Menhaj kepada Petugas Haji: Ini Misi Suci, Hindari Ucapan Kasar dan Guyonan Vulgar
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf memberi sambutan sebelum melepas 200 orang PPIH Daerah Kerja (Daker) Mekkah, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
08:48
24 April 2026

Menhaj kepada Petugas Haji: Ini Misi Suci, Hindari Ucapan Kasar dan Guyonan Vulgar

- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) memberikan pesan saat melepas 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Mekkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026).

Gus Irfan mengingatkan bahwa menjadi petugas haji, di mana pun ditempatkan, bukanlah keistimewaan untuk berleha-leha, melainkan amanah dari negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Petugas haji, khususnya penempatan di kota suci Mekkah, merupakan tugas yang paling besar dan berat karena kota tersebut menjadi pusat berkumpulnya jemaah dari seluruh dunia.

Baca juga: Petugas Haji Diminta Tak Merokok dan Berguyon Vulgar di Depan Jemaah

Maka dari itu, petugas haji tidak hanya sekadar melayani, tetapi juga mencakup tugas kemanusiaan yang harus dijalani dengan sabar, santun, dan penuh empati.

Tidak berucap kasar

Petugas haji dilarang keras berucap kasar kepada jemaah.

Menhaj memperingatkan jangan sampai melukai batin jemaah.

"Hindari ucapan kasar, nada tinggi, sikap meremehkan, atau tindakan yang menimbulkan luka batin bagi jemaah," kata Gus Irfan, di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis.

Ia menuturkan, beberapa jemaah mungkin segan menyampaikan keluh kesahnya karena tidak ingin merepotkan.

Karena itu, petugas haji harus memiliki sikap inisiatif untuk mendekati jemaah yang seringkali merasa cemas atau bingung saat tiba di Tanah Suci.

"Yang lebih utama adalah kita sendiri, para petugas harus mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan menghadapi jemaah yang beraneka ragam," ucap dia.

Petugas haji harus menjaga integritas selama bertugas, bukan justru menyalahgunakan kewenangan yang telah diberikan untuk kepentingan pribadi.

"Jaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Jangan menyalahgunakan kewenangan, jangan mencari keuntungan pribadi, jangan mengambil jalan pintas yang menyalahi aturan," tutur Gus Irfan.

Dilarang merokok dan berguyon vulgar

Salah satu sikap yang harus dijaga petugas haji adalah kebiasaan merokok dan berguyon yang sering kali kebablasan dilakukan di depan jemaah.

"Sesuaikan dengan situasi di sana, aturan di sana, dan terutama sesuaikan dengan jemaah. Jangan merokok di depan jemaah. Cari tempat yang diperbolehkan dan jauh dari jemaah," pesan Menhaj.

Ia mengingatkan petugas agar tidak melemparkan guyonan vulgar di depan jemaah haji.

"Kebiasaan guyon mungkin sesama petugas sering guyon bercanda dengan sangat vulgar, batasi, hindari selama di depan jemaah," ucap dia.

Meski aturan-aturan tersebut tidak tertulis, tetapi Irfan meminta seluruh petugas haji daker tugas Mekkah dan Madinah, untuk menjaga ucapan dan tindakan dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Banyak aturan yang memang tidak tertulis tetapi secara umum pasti kalian semua sudah paham apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan," tutur dia.

Tidak ada izin pulang

Petugas haji diberangkatkan lebih awal dan dipastikan pulang paling akhir setelah seluruh jemaah haji Indonesia selesai dipulangkan.

Gus Irfan menegaskan larangan keras bagi petugas untuk pulang lebih awal atau izin meninggalkan tugas sebelum operasional selesai.

Baca juga: Kepada Petugas Haji, Menhaj: Jangan Berucap Kasar yang Melukai Batin Jemaah

"Saya sudah sampaikan, tidak ada izin untuk pulang lebih awal. Berangkat sesuai jadwal, pulang sesuai jadwal," tegas dia.

Petugas haji diwajibkan berkomitmen dan tidak boleh mengajukan percepatan pulang dari jadwal yang telah ditentukan dengan alasan apapun.

Jika memang petugas merencanakan pulang lebih awal untuk alasan pribadi, sebaiknya tidak perlu mengemban tugas yang mulia ini.

"Tidak ada izin pulang lebih awal apapun alasannya. Kalau masih merencanakan pulang lebih awal lebih baik tidak berangkat hari ini," ucap dia.

Menhaj menyebut, petugas haji adalah garda terdepan dan wakil resmi negara dalam memberikan pelayanan serta pelindungan jemaah di Arab Saudi.

"Apapun yang Bapak Ibu lakukan jika positif memberikan nilai positif kepada negara kepada bangsa, jika negatif akan memberikan citra negatif kepada bangsa dan negara," kata dia.

Misi suci untuk bangsa dan negara

Pesan senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak ketika melepas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah atau 2026 Masehi Daker Bandara dan Madinah yang berangkat pada Jumat (17/4/2026) lalu.

"Ini adalah misi suci buat diri anda semuanya, buat keluarga anda, buat bangsa dan tentu buat agama. Ini adalah kebanggaan yang harus kita tunaikan. Hari ini anda akan berangkat, ada harapan dari banyak orang," ujar Dahnil, di Asrama Haji Jakarta.

Ia mengingatkan petugas haji untuk tidak mengkhianati harapan jemaah yang rela menabung bertahun-tahun hingga menjual tanah dan sawah demi menunaikan ibadah haji.

"Sebagian besar jemaah itu menjual tanahnya, jual sawahnya, bahkan mereka menabung selama masa hidupnya untuk bisa naik haji. Jangan mengkhianati harapan mereka untuk bisa menunaikan naik haji dengan baik," ujar Dahnil.

Baca juga: Pesan kepada Petugas Haji 2026: Utamakan Jemaah, Jangan Mencari Keuntungan Pribadi

Wamenhaj meminta para petugas haji memantapkan hati dengan iktikad baik bahwa tugas ini dijalani demi ibadah untuk melayani tamu-tamu Allah.

"Iktikadkan secara kuat bahwasanya kita semuanya ingin menunaikan ibadah melalui jalan petugas haji. Kita ingin melayani jemaah haji. Kita ingin memastikan misi haji Republik Indonesia itu sukses," tutur dia.

Presiden RI Prabowo Subianto, kata Dahnil, menaruh harapan besar kepada petugas jemaah supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik.

PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji sehingga amanah besar dari masyarakat yang tidak boleh dikhianati.

"Banyak harapan dititipkan pada kita. Ujung tombak dari suksesnya haji 2026 ini adalah Anda semuanya," tutur dia.

Tag:  #menhaj #kepada #petugas #haji #misi #suci #hindari #ucapan #kasar #guyonan #vulgar

KOMENTAR