Kulit Tubuh Mudah Kering dan Gatal? Ini Tips Memilih Body Care
Ilustrasi Memakai Losion()
15:40
28 Mei 2026

Kulit Tubuh Mudah Kering dan Gatal? Ini Tips Memilih Body Care

Sama halnya dengan kulit wajah, kulit tubuh pun bisa mengalami permasalahan kulit dan membutuhkan perawatan yang tepat.

Namun, tidak sedikit yang menganggap sepele ketika kulit tubuh terasa kering, kasar, atau tampak kusam. Padahal, menurut ahli kondisi tersebut bisa menjadi tanda skin barrier atau lapisan pelindung kulit sedang terganggu.

Kepala Departemen Dermatologi & Venereologi FKUI-RSCM sekaligus Founder Immuno Derma Clinic, dr. Windy Keumala Budianti mengatakan, skin barrier berfungsi sebagai “benteng pertahanan” kulit dari berbagai pemicu eksternal.

Baca juga: Peran Air Putih dalam Memperkuat Skin Barrier Kulit Menurut Dokter

Skin barrier itu tersusun dari sel kulit bersama lemak alami kulit yang membentuk benteng perlindungan. Jadi yang menghambat segala trigger dari luar, baik itu perubahan suhu, iklim, bakteri, virus, dan jamur,” papar dr. Windy dalam acara peluncuran Vaseline Pro Derma di The Gallery Cibis Park, Jakarta Selatan pada Selasa (26/05).

Menurut Windy, tanda awal skin barrier yang mulai rusak biasanya muncul dalam bentuk kulit kering dan bersisik. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi kulit kasar, kemerahan, bahkan memicu peradangan.

“Biasanya sign pertama atau manifestasi pertama itu kulit kering, awalnya bersisik, kemudian kasar, kemudian gatal kemudian terjadi kemerahan, karena bahan iritasi jadi mudah masuk, sehingga menimbulkan peradangan,” lanjut dr. Windy.

Baca juga: 8 Rekomendasi Facial Wash Low pH untuk Menjaga Skin Barrier

Kenali dulu kebutuhan kulit tubuh

Dr. Windy mengatakan, langkah pertama sebelum memilih produk perawatan kulit tubuh alias body care adalah mengenali kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing. Sebab, pemicu gangguan skin barrier setiap orang bisa berbeda-beda.

“Pertama tentu kita harus kenali dulu apa pemicu di kulit kita. Karena setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang (sensitif terhadap) suhu, air panas, ada mungkin berkeringat,” kata dr. Windy.

Ia menambahkan, kesalahan terbesar dalam merawat kulit tubuh justru sering datang dari kebiasaan mendiagnosis sendiri. Banyak orang mengira kulit berminyak tidak mungkin mengalami dehidrasi, padahal keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

“(Kondisi kulit) Berminyak itu banyak minyak, sedangkan kering itu kurang air. Jadi sering sekali terjadi kesalahan, akhirnya salah pakai produk,” ujar dr. Windy.

Baca juga: 5 Bahan Kimia yang Perlu Diwaspadai Saat Memilih Produk Body Care

Perhatikan kandungan yang membantu hidrasi kulit

Saat memilih body care untuk memperbaiki skin barrier, dr. Windy menyarankan untuk memperhatikan kandungan yang bekerja menjaga hidrasi dan kelembapan kulit.

“Yang paling penting kalau saya lihat itu adalah kandungan pro-ceramide complex, karena tidak hanya memberikan ceramide yang memang kurang pada skin barrier, tapi dia juga bisa merangsang pelembap alami kulit,” kata dr. Windy ketika diwawancarai usai acara.

Ia menjelaskan, hidrasi menjadi faktor utama dalam menangani skin barrier yang terganggu. Sebab, kulit yang kekurangan air akan lebih mudah mengalami penumpukan sel kulit mati sehingga tampak kusam.

“Kalau kita ada gangguan skin barrier, nomor satu adalah hydration, kedua moisture,” pungkas dr. Windy.

Baca juga: Enggak Pakai Ribet, Ini Simple Body Care Routine buat Kulit Sehat dan Glowing

Frekuensi penggunaan losion disesuaikan dengan kebutuhan kulit

Selain itu, frekuensi penggunaan losion juga harus diperhatikan. Menurut dr. Windy, frekuensi penggunaan body lotion bergantung pada kondisi kulit masing-masing.

“Memang enggak semua orang cukup 2-3 kali. Ada yang mungkin perlu 4-5 kali sehari tergantung derajat kekeringan kulitnya,” kata dr. Windy.

Misalnya, ia menyebutkan orang dengan kondisi kulit eksim atau dermatitis atopik, hingga orang yang kerap beraktivitas di ruangan ber-ac atau mandi menggunakan air panas rentan mengalami kulit kering. Jadi, perlu memakai losion 4-5 kali sehari.

Namun, ia mengingatkan bagi orang dengan kondisi kulit normal, penggunaan produk terlalu banyak juga tidak otomatis memberikan hasil lebih baik.

“Sebenarnya karena terlalu overuse, terlalu banyak bahan yang digunakan juga enggak disarankan. Mungkin enggak bahaya, tapi enggak menambah benefit,” terang dr. Windy.

Baca juga: Tips Body Care ala Davina Karamoy, Kulit Glowing dan Segar

Vaseline rilis lini Pro Derma berbasis riset 50 tahun

Foto bersama di tengah konferensi pers peluncuran inovasi ?Vaseline Pro Derma? 
(Ki-Ka): dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp. DVE, FINSDV, FAADV ? Ketua PERDOSKI Cabang Jakarta, Dr. dr. Windy Keumala Budianti, SpDVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV ? Kepala Departemen Dermatologi & Venereologi FKUI-RSCM dan Founder Immuno Derma Clinic, Nikita Willy ? Vaseline Pro Derma Muse, Melisa Caroline - Senior Brand Manager Vaseline, Matthew Seal ? Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia Foto bersama di tengah konferensi pers peluncuran inovasi ?Vaseline Pro Derma? (Ki-Ka): dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp. DVE, FINSDV, FAADV ? Ketua PERDOSKI Cabang Jakarta, Dr. dr. Windy Keumala Budianti, SpDVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV ? Kepala Departemen Dermatologi & Venereologi FKUI-RSCM dan Founder Immuno Derma Clinic, Nikita Willy ? Vaseline Pro Derma Muse, Melisa Caroline - Senior Brand Manager Vaseline, Matthew Seal ? Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia

Berangkat dari persoalan skin barrier tubuh yang masih sering terabaikan, Vaseline meluncurkan lini Vaseline Pro Derma yang dikembangkan melalui penelitian selama 50 tahun bersama 300 ahli kulit dari berbagai negara.

Senior Brand Manager Vaseline, Melisa Caroline mengatakan, inovasi tersebut lahir dari pendekatan berbasis sains dan uji klinis yang dilakukan dalam jangka panjang.

“Yang dilakukan selama 50 tahun itu adalah serangkaian uji klinis dan uji dermatologis. Jadi, kenapa memang lama karena terus-menerus di-build, (supaya formulanya) lebih bagus dan lebih baik,” jelas Melisa saat diwawancarai dalam kesempatan yang sama.

Melisa memaparkan bahwa hal yang memotivasi Vaseline untuk mengembangkan produk dengan proses yang memakan waktu puluhan tahun didasarkan pada keinginan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Baca juga: Bersama Vaseline, 9 Pelari Marathon Indonesia Berlaga di Berlin

Rangkaian Vaseline Pro Derma sendiri terdiri dari beberapa varian untuk kebutuhan berbeda, mulai dari moisturizing cream untuk kulit kering kemerahan, brightening lotion untuk kulit kusam, sampai smoothing lotion untuk tekstur kulit kasar seperti berjerawat.

Varian produk Vaseline Pro Derma Moisturizing Cream misalnya, dilengkapi dengan teknologi Pro-Ceramide Complex yang berfungsi memperbaiki skin barrier dan meningkatkan produksi ceramide di dalam tubuh untuk memperkuat skin barrier hingga 27 persen sejak pemakaian pertama.

Aktris Nikita Willy yang turut hadir dalam peluncuran tersebut mengaku mulai lebih memperhatikan skin barrier tubuh sejak berhijab dan rutin beraktivitas padat.

“Dulu aku sangat fokus merawat skin barrier wajah, tapi lama-kelamaan sadar kalau skin barrier tubuh juga butuh perhatian yang sama,” kata Nikita.

Baginya, menjaga kesehatan kulit tubuh kini menjadi bagian dari self-care agar tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Vaseline Body Serum, Rangkaian Perawatan Menyeluruh untuk Kelembaban Maksimal

Tag:  #kulit #tubuh #mudah #kering #gatal #tips #memilih #body #care

KOMENTAR