Presiden FA Norwegia Desak FIFA Hapus Hadiah Perdamaian untuk Donald Trump
Gelombang kritik keras kembali menerjang Federasi Sepak Bola Internasional, FIFA, terkait pemberian penghargaan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, secara terbuka mendesak agar Hadiah Perdamaian FIFA segera dihapuskan.
Menurutnya, penganugerahan gelar tersebut kepada pemimpin negara seperti Donald Trump telah mencederai integritas organisasi olahraga dari intervensi politik praktis.
Keputusan Gianni Infantino selaku Presiden badan sepak bola dunia untuk memberikan penghargaan perdana ini pada Desember lalu saat pengundian Piala Dunia 2026 memicu kontroversi global.
Banyak pihak menilai langkah ini hanyalah upaya memberikan "hadiah hiburan" bagi Donald Trump yang dalam berbagai kesempatan mengklaim dirinya layak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Baca juga: Oman Umumkan Bakal Tantang Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
Lise Klaveness menegaskan bahwa pembentukan penghargaan ini tidak memiliki landasan hukum yang kuat di internal federasi.
Federasi sepak bola Norwegia secara resmi mempertanyakan legitimasi penghargaan tersebut dan menuntut komite etik untuk melakukan investigasi mendalam terhadap kebijakan Gianni Infantino.
“Tentu saja. Kami mengkritik pembentukannya. Penghargaan itu tidak memiliki dasar dalam Kongres FIFA,” ujar Klaveness dikutip dari Give Me Sport, Selasa (28/4/2026).
"Penghargaan itu tidak memiliki legitimasi, dan jelas berada di luar mandat FIFA. Sangat serius bahwa penghargaan politik diperkenalkan tanpa dasar apa pun."
Klaveness juga menambahkan bahwa dewan direksi NFF telah sepakat untuk membawa masalah ini ke ranah hukum internal organisasi.
“Kami membahas hal itu dalam rapat dewan. Kami sedang menilainya sedemikian rupa sehingga kami akan mendukungnya, dan kami akan mengirimkan surat kepada FIFA dan meminta komite etik untuk mempertimbangkan pengaduan ini,” lanjutnya.
Tekanan dari Kelompok Hak Asasi Manusia
Baca juga: Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp39,7 Miliar, FIFA Cuan Fantastis
Selain dari pihak Norwegia, kelompok kampanye hak asasi manusia FairSquare juga telah melayangkan surat pengaduan resmi.
Mereka menuduh adanya pelanggaran nyata terhadap aturan netralitas yang selama ini dijunjung tinggi oleh badan sepak bola tersebut.
Dalam suratnya, FairSquare menyatakan: “Pemberian penghargaan semacam ini kepada seorang pemimpin politik yang sedang menjabat, dengan sendirinya, merupakan pelanggaran nyata terhadap kewajiban netralitas FIFA.”
“Presiden FIFA tidak memiliki wewenang untuk secara sepihak mendikte misi, arah strategis, kebijakan, dan nilai-nilai organisasi.”
Pembelaan Gianni Infantino
Meskipun ditekan dari berbagai sudut, Gianni Infantino tetap pada pendiriannya dan membela keputusan untuk menghargai kontribusi presiden Amerika Serikat tersebut.
Ia menilai bahwa upaya apa pun untuk perdamaian dunia layak mendapatkan apresiasi, terlepas dari reaksi keras publik.
Baca juga: FIFA Tak Punya Rencana Tunjuk Italia Ganti Iran ke Piala Dunia
“Apa pun yang dapat kita lakukan untuk membantu perdamaian di dunia, kita harus melakukannya, dan karena alasan ini, untuk beberapa waktu kami memikirkan [apakah] kami harus melakukan sesuatu untuk memberi penghargaan kepada orang-orang yang melakukan sesuatu,” terang Infantino dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Tag: #presiden #norwegia #desak #fifa #hapus #hadiah #perdamaian #untuk #donald #trump