Sejarah Kelam Trofi Piala Dunia: Dicuri Nazi, Ditemukan Anjing, hingga Dilebur Pencuri
Piala Dunia FIFA 2026 yang akan segera digelar di kawasan Amerika Utara tidak hanya menjanjikan persaingan ketat 48 negara, tetapi juga perebutan sebuah mahakarya paling sakral di dunia olahraga.
Menyitat laman FIFA, di balik kemilau emasnya yang selalu diangkat tinggi oleh legenda seperti Lionel Messi hingga Diego Maradona, Trofi Piala Dunia ternyata menyimpan sejarah liar layaknya naskah film aksi Hollywood.
Fakta bahwa piala ini pernah disembunyikan dari incaran tentara Nazi hingga dicuri dan ditemukan oleh seekor anjing peliharaan membuat nilai magisnya jauh melampaui sekadar trofi biasa.
Era Trofi Jules Rimet yang Penuh Intrik
Jules Rimet. (Shutterstock)Edisi pertama trofi bergengsi ini diperkenalkan pada tahun 1930 ketika FIFA meluncurkan turnamen perdananya di bawah kepemimpinan presiden visioner, Jules Rimet.
Awalnya, trofi tersebut hanya diberi nama Victory sebelum akhirnya diubah menjadi Trofi Jules Rimet sebagai bentuk penghormatan atas jasanya dalam melahirkan kompetisi akbar itu.
Pematung asal Prancis, Abel Lafleur, merancang piala tersebut dengan wujud Nike, dewi kemenangan Yunani kuno, yang sedang mengangkat cawan tinggi-tinggi.
Trofi yang terbuat dari perak murni berlapis emas dengan dudukan batu lapis lazuli ini pertama kali dimenangkan oleh Uruguay selaku tuan rumah.
Namun, seiring waktu, Trofi Jules Rimet tidak hanya menjadi hadiah eksklusif bagi sang juara, tetapi juga berubah menjadi relik sejarah yang berpindah-pindah tempat dengan cara tak terduga.
Disembunyikan di Kotak Sepatu dan Jasa Anjing Pickles
Penyerang Brasil Pele tersenyum saat ia memegang Piala Jules Rimet setelah Brasil mengalahkan Italia 4-1 di final Piala Dunia 1970 di Mexico City pada 21 Juni 1970. [STF / AFP]Pada masa krisis World War II, seorang pejabat sepak bola Italia bernama Ottorino Barassi melakukan aksi nekat untuk menyelamatkan trofi tersebut dari rampasan musuh.
Ia diam-diam menyembunyikan piala itu di dalam kotak sepatu di bawah tempat tidurnya di kota Rome agar tidak jatuh ke tangan tentara Nazi.
Drama kembali terjadi beberapa bulan menjelang kick-off 1966 FIFA World Cup ketika trofi itu dicuri saat dipamerkan kepada publik di Inggris.
Beruntung, piala tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi terbungkus koran di bawah semak-semak taman di London Selatan oleh seekor anjing peliharaan bernama Pickles.
Sayangnya, kisah bahagia itu tidak bertahan lama. Setelah Brazil berhak menyimpan Trofi Jules Rimet secara permanen usai menjuarai Piala Dunia ketiga mereka pada 1970, trofi tersebut kembali dicuri pada 1983.
Hingga kini, trofi legendaris itu diyakini telah dilebur oleh para pencurinya karena tidak pernah ditemukan lagi.
Lahirnya Simbol Baru Piala Dunia
Sebelum insiden pencurian di Brasil terjadi, FIFA sebenarnya sudah menginisiasi desain trofi baru untuk era modern.
Seniman asal Italia, Silvio Gazzaniga, menciptakan trofi setinggi 36 sentimeter yang dicetak menggunakan emas 18 karat.
Desain yang menampilkan dua sosok manusia sedang mengangkat planet Bumi tersebut dianggap berhasil menangkap esensi sepak bola sebagai pemersatu dunia.
West Germany menjadi negara pertama yang mengangkat trofi baru tersebut pada tahun 1974 sebelum kemudian direbut Argentina empat tahun berselang.
Sejak saat itu, trofi modern Piala Dunia terus berpindah tangan menjadi simbol kejayaan negara-negara besar seperti Germany, Italy, France, hingga Spain.
Aturan Ketat FIFA dan Pengecualian Nelson Mandela
Berbeda dengan era Trofi Jules Rimet, trofi modern Piala Dunia tidak akan pernah lagi dimiliki permanen oleh negara juara.
Tim pemenang hanya diizinkan mengangkat trofi asli saat seremoni penyerahan sebelum ditukar dengan replika berlapis emas bernama FIFA World Cup Winners' Trophy.
Satu-satunya pengecualian istimewa terjadi pada tahun 2010 ketika replika resmi trofi diberikan kepada Nelson Mandela menjelang 2010 FIFA World Cup.
Bahkan, untuk menyentuh trofi asli saja FIFA memiliki aturan yang sangat ketat.
Hanya mantan juara Piala Dunia, kepala negara, dan pejabat resmi FIFA yang diperbolehkan menyentuh trofi tersebut secara langsung.
Menuju Piala Dunia 2026
Kini, Trofi Piala Dunia tetap berdiri megah sebagai simbol pamungkas kejayaan, keabadian, dan harga diri sebuah bangsa di atas lapangan hijau.
Pada musim panas 2026 mendatang, trofi suci itu kembali diperebutkan oleh 48 negara dalam turnamen yang digelar bersama oleh United States, Canada, dan Mexico.
Timnas Argentina akan datang dengan misi mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada 2022 demi menyamai koleksi empat trofi milik Jerman dan Italia.
Tag: #sejarah #kelam #trofi #piala #dunia #dicuri #nazi #ditemukan #anjing #hingga #dilebur #pencuri