GKR Hemas Raih KWP Award 2026: Budaya Bukan Cuma Warisan, Tapi Kekuatan Masa Depan
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas, dianugerahi KWP Award 2026 untuk kategori 'Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya Nasional'.
18:52
23 April 2026

GKR Hemas Raih KWP Award 2026: Budaya Bukan Cuma Warisan, Tapi Kekuatan Masa Depan

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas, menegaskan kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi utama bagi persatuan dan kemajuan Indonesia di masa depan. Pernyataan ini disampaikan usai dirinya dianugerahi penghargaan bergengsi KWP Award 2026.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), dalam acara yang berlangsung di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/4).

Gusti Kanjeng Ratu Hemas dinobatkan sebagai 'Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya Nasional'.

Kategori ini diberikan atas dedikasi konsisten sang Ratu Yogyakarta tersebut dalam mengawal isu-isu kearifan lokal dan menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan budaya di ranah legislatif.

Menerima langsung piagam dan trofi di ruang kerjanya, GKR Hemas menyambut apresiasi ini dengan penuh rasa syukur.

Baginya, penghargaan ini merupakan refleksi dari kerja kolektif dalam merawat keberagaman yang ada di Indonesia.

"Saya mengapresiasi pemberian KWP Award 2026 ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mendorong penguatan nilai-nilai budaya dan harmoni dalam kehidupan berbangsa,” kata GKR Hemas, Kamis (23/4/2026).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas, dianugerahi KWP Award 2026 untuk kategori 'Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya Nasional'.Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas, dianugerahi KWP Award 2026 untuk kategori 'Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya Nasional'.

Budaya sebagai Penopang di Era Globalisasi

Isu kebudayaan seringkali dianggap sebagai hal yang kaku. Namun, dalam pandangan GKR Hemas, budaya adalah instrumen paling efektif untuk menjaga harmoni sosial di tengah arus globalisasi dan disrupsi informasi yang sangat cepat.

Ia menekankan, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah aset strategis yang tidak dimiliki bangsa lain.

Oleh karena itu, merawat kearifan lokal menjadi krusial agar bangsa ini tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman.

Hemas juga menyoroti bagaimana nilai-nilai luhur bangsa dapat menjadi filter terhadap dampak negatif perubahan sosial.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai Senator, ia terus mendorong agar kebijakan pembangunan nasional tidak meninggalkan aspek kebudayaan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur atau ekonomi akan terasa hampa jika tidak dibarengi dengan pembangunan karakter bangsa yang berakar pada budaya sendiri.

Peran Strategis Media dan Wartawan Parlemen

Dalam kesempatan yang sama, GKR Hemas memberikan perhatian khusus pada peran media massa.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, media memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk opini publik dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya persatuan.

Ia memuji langkah wartawan parlemen yang tetap konsisten memberikan ruang bagi isu-isu non-politik praktis, seperti kebudayaan.

Menurut Hemas, kolaborasi antara pembuat kebijakan (legislator dan senator) dengan insan pers adalah kunci untuk mengarusutamakan narasi positif tentang kebangsaan.

Wartawan parlemen memiliki posisi strategis untuk menjembatani pesan-pesan dari Senayan agar sampai ke masyarakat luas dengan cara yang informatif dan edukatif.

“Peran media, khususnya wartawan parlemen, sangat penting dalam menyuarakan isu-isu kebudayaan dan memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat,” ucapnya.

KWP Award: Apresiasi untuk Kontribusi Nyata

KWP Award 2026 bukan sekadar ajang seremonial tahunan. Penghargaan ini merupakan bentuk penilaian objektif dari para jurnalis yang setiap hari meliput di lingkungan DPR, MPR, dan DPD RI.

Para penerima penghargaan dipilih berdasarkan kontribusi nyata, fungsi representasi yang kuat, serta dampak positif yang dirasakan langsung oleh konstituen di daerah maupun masyarakat luas.

Dengan diterimanya penghargaan ini oleh GKR Hemas, diharapkan muncul gelombang kesadaran baru di kalangan pejabat publik untuk lebih peduli pada isu-isu kemanusiaan, harmoni, dan pelestarian adat istiadat.

Hemas berharap, agar langkahnya ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak, terutama kaum perempuan dan generasi muda, untuk berani tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas nasional.

Ia percaya bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kemampuannya untuk bersatu dalam perbedaan. Budaya, menurutnya, adalah bahasa universal yang mampu mencairkan ketegangan politik dan mempererat tali persaudaraan antarwarga negara.

"Ketika budaya kita hidup dan berkembang, di situlah jati diri bangsa semakin kokoh. Dari situ pula lahir kekuatan untuk bersatu, saling menghargai, dan membangun masa depan Indonesia yang berkarakter,” tutupnya.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #hemas #raih #award #2026 #budaya #bukan #cuma #warisan #tapi #kekuatan #masa #depan

KOMENTAR