Satu Orang Tewas akibat Gempa Sulut, Tertimpa Reruntuhan Gedung KONI
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa tercatat satu korban jiwa akibat gempa M 7,6 di Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Syafii menyampaikan, korban meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara.
"Sampai siang hari ini yang kami dapatkan laporan bahwa telah terevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia," kata Syafii dalam rapat koordinasi bersama BNPB dan BMKG, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis.
"Satu korban dalam kondisi luka (patah kaki) dan saat ini sedang dalam proses pemulihan," ujar dia.
Baca juga: Prabowo Sudah Terima Laporan Gempa Sulut-Malut, Langsung Perintahkan Evakuasi
Syafii mengatakan, sekecil apapun peringatan tsunami harus ditindaklanjuti sesuai aturan sehingga bisa mengantisipasi kecepatan gerakan air.
"Bukan karena ketinggian dari tsunami itu sendiri, kadang-kadang kecepatan gerakan air ini juga kalau tidak kita antisipasi bisa menimbulkan korban," imbuhnya.
Terkait penanganan kondisi selanjutnya, Basarnas menjalankan tugas di bawah koordinator Menko PMK Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto.
"Di mana pada saat nanti setelah diyakinkan setelah kami melaksanakan asesmen seluruh bangunan-bangunan tidak ada korban tentunya ini akan ditindaklanjuti oleh Kepala BNPB beserta jajaran yang ada di BPBD-BPBD dari wilayah-wilayah yang terdampak," kata Syafii.
Baca juga: BMKG: Terjadi 93 Gempa Susulan Usai Gempa Sulut-Malut
Syafii mengatakan, dari penjelasan Kepala BMKG Teuku Faisal, Indonesia memiliki potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi.
"Kita harus sadari bahwa negara kita ini selain dari potensi sumber daya yang luar biasa ternyata menimbulkan kerawanan juga yang luar biasa. Bahkan di-declare bahwa Indonesia merupakan negara nomor tiga yang memiliki potensi bencana terbesar di dunia. Potensi megathrust pun ada di wilayah kita," ucap dia.
Gempa Sulut-Malut
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, pusat gempa berada di koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.
"Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah," ujar Abdul dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
Tag: #satu #orang #tewas #akibat #gempa #sulut #tertimpa #reruntuhan #gedung #koni