Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai
Ilustrasi IGRS. Manajer Riot Games mengkritik IGRS yang rawan bocor. (IGRS.id)
11:24
15 April 2026

Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai

Industri game global heboh pada pekan ini karena pelabelan Indonesia Game Rating System (IGRS) diduga membuat beberapa game AAA terbaru bocor. Manajer Rating Riot Games, Nic McConnell, mengunggah utas khusus dalam menanggapi kasus IGRS.

Ia menilai bahwa jumlah SDM untuk menangani IGRS terbatas dan tak memadai.

Tak hanya itu, Manajer Rating Riot Games turut menyoroti keamanan yang rentan sehingga cuplikan game terbaru rawan bocor.

Hal tersebut memungkinkan 'spoiler' tak resmi yang dapat merugikan pihak developer dan publisher.

Riot Games sendiri terkenal sebagai pembesut game populer seperti League of Legends (PC), VALORANT (FPS PC), League of Legends: Wild Rift (Mobile), Teamfight Tactics, dan masih banyak lagi.

IGRS 'kembali' trending di X pada 14 April lalu, namun sekarang mereka disorot oleh gamer internasional.

Usai IGRS menuai kritik, Steam gunakan platform kategori umur lain. (Steam)Usai IGRS menuai kritik, Steam gunakan platform kategori umur lain. (Steam)

Sebelumnya, IGRS sempat membuat gamer lokal emosi karena game kekerasan dan vulgar memperoleh rating 3+ sementara judul populer lain masuk kategori RC alias tak dapat didistribusikan.

"IGRS baru saja secara tidak sengaja membocorkan lebih dari 1000 email pengembang dan cuplikan gameplay AAA yang belum dirilis. (Perlu dipertimbangkan dengan hati-hati). Saat seseorang sedang membangun antarmuka alternatif untuk IGRS (platform resmi pemerintah Indonesia untuk mengklasifikasikan dan mengatur game), mereka menemukan masalah keamanan yang serius. Situs tersebut tampaknya membiarkan entri game tersembunyi/belum dirilis dapat diakses melalui API publik, sehingga mengekspos sekitar 1.000 email pengembang, termasuk nama-nama besar dari studio AAA dan Hoyoverse. Tidak hanya itu, situs tersebut juga berisi cuplikan gameplay dan detail dari beberapa judul yang belum dirilis, seperti 007 First Light dan Echoes of Aincrad," bunyi keterangan pada postingan Reddit yang viral.

Pernyataan Lengkap Manajer Riot Games ke IGRS

Manajer Rating Riot Games, Nic McConnell baru-baru ini mengunggah utas melalui BlueSky. Ia membagikan pengalaman saat mencoba mendaftarkan game mereka ke IGRS.

Ia menjelaskan, proses penilaian konten di IGRS saat ini masih bersifat manual dan dalam tahap pengembangan. Pengembang diminta mengisi survei serta menyertakan rekaman atau gambar terkait konten seperti kekerasan dan bahasa kasar, yang dikirimkan melalui tautan eksternal.

"Jadi, saya bertanggung jawab untuk menjalankan proses dan strategi IGRS kami di Riot, dan ini merupakan sebuah perjalanan. Cara kerja sistem mereka adalah Anda mengisi survei singkat yang menghasilkan peringkat, dan di samping itu Anda memberikan tautan ke rekaman dan gambar yang relevan untuk hal-hal seperti kekerasan, bahasa kasar, seks, dan lain-lain. Sejauh yang saya tahu, IGRS memproses setiap pengajuan secara manual (kami membagikan rekaman kami melalui tautan Google Drive yang terkunci dan baru-baru ini menerima permintaan berbagi dari beberapa anggota tim IGRS). Saya tidak akan heran jika beberapa tautan dibuka lebih luas selama proses yang... ad hoc tersebut," tulis Nic McConnell dikutip Rabu (15/04/2026).

Ia juga menilai bahwa sistem awal tersebut rentan bocor sehingga developer diharapkan hanya membagikan sedikit cuplikan relevan saja.

Nic McConnell merasa beruntung karena game mereka sudah meluncur sehingga tak terganggu dengan isu kebocoran data.

"Kebocoran bukanlah hal baru - Anda harus sangat berhati-hati dengan GRAC Korea misalnya, dan Anda dapat meminta embargo dari lembaga lain - tetapi proses IGRS masih dalam tahap pengembangan. Saran saya kepada pengembang dan penerbit - hanya bagikan materi pengajuan yang paling relevan. Kami beruntung karena game kami sudah dirilis sehingga tidak ada risiko spoiler. Tetapi kami mengidentifikasi beberapa contoh dari setiap deskripsi konten (misalnya kekerasan) dan memasukkannya di sana. Menurut saya, untuk IGRS, dokumentasinya tidak menunjukkan konteks lengkap untuk apa pun. Jadi, menurut saya tidak perlu video panjang," tambah Nic McConnell.

Petinggi menengah Riot Games tersebut mengkritik bahwa SDM IGRS dari Komdigi terlalu sedikit serta tak memadai, namun diberi tanggung jawab sangat besar.

"Saya juga ingin menambahkan - menurut saya tim di IGRS berukuran kecil dan diberi tugas yang sangat besar tanpa sumber daya yang memadai. Saya berhasil bertemu dengan mereka setelah mengganggu mereka di Instagram selama berbulan-bulan tahun lalu dan menurut saya ini adalah kelompok kecil orang-orang baik yang melakukan yang terbaik. Tetapi, seperti ClassIn di BR, mereka menghadapi waktu yang singkat. Mungkin saya akan menambahkan catatan bahwa badan dan lembaga penilai – baik yang dikelola pemerintah (seperti IGRS) maupun yang dipimpin industri (seperti ESRB) – pada umumnya dan dengan tulus melakukan yang terbaik untuk membuat semuanya berjalan dengan baik. Memang tidak sempurna dan kritik itu wajar, tetapi ini hanyalah upaya orang-orang untuk membuat semuanya berjalan lancar," pungkas Nic McConnell.

Editor: Husna Rahmayunita

Tag:  #kritik #manajer #riot #games #igrs #keamanan #rentan #komdigi #sedikit #memadai

KOMENTAR