AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran Selama 30 Hari demi Stabilkan Harga
– Pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan kelonggaran sementara terhadap sanksi pembelian minyak Iran di laut selama 30 hari. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya meredam lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik dengan Iran.
Mengutip laporan Reuters, Jumat (20/3/2026), kebijakan tersebut memungkinkan sekitar 140 juta barel minyak Iran masuk ke pasar global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah ini dapat membantu meredakan tekanan pasokan energi.
Lonjakan harga minyak dunia terjadi setelah hampir tiga pekan serangan militer AS dan Israel ke Iran.
Baca juga: LNG Qatar Diserang Iran, Bos Energi: Sudah Diingatkan Sejak Awal
Kenaikan harga energi itu dikhawatirkan membebani dunia usaha dan konsumen AS, terutama menjelang pemilu sela November, saat Partai Republik berupaya mempertahankan kendali di Kongres.
Lisensi yang diterbitkan Departemen Keuangan AS memungkinkan minyak Iran diimpor ke AS jika diperlukan untuk menyelesaikan proses penjualan atau pengiriman. Namun, belum jelas apakah minyak tersebut benar-benar akan masuk ke pasar domestik AS.
Sejak Revolusi Iran 1979, AS praktis tidak lagi mengimpor minyak dari negara tersebut setelah menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi.
Kebijakan ini tidak berlaku untuk wilayah seperti Kuba, Korea Utara, dan Crimea, serta akan berakhir pada 19 April 2026.
Baca juga: Ngamuk-ngamuk Tak Dibantu Perangi Iran, Trump Sebut NATO Pengecut
Sebuah foto menunjukkan pemandangan umum fase 17-18 fasilitas ladang gas South Pars di kota pelabuhan Assaluyeh, Iran selatan, di tepi Teluk Persia pada 19 November 2015.
Di sisi lain, langkah ini diperkirakan paling menguntungkan China sebagai pembeli terbesar minyak Iran.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pasokan dapat tiba di Asia dalam tiga hingga empat hari, lalu masuk pasar setelah proses penyulingan dalam satu hingga satu setengah bulan.
Ini merupakan kali ketiga dalam lebih dari dua pekan terakhir pemerintah AS melonggarkan sanksi terhadap minyak dari negara yang dianggap lawan. Sebelumnya, AS juga memberikan kelonggaran pada minyak Rusia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menahan harga minyak yang telah melampaui 100 dollar AS per barel, tertinggi sejak 2022.
“Pada dasarnya, kita memanfaatkan minyak Iran untuk menekan harga, sambil tetap melanjutkan operasi militer,” kata Bessent.
Ia juga menegaskan Iran akan kesulitan mengakses pendapatan dari penjualan tersebut karena AS tetap membatasi akses negara itu ke sistem keuangan internasional.
Baca juga: Trump Terperangkap di Hormuz
Harga Melonjak, Jalur Minyak Terganggu
Harga minyak dunia tercatat melonjak sekitar 50 persen sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Sejumlah infrastruktur energi penting di Iran dan kawasan Teluk ikut terdampak. Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Untuk menekan harga energi, pemerintah AS juga sebelumnya memberikan kelonggaran selama 60 hari terhadap aturan pelayaran dalam negeri, sehingga kapal berbendera asing dapat mengangkut bahan bakar dan komoditas lain antar pelabuhan di AS.
Namun, sejumlah analis menilai langkah tersebut belum cukup efektif selama Selat Hormuz masih tertutup.
Baca juga: Senator AS Tuntut Penjelasan Trump soal Dampak Ekonomi Perang Iran: Rugikan Kelas Menengah dan Bawah
Analis energi dari Obsidian Risk Advisors, Brett Erickson, menilai pelonggaran sanksi justru menunjukkan keterbatasan opsi kebijakan ekonomi AS.
“Jika sampai melonggarkan sanksi terhadap negara yang sedang berkonflik, itu berarti pilihan kebijakan sudah semakin terbatas,” ujarnya.
Sebelumnya, AS juga sempat memberikan kelonggaran serupa terhadap minyak Rusia yang tertahan di laut, termasuk izin khusus bagi India untuk membeli minyak Rusia.
Sementara itu, CEO Foundation for the Defense of Democracies, Mark Dubowitz, menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk melemahkan Iran.
Tag: #longgarkan #sanksi #minyak #iran #selama #hari #demi #stabilkan #harga