Menkes Minta Bantuan Perbaikan Rumah Nakes Segera Cair: Enggak Usah Nunggu Februari
Kemenkes memperluas Cek Kesehatan Gratis dengan penanganan medis sebagai tindak lanjut. Tak hanya skrining, fokus kini pada pencegahan dini.(dok. Kemenkes)
13:46
26 Januari 2026

Menkes Minta Bantuan Perbaikan Rumah Nakes Segera Cair: Enggak Usah Nunggu Februari

- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta pencairan bantuan perbaikan rumah rusak untuk tenaga kesehatan (nakes) di wilayah bencana Sumatera segera cair.

Ia meminta pencairannya terakselerasi minggu ini sehingga tidak perlu menunggu sampai Februari 2026.

Permintaan ini disampaikannya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tito Karnavian dalam rapat koordinasi di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

"Kalau bisa ini dicairin minggu ini Pak, Pak Menko, Pak Mendagri, ini akan memberikan contoh sehingga yang lainnya akan lari kejar ini. Karena susah sekali saya koordinasinya, susah," kata Budi, Senin.

Budi mengatakan, rumah-rumah tenaga kesehatan harus cepat diperbaiki agar mereka bisa kembali bekerja tanpa terkendala.

Ia mengakui, banyak tenaga kesehatan yang tidak dapat bekerja optimal lantaran rumahnya pun terendam lumpur dan dalam keadaan berantakan usai bencana.

"Jadi, ini yang kita mau akselerasi dan kita mau dorong ini kalau bisa sebelum puasa Pak. Kita sudah ada by name by address, by photo, by Google Maps location," ucap dia.

Masalah ini diperparah dengan sulitnya mendata rumah-rumah nakes di wilayah bencana.

Ia mendapati sebagian nakes tinggal di rumah sewa sebelum bencana, sebagian lainnya berada di rumah keluarga.

Adapun bantuan biaya yang diberikan untuk perbaikan rumah bervariasi.

Rumah rusak ringan mendapat bantuan Rp 15 juta, rusak sedang mendapat bantuan Rp 30 juta, dan rumah rusak berat akan direnovasi atau mendapat bantuan Rp 60 juta.

"Memang begitu jalan sudah mulai dibantu juga oleh BNPB, masih ada masalah itu rumahnya rumah sewa, itu kan enggak bisa. Kemudian tadi juga rumah omnya atau siapanya, nah itu yang kita beresin. Ini sudah hampir tiap hari karena susah sekali ini koordinasi datanya, Pak Tito juga sudah kasih contoh kan susah sekali," beber Budi.

Budi mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah menyelesaikan pendataan untuk 607 tenaga kesehatan.

Artinya, ratusan nakes itu hanya menunggu pencairan karena data yang disetor sudah lengkap termasuk terkait status rumah dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Secara total, jumlah yang berhasil didata Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencapai 3.200 orang.

"Tapi, alhamdulillah 607 sudah selesai Pak. Jadi, saya berharap kalau bisa daripada nunggu Februari, boleh enggak Pak Tito minggu ini gitu dikeluarkan. Ini SK-nya sudah masuk SK di bupati-wali kota, sudah dicek verifikasi oleh BNPB, sudah diverifikasi oleh Pemda. Ini yang susah sekali Ya Salam, itu koordinasinya minta ampun. Tapi, dari 3.200 sudah berhasil 607," harap Budi.

"Kalau ini bisa cair minggu ini, enggak usah nunggu Februari, ini akan membuat daerah-daerah yang belum ini, merasa 'loh kok dia bisa?', karena nakes ini nanti akan bicara satu sama lain. Kalau ini butuh sekali Pak, kalau bisa minggu ini dicairkan yang 607 itu," sambung dia. 

Tag:  #menkes #minta #bantuan #perbaikan #rumah #nakes #segera #cair #enggak #usah #nunggu #februari

KOMENTAR