Verifikasi IGRS Disetop Sementara Buntut Kebocoran Data Game
Komdigi resmi merilis IGRS di acara IGDX yang berlangsung di Bali, Sabtu (11/10/2025). IGRS adalah sistem rating untuk mengklasifikasi game berdasarkan usia. Ini adalah sistem rating game mandiri di Indonesia.(KOMPAS.com/Yudha Pratomo)
13:46
17 April 2026

Verifikasi IGRS Disetop Sementara Buntut Kebocoran Data Game

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghentikan sementara seluruh proses verifikasi Indonesia Game Rating System (IGRS) menyusul dugaan kebocoran materi gim yang belum dirilis.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana mengatakan, investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem IGRS dilakukan secara menyeluruh, termasuk aspek teknis hingga tata kelola organisasi.

"Sambil menunggu seluruh proses investigasi dan evaluasi ini selesai, kami memutuskan untuk menunda sementara proses verifikasi IGRS secara keseluruhan," kata Sonny di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Heboh Rating Game IGRS di Steam Berujung Investigasi Komdigi

Meski demikian, Sonny menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara dan diambil untuk memastikan sistem verifikasi IGRS ke depan lebih kuat, kredibel, serta dipercaya masyarakat luas dan pelaku industri.

Ia menjelaskan, sejak insiden kebocoran  terjadi, Komdigi telah membentuk tim khusus untuk mengusut persoalan tersebut secara komprehensif.

"Tim ini bekerja menelusuri seluruh aspek mulai dari sistem, proses hingga tata kelolanya, agar kita mendapatkan temuan yang benar-benar obyektif dan komprehensif," kata Sonny.

Komdigi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi industri dan masyarakat, dalam proses investigasi itu.

Baca juga: Komdigi Gelar Investigasi Internal Imbas Rating Game IGRS Janggal

"Karena masukan mereka sangat penting untuk memastikan agar kebijakan yang kita buat tidak hanya kuat secara aturan tetapi juga benar-benar bisa diterapkan di lapangan," kata Sonny.

Selain itu, Komdigi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait perbaikan sistem IGRS.

Sonny menegaskan bahwa IGRS dibangun untuk kepentingan publik, terutama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan kepastian bagi industri gim nasional.

Baca juga: Komdigi: Rating Game IGRS di Steam Janggal dan Ekstrem

"IGRS ini kita bangun murni demi kepentingan publik. Selama ini kita belum punya standar klasifikasi yang jelas bagi industri game di Indonesia," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, muncul laporan beredarnya cuplikan gameplay dari sejumlah gim besar, termasuk 007: First Light serta Echoes of Aincrad milik Bandai Namco.

Kebocoran tersebut diduga berasal dari celah keamanan dalam sistem IGRS, yang membuat materi privat untuk proses klasifikasi bisa diakses publik.

Tag:  #verifikasi #igrs #disetop #sementara #buntut #kebocoran #data #game

KOMENTAR