Rekam Konser BTS Arirang Pakai Galaxy S26 Ultra, Tetap Stabil Meski Sambil Lompat-lompat
- Suasana konser selalu sulit diprediksi.
Di satu sisi, momen yang ditunggu akhirnya datang. Di sisi lain, kondisi di lokasi sering kali jauh dari ideal untuk merekam video idola.
Hal ini juga dirasakan langsung oleh jurnalis KOMPAS.com, Galuh Putri Riyanto, saat menyaksikan konser BTS World Tour Arirang di Goyang, Korea Selatan pada 12 April 2026. Ini menjadi rangkaian konser pembuka untuk tur dunia BTS di lebih dari 30 kota.
Sejak lagu pembuka bertajuk "Hooligan" dimulai, penonton langsung berdiri, termasuk saya sendiri. Tidak butuh waktu lama sampai suasana berubah jadi penuh energi.
Penonton saling berdesakan, tangan terangkat mengayunkan lightstick, dan hampir semua orang ikut melompat mengikuti musik.
Dalam kondisi seperti ini, merekam video biasanya jadi tantangan.
Sedikit gerakan saja bisa membuat frame miring. Belum lagi ketika ikut terbawa suasana, tangan ikut bergerak tanpa sadar. Hasilnya, video sering kali goyang, bahkan sulit ditonton ulang.
Baca juga: Samsung Jadi Partner BTS di Tur Dunia Arirang, HP Galaxy Jadi Andalan Fancam
Namun, pengalaman kali ini terasa berbeda. Saat Samsung S26 Ultra digunakan untuk merekam di tengah kerumunan, hasil videonya tetap terlihat stabil.
Meski tubuh ikut bergerak, bergoyang, sampai lompat-lompat, frame video tetap lurus dan tidak miring.
Kuncinya ada pada fitur Horizontal Lock. Fitur yang tersedia di seluruh moel Galaxy S26 series ini bekerja dengan mengunci garis horizon dalam video.
Jadi ketika ponsel digerakkan ke kanan, ke kiri, diputar 360 derajat, atau bahkan ikut “terombang-ambing” di tengah penonton, hasil rekaman tetap terlihat tegak, lurus, dan seimbang.
View this post on Instagram
Dalam pengujian langsung di konser BTS Arirang Goyang, fitur ini langsung terasa ketika lagu "Idol" dimainkan.
Saya dan penonton lain mulai melompat bersamaan di bagian chorus. Bahkan saking kegirangannya, saya melompat sambi berputar 360 derajat sambil merekam ekspresi saya ala selfie Gen Z (merekam diri sendiri dengan kamera ultrawide 0,6x).
Biasanya momen seperti ini menghasilkan video yang kacau. Namun kali ini, fancam Idol yang saya rekam masih terlihat rapi, seolah direkam dalam kondisi yang jauh lebih stabil. Pengalaman ini terasa seperti menggunakan gimbal, tetapi tanpa alat tambahan.
Samsung menyematkan Horizontal Lock sebagai bagian dari peningkatan Super Steady Video. Jika sebelumnya hanya meredam guncangan, kini sistemnya juga menjaga orientasi video tetap horizontal secara real-time.
Teknologi ini memanfaatkan sensor gyroscope dan accelerometer untuk membaca setiap gerakan perangkat. Data tersebut kemudian diproses oleh ISP pada chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang langsung melakukan koreksi saat perekaman berlangsung.
Hasilnya, video tidak hanya lebih stabil, tetapi juga terasa lebih nyaman ditonton, tanpa efek miring yang sering muncul di rekaman konser.
Horizontal Lock di Samsung Galaxy S26 Ultra bisa diandalkan untuk rekam fancam anti-gempa bumi karena fitur ini bisa menguni sumbu horizontal.
Yang menarik juga, stabilitas ini tetap diimbangi dengan kualitas gambar yang mumpuni, terutama di kondisi minim cahaya (lowlight).
Samsung Galaxy S26 Ultra membawa peningkatan aperture kamera utama 200 MP dari f/1.7 menjadi f/1.4.
Bukaan lensa yang lebih besar ini memungkinkan kamera menangkap lebih banyak cahaya, sehingga hasil video di konser malam hari (Samsung menyebutnya sebagai Nightography) terlihat lebih terang dan minim noise.
Dukungan OIS juga membantu meredam getaran tambahan saat merekam sambil berdiri atau ikut bergerak.
Untuk penonton yang berada jauh dari panggung, peningkatan juga terasa di kamera telefoto. Kamera zoom optis 5x kini memiliki bukaan lensa lebih besar, dari f/3.4 menjadi f/2.9, sehingga mampu menangkap lebih banyak cahaya.
Baca juga: Horizontal Lock di Samsung Galaxy S26 Series, Solusi Fancam Anti-goyang
Selain itu, kemampuan zoom video kini ditingkatkan hingga 25x. Bagi penonton di tribun, tambahan ini cukup membantu untuk tetap mendapatkan gambar RM dan kawan-kawan yang dekat walau jadi "warga kelas atas" (alias di tribun).
Boyband asal Korea Selatan BTS sukses menggelar konser pembuka World Tour Arirang di Goyang, Korea Selatan.
Di balik semua itu, pemrosesan gambar didukung chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan tiga ISP 20-bit. Teknologi ini memungkinkan kamera menangkap dynamic range yang lebih luas, sehingga detail di area terang dan gelap tetap terjaga.
Dalam situasi konser yang penuh lampu panggung terang, kemampuan ini membuat video tidak mudah overexposed, sekaligus tetap mempertahankan detail di bagian bayangan.
Samsung S26 Ultra juga dibekali RAM hingga 16 GB dan storage hingga 1 TB. Kombinasi ini memastikan proses rekam video berjalan lancar tanpa lag, bahkan saat digunakan terus-menerus sepanjang konser.
Hal ini penting, karena momen terbaik sering datang tiba-tiba. Dengan performa yang stabil, pengguna tidak perlu khawatir kehilangan momen hanya karena perangkat tidak responsif.
Layar dengan kecerahan hingga 2.600 nits juga membantu pengguna melihat framing dengan lebih jelas, bahkan di bawah cahaya panggung yang terang.
Pada akhirnya, pengalaman di konser BTS Arirang Koea menunjukkan satu hal yang sederhana. Di tengah suasana yang chaos, Galaxy S26 Ultra justru mampu menghadirkan hasil video yang tetap rapi.
Bagi penonton konser, ini jadi solusi nyata untuk menangkap momen dengan baik tanpa harus mengorbankan pengalaman menikmati konser itu sendiri.
Tag: #rekam #konser #arirang #pakai #galaxy #ultra #tetap #stabil #meski #sambil #lompat #lompat