Pimpinan Baru BGN Diminta Perkuat Pengawasan Tata Kelola MBG
- Ekonom Universitas Paramadina sekaligus Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Handi Risza meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, berbagai persoalan MBG dapat berangsur diatasi jika adanya pengawasan yang baik dari hulu ke hilir.
"Kuncinya ada pada sistem pengawasan yang ketat terhadap dapur umum dan mitra penyedia makanan dari hulu ke hilir," ujar Handi dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: BGN Bakal Batasi Jumlah Dapur MBG, Cukup Enam per Kecamatan
Pergantian kepemimpinan BGN, kata Handi, harus menjadi momen evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, indikator utama kesuksesan program MBG adalah higienitas dan pemenuhan gizi riil, bukan sekadar kecepatan menghabiskan anggaran belanja negara.
"Reformasi total manajemen dan disiplin ketat terhadap penegakan Standard Operating Procedure (SOP). Pelanggaran SOP di internal BGN harus segera dibersihkan demi menjaga integritas distribusi makanan di lapangan," ujar Handi.
Keputusan Presiden Prabowo merombak struktur pimpinan BGN dinilai sebagai langkah korektif yang tepat.
Baca juga: Dorongan Reformasi Total Tata Kelola Program MBG
Ia menilai, Prabowo mendengar masukan dari banyak pihak terkait banyaknya persoalan dalam program MBG.
"Evaluasi total ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mengutamakan keselamatan anak sekolah di atas segalanya dan sekaligus memperbaiki tata kelola BGN yang dinilai memiliki banyak kelemahan," ujar Handi.
Tegasnya, besarnya alokasi anggaran untuk program MBG menjadi pertaruhan besar bagi pemerintah.
Baca juga: 4 Prioritas Nanik sebagai Kepala BGN: Refocusing Penerima MBG hingga Moratorium SPPG
Tentu dengan anggaran yang besar, ia berharap program MBG dijadikan sebagai sumber bancakan baru.
"Langkah perombakan ini diharapkan juga akan memperbaiki pengelolaan anggaran MBG," ujar Handi.
"Oleh sebab itu, manajemen baru punya tanggung jawab besar, wajib memotong biaya operasional birokrasi yang berlebihan agar porsi anggaran dialokasikan penuh pada kualitas dan kuantitas makanan siswa. Hal ini penting untuk memastikan gizi anak-anak Indonesia meningkat di kemudian hari," sambungnya.
Tag: #pimpinan #baru #diminta #perkuat #pengawasan #tata #kelola