Sikap Teladan Lautaro Martinez di Mata Zielinski Usai Polandia Gagal ke Piala Dunia
Penyerang Inter Milan asal Argentina Lautaro Martinez, merayakan gol bersama Nicolo Barella (kiri), pada laga Serie A Italia antara Genoa dan Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris di Genoa pada 14 Desember 2025.(AFP/MARCO BERTORELLO)
20:14
11 April 2026

Sikap Teladan Lautaro Martinez di Mata Zielinski Usai Polandia Gagal ke Piala Dunia

Gelandang andalan Inter Milan, Piotr Zielinski, baru-baru ini mengungkapkan kekagumannya terhadap sikap kepemimpinan yang ditunjukkan oleh kapten tim, Lautaro Martinez.

Cerita inspiratif tersebut bermula ketika tim nasional Polandia harus menelan pil pahit akibat gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah takluk dari Swedia di partai final play-off.

Di tengah persiapan intens, sang pemuncak klasemen sementara Liga Italia (Serie A ini tengah mematangkan strategi jelang laga tandang menghadapi Como 1907 akhir pekan nanti.

Namun, armada Nerazzurri dipastikan tampil di laga krusial tersebut tanpa kehadiran Lautaro Martinez yang kembali harus menepi ke ruang perawatan akibat cedera betis.

Meski tanpa sang kapten, Zielinski menegaskan bahwa Inter bertekad menyapu bersih dua trofi domestik yang tersisa musim ini.

Baca juga: Inter Milan Intip Peluang Transfer Gelandang Como 1907

Kemenangan telak 5-2 atas AS Roma pekan lalu menjadi titik balik kembalinya mentalitas pemenang skuad, memutus rantai tiga pertandingan tanpa kemenangan.

Momen tersebut juga menjadi ajang pelepasan beban bagi para pemain yang negaranya, termasuk Italia dan Polandia yang terjegal di kualifikasi.

Italia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 usai kalah 1-4 dari Bosnia-Herzegovina di babak adu penalti, usai bermain imbang 1-1. Sementara Polandia harus kalah 2-3 dari Swedia.

“Masih ada tujuh pertandingan yang harus dilalui. Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk merebut gelar juara. Kondisi kami sedang prima,” kata Zielinski kepada Corriere dello Sport.

Lebih jauh, ia menjelaskan dinamika ruang ganti saat para pemain kembali berkumpul.

“Setelah jeda, antara sesi latihan dan pertandingan melawan Roma, langsung terlihat jelas bahwa ada sesuatu yang berubah," lanjutnya.

"Semua orang kembali dengan energi yang tepat. Dan mereka yang baru saja mengalami kekecewaan bersama tim nasional mereka melupakan hal itu.”

Baca juga: Lompatan Besar Inter Milan demi Rekan Jay Idzes di Sassuolo

Para pemain dikabarkan sempat melakukan evaluasi internal yang mendalam.

Piotr Zielinski merayakan gol dengan Hakan Calhanoglu dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Hellas Verona vs Inter Milan di Stadion Bentegodi di Verona, pada 2 November 2025. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)AFP/PIERO CRUCIATTI Piotr Zielinski merayakan gol dengan Hakan Calhanoglu dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Hellas Verona vs Inter Milan di Stadion Bentegodi di Verona, pada 2 November 2025. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)

“Ini selalu menjadi momen berharga. Kami perlu membicarakan semuanya. Kami mengatakan pada diri sendiri bahwa untuk benar-benar menang, kami harus mengubah strategi dan mempercepat laju,” ungkap Zielinski.

Ia menambahkan bahwa kegagalan di kancah internasional justru diubah menjadi bahan bakar.

“Kekecewaan terhadap tim nasional harus berubah menjadi motivasi tambahan untuk memenangkan gelar. Kemenangan telah menjadi tujuan kami sejak awal musim.”

Pesan Berharga dari Sang Kapten

Absennya kapten tim selama dua pekan ke depan tentu menjadi kerugian.

Namun, bagi Zielinski, kontribusi sang penyerang Argentina itu tak hanya sebatas gol di lapangan, melainkan dukungan emosional yang luar biasa bagi rekan setimnya.

“Dia adalah seorang pemimpin dan teladan. Kehadirannya sangat penting, sekaligus pemain kunci,” kata Zielinski memuji rekan setimnya.

“Dia adalah juara di lapangan dan juga orang yang istimewa di luar lapangan. Tepat setelah kekalahan Polandia dari Swedia, dia mengirimkan pesan penyemangat untuk membangkitkan semangat saya sebelum saya kembali ke Milan."

"Dia melakukan hal yang sama dengan para pemain Italia. Ini adalah hal-hal kecil namun penting yang mengubah pola pikir Anda. Pada saat itu, Anda ingin memberikan segalanya untuknya, untuk tim, dan untuk klub,” tegasnya.

Baca juga: Alessandro Bastoni Mulai Ragu Tinggalkan Inter Milan demi Barcelona

Fokus Trofi Domestik dan Kepercayaan Pelatih Baru

Selain perburuan takhta Scudetto, skuad La Beneamata juga masih berjuang di babak semifinal Coppa Italia.

Mereka berusaha mengalihkan fokus usai secara mengejutkan tersingkir dari kompetisi Eropa pada Februari lalu.

“Saya ingin menegaskan bahwa kami tidak meremehkan Bodo/Glimt,” bantah Zielinski.

“Kita semua mengingat kemenangan mereka melawan Atletico Madrid dan Manchester City. Ada masalah dengan kondisi lapangan di Norwegia, tetapi kita tentu bisa berbuat lebih banyak."

"Pada leg kedua di San Siro, kami yakin bisa bangkit kembali. Sayangnya, ini bagian dari sepak bola. Setahun yang lalu, kami hampir memenangkan hampir semuanya, dan pada akhirnya, kami tidak mendapatkan apa-apa."

"Mari kita tinggalkan kekecewaan Eropa di belakang kita dan fokus pada dua trofi yang bisa dan harus kita menangkan,” tutup Piotr Zielinski.

Tag:  #sikap #teladan #lautaro #martinez #mata #zielinski #usai #polandia #gagal #piala #dunia

KOMENTAR