Hasil Banding Persipura: Hukuman Laga Tanpa Penonton Dipangkas, Denda Membengkak
Persipura Jayapura akhirnya mendapatkan kejelasan terkait status sanksi mereka dari Komite Disiplin PSSI.
Hukuman tersebut merupakan imbas dari kericuhan yang pecah seusai laga play-off promosi Super League pada hari Jumat (8/5/2026) lalu.
Melalui Surat Keputusan bernomor 003/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/V/2026 yang diterbitkan pada 29 Mei 2026, Komite Banding memberikan sedikit angin segar bagi skuad Persipura Jayapura.
Tim berjuluk Mutiara Hitam ini kini diizinkan untuk menghadirkan penonton saat bertindak sebagai tuan rumah di putaran kedua kompetisi Championship Liga 2 2026-2027.
Pada vonis awalnya, tim asal Papua ini dijatuhi sanksi larangan menggelar laga kandang dengan kehadiran suporter selama satu musim kalender penuh.
Baca juga: HUT ke-63 Persipura: Momentum Kebangkitan Menuju ke Super League
Selain hukuman pembatasan massa, mereka juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp30 juta. Keputusan awal tersebut tercatat secara resmi.
"Merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) dan lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025," demikian bunyi keputusan Komdis PSSI.
"Klub Persipura Jayapura diberikan sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah selama satu (1) musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada Tahun 2026/2027."
"Denda sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah). Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat."
Merasa keberatan dengan putusan tersebut, pihak manajemen kemudian melayangkan nota banding.
Mereka berargumen bahwa penutupan stadion secara total bagi pendukung bukanlah jalan keluar yang ideal untuk jangka panjang.
Klub juga menegaskan bahwa standar operasional pengamanan telah diterapkan sesuai regulasi sebelum kick-off dimulai.
Baca juga: Respons Persipura Jayapura Usai Dijatuhi Sanksi Berat Komdis PSSI
Manajemen juga berjanji untuk bersikap kooperatif serta terus mengedukasi suporter guna melakukan langkah preventif agar tragedi serupa tidak terulang.
Penonton turun ke lapangan saat terjadi kericuhan seusai pertandingan babak play-off Pegadaian Championship 2025-2026 atau Liga 2 antara Persipura Jayapura lawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).
Hukuman Berkurang, Denda Melambung
Permohonan banding yang diajukan pada akhirnya diterima oleh federasi sepak bola Indonesia, meski tidak dikabulkan seluruhnya.
Sanksi laga tertutup selama satu musim penuh dipangkas menjadi hanya berlaku pada paruh pertama saja.
Memasuki putaran kedua, suporter bisa kembali mendukung langsung ke stadion, namun dengan catatan area tribune utara dan selatan harus ditutup sebagian.
Namun, keringanan akses ke stadion ini harus dibayar mahal dari sisi finansial.
Nominal denda yang harus ditanggung justru melonjak drastis, dari yang semula Rp30 juta meroket menjadi Rp200 juta.
Baca juga: Jawaban Rahmad Darmawan Saat Ditanya Masa Depan Bersama Persipura
Kenaikan denda ini dilandasi oleh penilaian keras Komite Banding terhadap dampak insiden tersebut.
“Kerusuhan yang terjadi telah mencoreng wajah persepakbolaan nasional," demikian isi pertimbangan Komite Banding dalam putusannya.
"Dan menunjukkan kurang optimalnya pembinaan terhadap suporter oleh Klub Persipura Jayapura."
Tag: #hasil #banding #persipura #hukuman #laga #tanpa #penonton #dipangkas #denda #membengkak