China Ingin Turunkan Harga BBM saat Negara Asia Lain Naikkan Harga, Kenapa?
China berencana untuk mengurangi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban pada pengemudi, karena biaya energi melonjak di tengah perang Iran.
Sementara itu, negara lain di Asia tengah dalam masa penyesuaian harga BBM sembari mengukur dampak lanjutan dari perang Iran tersebut.
Baca juga: Diskon BBM Pertamax dan Pertamina Dex Arus Balik 2026, Ini Cara Belinya
Ilustrasi bendera China, China, ekonomi China.
Harga bensin lokal di China telah melonjak sekitar 20 persen sejak awal konflik.
Iran secara efektif menutup salah satu jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia yakni Selat Hormuz.
Harga bensin dan solar awalnya ditetapkan naik masing-masing sebesar 2.205 yuan (setara Rp 5,40 juta dengan kurs Rp 2.453 per yuan China) dan 2.120 yuan (setara Rp 5,20 juta) per ton.
Namun demikian setelah penyesuaian pemerintah, kenaikan tersebut akan hampir setengahnya menjadi 1.160 yuan dan 1.115 yuan.
Baca juga: BPH Migas Jamin Pasokan BBM Aman Selama Lebaran 2026, Tak Perlu Panik
Saat ini, lebih dari 300 juta orang di China mengendarai mobil yang menggunakan bensin atau diesel.
Sumber utama minyak negara tersebut adalah dari perusahaan-perusahaan Teluk yang tengah terlibat konflik tersebut.
Antrean panjang mobil terbentuk di luar SPBU di berbagai kota di China selama akhir pekan, dan beberapa SPBU terpaksa memasang pemberitahuan kehabisan bahan bakar.
Sedikit catatan, China sudah menaikkan harga bahan bakar sebanyak lima kali sepanjang tahun ini.
Baca juga: Slovenia jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Batasi Pembelian BBM, Imbas Perang Iran
Ilustrasi BBM. Cadangan BBM di Indonesia Tersisa 20 Hari, Apa yang Terjadi jika Konflik Timur Tengah Tak Kunjung Mereda?
Kenaikan harga terbaru ini merupakan yang kelima dan terbesar di negara itu tahun ini sejauh ini, bahkan setelah dikurangi sebelumnya.
Sebelum konflik, China sempat bangun cadangan minyak
Pada hari Selasa, harga minyak mentah Brent melonjak di atas 100 dollar AS per barrel, atau sehari setelah harga anjlok.
Hal ini seiring munculnya laporan yang saling bertentangan mengenai potensi pembicaraan antara AS dan Iran.
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, selama bertahun-tahun, pemerintah China telah memanfaatkan harga minyak mentah yang lebih rendah dan melimpahnya pasokan dari negara-negara Teluk untuk membangun salah satu cadangan minyak terbesar di dunia.
Baca juga: Harga BBM Filipina Meroket, Bensin Diprediksi Bisa Tembus Rp 31.000
Menurut administrasi bea cukai negara itu, pada Januari dan Februari tahun ini, Beijing membeli minyak mentah sebanyak 16 persen lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Iran, yang minyaknya dikenai sanksi oleh AS, telah menjadi pemasok utama minyak mentah murah untuk China, dengan laporan yang menunjukkan bahwa Beijing membeli lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran.
Hansen mengatakan, sebuah perkiraan menunjukkan China telah membangun cadangan sekitar 900 juta barrel. Jumlah itu setara dengan impor selama tiga bulan.
Angka dari Universitas Columbia, mengatakan China memiliki cadangan minyak bumi sekitar 1,4 miliar barrel.
Baca juga: Harga BBM Amerika Naik 30 Persen Imbas Perang Timur Tengah, Dekati Rp 18.000 per Liter
China kelola BBM dengan hati-hati untuk jangka pendek
Meskipun memiliki cadangan, Beijing telah menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian dalam mengelola pasokannya untuk jangka pendek.
Pihak berwenang di China dilaporkan memerintahkan kilang minyaknya untuk sementara menghentikan ekspor bahan bakar, dalam upaya untuk menjaga harga domestik tetap terkendali.
Ilustrasi produksi minyak.
The US Energy Information Administration (EIA) melaporkan, barrel minyak dari Arab Saudi dan Iran masing-masing menyumbang lebih dari 10 persen dari total impornya.
"Untuk mengurangi dampak kenaikan harga minyak internasional yang tidak normal, meringankan beban pengguna hilir, dan memastikan operasi ekonomi yang stabil serta kesejahteraan masyarakat, langkah-langkah pengaturan sementara telah diadopsi," kata otoritas China dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC, Selasa (24/3/2026).
Baca juga: Pertamina Tambah Stok BBM di Kalbar hingga 140 Persen, Warga Tak Perlu Beli Berlebihan
Kenaikan harga tersebut diterapkan oleh National Development and Reform Commission (NDRC), yang meninjau harga bensin dan solar setiap 10 hari dan menyesuaikannya berdasarkan harga minyak mentah global.
Strategi Negara Asia Lain Kurangi Dampak Perang Iran
Negara-negara lain di Asia juga telah menerapkan berbagai langkah pengurangan biaya untuk membantu mengurangi dampak dari melonjaknya harga energi global.
Pecgawai negeri sipil di Filipina telah diperintahkan untuk bekerja empat hari seminggu, Sri Lanka telah menetapkan setiap hari Rabu sebagai hari libur bagi lembaga-lembaga publik, dan Thailand serta Vietnam telah mendorong warganya untuk bekerja dari rumah dalam upaya menghemat bahan bakar.
Para pegawai negeri sipil Thailand juga diperintahkan untuk menangguhkan perjalanan ke luar negeri, mengenakan kemeja lengan pendek saat bekerja, dan menggunakan tangga daripada lift.
Baca juga: Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari: Efisiensi BBM di Tengah Krisis Energi
Layanan bus swasta di Sri Lanka hampir lumpuh pada hari Senin setelah para operator melakukan pemogokan menuntut revisi tarif untuk menutupi kenaikan biaya bahan bakar.
Di Filipina, lebih dari 20 kelompok transportasi juga telah menyatakan pemogokan dari tanggal 26 hingga 27 Maret untuk menuntut tindakan pemerintah terkait kenaikan harga bahan bakar.
Sementara itu, Jepang dan Korea Selatan sangat terdampak oleh konflik Iran, karena mereka sangat bergantung pada minyak dan gas yang biasanya melewati Selat Hormuz.
Harga bensin di Jepang mencapai rekor tertinggi pekan lalu, dengan harga eceran rata-rata bensin naik menjadi 191 yen setara 1,20 dollar AS per liter atau setara Rp 20.256 per liter pada Senin.
Ilustrasi harga minyak mentah.
Baca juga: Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari: Efisiensi BBM di Tengah Krisis Energi
Harga tersebut telah melambung 18 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada hari Selasa mengatakan, lembaga-lembaga publik akan mengurangi penggunaan mobil penumpang.
Pada hari Senin, kantor Lee mengumumkan bahwa ia telah membatalkan rencana untuk menghadiri forum internasional di China agar dapat tetap berada di Korea Selatan untuk memimpin langsung respons ekonomi darurat dan mengambil keputusan cepat pada saat ini.
Filipina naikkan harga BBM hingga Rp 31.000 per liter
Di samping itu, perusahaan minyak Filipina telah menerapkan kenaikan harga dua digit untuk produk BBM hingga minyak tanah pada hari Selasa, (24/3/2026).
Baca juga: Pertamina Siagakan Layanan Antar BBM ke Lokasi Macet Jalur Pantura
Dalam pengumuman terpisah, perusahaan minyak UniOil dan SeaOil akan menerapkan penyesuaian harga untuk minyak tanah seharga 20,90 peso Filipina per liter, Diesel 16,80 peso Filipina per liter, dan Bensin 9,70 peso Filipina per liter.
Sementara itu, Petron akan melakukan penyesuaian harga sebesar 10,50 peso Filipina per liter untuk bensin, 17,50 peso Filipina per liter untuk diesel, dan 21,50 peso Filipina per liter untuk minyak tanah.
Kemudian, Cleanfuel akan menerapkan kenaikan bertahap sebesar 8,40 peso Filipina per liter untuk solar.
Sedikit catatan, penyesuaian harga diterapkan oleh UniOil, SeaOil, dan Petron pada pukul 6 pagi.
Baca juga: Purbaya: Kebijakan WFH Bisa Hemat Penggunaan BBM 20 Persen
Menteri Energi Sharon Garin mengatakan, perusahaan minyak Caltex dan Total juga akan menerapkan kenaikan bertahap.
Caltex akan menerapkan kenaikan bertahap selama lima hari, sedangkan Total selama dua hari.
Jika kenaikan harga yang diumumkan tersebut mulai berlaku pada 24 Maret, harga bensin, minyak tanah, dan solar diperkirakan akan melampaui 100 peso Filipina per liter.
Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM)
Dengan demikian, harga bensin akan berkisar antara 84,30 peso Filipina hingga 110,10 peso Filipina per liter.
Baca juga: Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun
Angka tersebut berkisar Rp 23.859-31.161 per liter dengan asumsi kurs Rp 283,03 per peso Filipina.
Harga diesel akan berkisar 108,80–133,10 peso Filipina dan harga minyak tanah 120,89–164,69 peso Filipina per liter.
Malaysia Naikkan harga BBM dua pekan berturut-turut
Di Asia Tenggara, Kementerian Keuangan Malaysia kembali menaikkan harga bahan bakar untuk pekan kedua berturut-turut.
Kenaikan terjadi akibat lonjakan harga minyak global di tengah konflik Timur Tengah.
Pengumuman disampaikan pada Rabu malam.
Baca juga: Wamen ESDM: Stok BBM Aman untuk Lebaran 2026, Tak Ada Pembatasan Pembelian
Pemerintah tetap menahan harga bahan bakar bersubsidi jenis Research Octane Number 95 atau RON95.
Harga RON95 dipatok 1,99 ringgit Malaysia per liter atau sekitar Rp 8.586.
Seluruh warga Malaysia menggunakan jenis ini.
Pemerintah memperkirakan anggaran subsidi mencapai lebih dari 3 miliar ringgit Malaysia per bulan atau sekitar Rp 12,94 triliun, setara 763,36 juta dollar AS.
Baca juga: THR Tak Lagi Dongkrak Konsumsi? Inflasi Pangan dan BBM Jadi Pengganjal
Harga bahan bakar non-subsidi naik tajam. Harga Research Octane Number 97 atau RON97 kini 4,55 ringgit per liter atau sekitar Rp 19.634.
Pekan sebelumnya, harga berada di 3,85 ringgit per liter atau sekitar Rp 16.613.
Harga solar juga meningkat. Tarif baru mencapai 4,72 ringgit per liter atau sekitar Rp 20.372.
Sebelumnya, harga berada di 3,92 ringgit per liter atau sekitar Rp 16.916.
Tag: #china #ingin #turunkan #harga #saat #negara #asia #lain #naikkan #harga #kenapa