maasy)

1. Biaya Tani Makin Mencekik

Meski transaksinya pakai Rupiah, bahan baku pupuk dan obat-obatan pertanian banyak yang didatangkan dari luar negeri.

Saat dolar menguat, harga pupuk nonsubsidi di tingkat petani otomatis melonjak.

Selain itu, peternak ayam dan sapi di desa juga paling terkena dampaknya.

Sebab, komponen pakan ternak di Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku impor.

Jika harga pakan mahal, harga telur dan daging ikut naik, sementara margin keuntungan peternak makin tipis.

2. Harga Sembako Naik

Harga gula, minyak goreng, hingga terigu di pasar desa juga sangat dipengaruhi oleh harga internasional.

Melemahnya Rupiah memicu inflasi yang bikin daya beli warga desa merosot.

3. Logistik dan BBM

Dolar yang kuat membuat biaya energi global membengkak.

Dampaknya, ongkos pengiriman barang dari kota ke desa ikut naik.

Akibatnya, barang-barang kelontong yang dijual di warung-warung desa bakal lebih mahal dibandingkan di kota karena ada tambahan biaya logistik yang terimbas kurs.

4. Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Terancam

Alat kesehatan di Puskesmas hingga buku-buku sekolah seringkali mengandung komponen impor.
Jika Rupiah melemah, anggaran desa atau pemerintah daerah untuk pengadaan alat medis bisa membengkak.

Ujung-ujungnya, kualitas layanan kesehatan bagi warga miskin di pelosok bisa terganggu.

5. Nasib UMKM dan Nelayan

Nelayan di desa juga butuh solar dan suku cadang mesin kapal. Banyak dari komponen mesin ini adalah barang impor.

Begitu juga dengan pengrajin di desa yang menggunakan alat bantu mesin. Kenaikan harga suku cadang akibat dolar yang menggila bisa membuat usaha kecil di desa terancam gulung tikar.

Editor: Agatha Vidya Nariswari

Tag:  #prabowo #sebut #warga #desa #pakai #dolar #benarkah #aman #dari #dampak #rupiah #melemah

KOMENTAR