Prabowo soal Nilai Tukar Rupiah Rendah: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dollar
Presiden Prabowo Subianto saat menyapa warga yang memadati jalan raya di dekat lokasi peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026)()
13:54
16 Mei 2026

Prabowo soal Nilai Tukar Rupiah Rendah: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dollar

- Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi santai kekhawatiran sejumlah pihak terkait kondisi ekonomi nasional dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Dalam pidato peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menilai masyarakat kecil, terutama di desa, tidak terlalu terdampak langsung oleh gejolak kurs dollar.

“Rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” ujar Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu.

Mulanya, Prabowo memaparkan upaya pemerintah memperbaiki hubungan dengan sejumlah negara tetangga dan mitra internasional sebagai bagian dari pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.

“Jadi saya perbaiki hubungan sama Singapura, perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan kita selesaikan. Dengan Vietnam kita selesaikan. Sama Tiongkok kita perbaiki,” ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo Ungkap 9.000 Lebih Gedung Kopdes Sudah Siap: Ini Prestasi Bangsa Indonesia

Ia juga menyebut kondisi di wilayah Natuna kini lebih kondusif setelah hubungan Indonesia dengan China membaik.

Selain itu, Prabowo mengatakan pemerintah juga terus menjaga hubungan baik dengan Malaysia, Papua Nugini, Australia, hingga Thailand.

“Sama Malaysia saya berusaha insya Allah kita selesaikan dengan baik. Sama PNG kita baik. Sama Australia kita baik, semua tetangga. Sama Thailand kita baik,” ujarnya.

Menurut Prabowo, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan politik luar negeri yang diwariskan para pendiri bangsa.

Akan tetapi, Prabowo mengaku keheranan dengan pihak-pihak yang kerap memprediksi Indonesia akan mengalami krisis.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak ngerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos,” ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih: Presiden Suka Angka Delapan

Prabowo pun menegaskan kondisi pangan dan energi nasional masih aman di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar dia.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan para pemimpin dan elite negara agar tetap setia kepada kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Tapi para unsur pimpinan yang harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia,” kata Prabowo.

Ia juga menyinggung adanya elite yang menurutnya kerap berbicara soal nasionalisme, tetapi tidak berpihak kepada rakyat setelah memiliki kekuasaan.

“Banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas. Begitu punya kekuasaan, tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.500 per dollar AS.

Baca juga: Prabowo Klaim Gaji Hakim RI Kini Salip Malaysia: Hakim Junior Naik Hampir 300 Persen

Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dibanding krisis moneter 1998.

Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat sehingga pelemahan rupiah diyakini bisa segera diperbaiki.

“Enggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahannya di mana dan bisa kita betulin. Kita enggak akan sejelek seperti 98 lagi,” ujar Purbaya di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (16/5/2026).

Purbaya mengatakan, upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah memang menjadi kewenangan bank sentral, yakni Bank Indonesia.

Meski demikian, Kementerian Keuangan juga menyiapkan langkah untuk membantu memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

Tag:  #prabowo #soal #nilai #tukar #rupiah #rendah #rakyat #desa #enggak #pakai #dollar

KOMENTAR