Wakil Kepala BGN Bantah Kematian Balita di Cianjur Jabar Dampak Makan MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang.(DOK. Humas BGN)
07:54
27 April 2026

Wakil Kepala BGN Bantah Kematian Balita di Cianjur Jabar Dampak Makan MBG

- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang membantah adanya kabar seorang balita di Cianjur yang meninggal dunia karena program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG," tegas Nanik dalam keterangan pers, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Wamentan Janji MBG Siap Serap Hasil Ternak Lokal: Kami Tak Mungkin Impor Daging Ugal-ugalan

Nanik menjelaskan, makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles kepada penerima manfaat pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama.

Menu yang disajikan pada menu MBG saat itu meliputi mie kecap, telur dadar, susu, dan buah.

"Pada malam harinya serta keesokan pagi, orang tua anak memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri, di luar program MBG," kata Nanik.

Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat balita itu mulai mengalami muntah-muntah.

Nanik menyebut, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April 2026, tidak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.

"Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi," tegasnya.

Baca juga: SPPG Ditutup Sementara Usai 25 Siswa di Sampang Gatal-gatal Diduga karena Konsumsi MBG

Nanik menambahkan, balita tersebut terakhir mengonsumsi MBG pada Selasa, 14 April 2026.

Pada Rabu, 15 April 2026, anak tersebut tidak mengonsumsi MBG karena menolak makan.

Gejala kemudian muncul pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 06.00 WIB, berupa muntah dan diare.

BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ungkap Nanik.

Baca juga: Soal MBG, Zulhas: Tak Perlu Jadi Konten, Sampaikan Langsung Masalahnya agar Diperbaiki

Secara terpisah, ayah sang balita, Sahjanudin (41) juga telah memastikan bahwa kematian anaknya tidak berkaitan dengan Program MBG.

"Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles," ucapnya.

Tag:  #wakil #kepala #bantah #kematian #balita #cianjur #jabar #dampak #makan

KOMENTAR