Stok Beras Bulog Capai 4,95 Juta Ton, Pemerintah Soroti Capaian Pangan
Ilustrasi beras. Daftar Produk AS yang Dibeli Indonesia Imbas Perjanjian Dagang, Ada Beras hingga Jagung (Freepik/zirconicusso)
21:14
23 April 2026

Stok Beras Bulog Capai 4,95 Juta Ton, Pemerintah Soroti Capaian Pangan

Ilustrasi beras.Dok. Freepik Ilustrasi beras.

Polemik terkait klaim swasembada pangan Indonesia kembali mencuat di ruang publik.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memaparkan sejumlah data resmi terkait produksi hingga stok beras nasional.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alam Syah menegaskan, klaim swasembada pangan tidak disampaikan tanpa dasar.

Baca juga: Amran Bawa Pengkritiknya Lihat Gudang Beras, Cerita Lawan Middleman Mafia Pangan

Ilustrasi beras. freepik.com Ilustrasi beras.

“Ini bukan retorika, bukan klaim kosong, melainkan angka-angka resmi dari lembaga negara yang kredibel dan terbuka,” ujar Andi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi pada 2025 mencapai 11,32 juta hektare atau meningkat 12,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, produksi padi dalam bentuk gabah kering panen (GKP) tercatat mencapai 71,95 juta ton atau naik 13,29 persen secara tahunan.

Menurut Andi, peningkatan produksi tersebut didorong strategi intensifikasi pertanian yang dilakukan pemerintah.

Baca juga: Beras Bulog 5 Juta Ton, Amran: Bisa Kita Ekspor 500.000 Ton

“Peningkatan produksi ini merupakan hasil dari intensifikasi pertanian, mulai dari peningkatan indeks pertanaman, perbaikan irigasi, hingga pemanfaatan teknologi,” katanya.

Produksi beras surplus

Pemerintah juga mengacu pada proyeksi BPS yang memperkirakan produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,77 juta ton.

Di sisi lain, kebutuhan konsumsi beras nasional berada di kisaran 31,1 juta ton per tahun.

Ilustrasi beras.DOK. Humas Kementan Ilustrasi beras.

Dengan perbandingan tersebut, pemerintah menyebut terdapat surplus produksi beras secara nasional, yang menjadi salah satu dasar klaim swasembada pangan.

Baca juga: Amran Umumkan Stok Beras Bulog Capai 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selain itu, pemerintah menyampaikan sepanjang 2025 tidak ada impor beras medium untuk konsumsi masyarakat.

Andi menjelaskan, impor beras medium yang tercatat pada awal 2025 merupakan sisa kontrak tahun sebelumnya, bukan kebijakan impor baru.

“Impor beras medium yang tercatat di awal 2025 merupakan sisa kontrak tahun sebelumnya, bukan kebijakan impor baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, impor yang masih berlangsung hanya untuk beras premium atau kebutuhan industri tertentu.

Baca juga: Bapanas Klaim 11 Pangan Surplus, Stok Beras Bakal Tembus 16 Juta Ton

Stok beras Bulog capai 4,95 juta ton

Dari sisi cadangan pemerintah, Perum Bulog mencatat stok beras per 18 April 2026 mencapai sekitar 4,95 juta ton.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, stok tersebut dapat diverifikasi secara langsung karena tersimpan secara fisik di ribuan gudang di berbagai wilayah Indonesia.

“Stok ini tersimpan secara fisik di ribuan gudang di seluruh Indonesia dan terbuka untuk diperiksa publik,” ujar Ahmad.

Menurut dia, Bulog juga membuka akses bagi masyarakat maupun akademisi yang ingin melihat langsung kondisi cadangan beras pemerintah.

Baca juga: Kementan Cari Cara Simpan Kelebihan Stok Pangan Nasional, Ada Beras, Jagung, dan Daging Ayam

Pemerintah memandang besarnya stok tersebut menjadi salah satu indikator penguatan ketahanan pangan nasional.

Produksi RI disebut terbesar di ASEAN

Ilustrasi beras.  PIXABAY/MOHD SYAHIDEEN OSMAN Ilustrasi beras.

Selain data domestik, pemerintah turut mengacu pada proyeksi global dari Food and Agriculture Organization (FAO).

Lembaga itu memproyeksikan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton.

Menurut pemerintah, capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN, melampaui Vietnam dan Thailand.

Baca juga: Stok Beras Melimpah, Stafsus Mentan: Kita Kesulitan Menyimpan...

Data itu disebut menjadi salah satu penguat narasi bahwa produksi pangan nasional berada dalam tren meningkat.

Menurut dia, penghitungan produksi tidak hanya didasarkan pada luas baku sawah, tetapi juga mempertimbangkan intensitas tanam dan produktivitas yang berkembang.

Pemerintah menilai pendekatan tersebut penting dipahami agar pembacaan terhadap data produksi tidak parsial.

Tag:  #stok #beras #bulog #capai #juta #pemerintah #soroti #capaian #pangan

KOMENTAR