Harga Emas Anjlok, Saham Merdeka Gold Resources Ambles 9 Persen, Sempat Sentuh ARB
Ilustrasi saham, IHSG. (canva.com)
10:32
25 Maret 2026

Harga Emas Anjlok, Saham Merdeka Gold Resources Ambles 9 Persen, Sempat Sentuh ARB

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengalami tekanan berat pada awal sesi satu perdagangan Rabu (25/3/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10.13 WIB, saham EMAS dibuka anjlok 9,47 persen ke level Rp 8.600 dari posisi sebelumnya di Rp 9.500.

Saham ini bahkan sempat dibuka langsung di level terendahnya, yakni Rp 8.075, yang juga merupakan batas auto rejection bawah (ARB) untuk perdagangan hari ini.

Setelah menyentuh level tersebut, pergerakan saham EMAS sempat mencoba rebound dan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 8.400 hingga Rp 8.700, dengan level tertinggi harian di Rp 8.825.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 232,65 ribu lot dengan nilai transaksi sekitar Rp 197,14 miliar dan frekuensi yang cukup tinggi. Rata-rata harga berada di Rp 8.474, lebih rendah dari harga penutupan sebelumnya.

Baca juga: 3 Direktur Mundur, Merdeka Gold Ubah Jadwal RUPS ke 22 April 2026

Lebih jauh, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga tercatat melemah saat pembukaan perdagangan Rabu pagi tadi. Tekanan ini sejalan dengan pelemahan harga emas dunia.

Dari data BEI pukul 09.30 WIB, saham ANTM berada di level Rp 3.610 atau turun 3,73 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 3.750. Saat pembukaan ANTM berada di Rp 3.660, namun langsung bergerak turun menyentuh level terendah di Rp 3.580.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi di awal tercatat mencapai 175,62 ribu lot dengan nilai transaksi sekitar Rp 64 miliar dan frekuensi 4.580 kali.

Untuk diketahui, harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Selasa (24/3/2026) waktu setempat, seiring meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi 4.389,26 dollar AS per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak November pada perdagangan Senin.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup melemah 0,1 persen ke posisi 4.402,00 dollar AS per ons.

Baca juga: Tambang Emas Pani Mulai Produksi, Merdeka Gold Resources (EMAS) Bidik Laba 2026

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menilai pelemahan tajam harga emas dunia berpotensi menekan saham di sektor emas saat perdagangan di pasar modal Tanah Air.

Menurutnya, penurunan harga emas yang terjadi selama libur panjang Lebaran menjadi sentimen negatif langsung yang akan tercermin pada pergerakan saham-saham berbasis emas saat pasar kembali dibuka hari ini.

“Untuk saham sektor emas, secara jangka pendek ada kemungkinan besar untuk dibuka gap down seiring pelemahan harga emas dunia sekitar 18 persen sejak libur Lebaran,” ujar Faris saat dihubungi Kompas.com, Selasa malam (24/3/2026).

Meski demikian, dampak terhadap kinerja emiten belum akan langsung terlihat dalam waktu dekat. Hal ini karena lonjakan harga emas yang terjadi sejak September 2025 sebelumnya masih akan menopang kinerja keuangan emiten pada periode laporan mendatang.

Menurutnya, reli harga emas pada paruh akhir 2025 diperkirakan akan terefleksi pada laporan keuangan kuartal IV-2025, serta kuartal I-2026. Dengan demikian, secara fundamental jangka pendek, sektor ini masih memiliki penopang dari sisi earning.

Sebaliknya, dampak negatif dari koreksi harga emas saat ini baru akan mulai tercermin pada laporan keuangan kuartal II-2026.

“Secara potensi earning, rally sejak September, akan terefleksi pada laporan Q4 2025 dan Q1 2026. Dampak dari koreksi harga emas secara earning baru akan terfleksi pada report Q2 2026,” paparnya.

Di sisi lain, Faris memandang dalam perspektif yang lebih luas atau makro, pelemahan harga emas justru menjadi sinyal positif bagi pasar saham secara keseluruhan.

Hal itu berkaitan dengan sifat emas sebagai aset safe haven yang pergerakannya cenderung berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Ketika harga emas naik terlalu cepat, biasanya mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar dan beralihnya dana ke aset aman.

Sebaliknya, ketika harga emas melemah, hal tersebut mengindikasikan berkurangnya ketidakpastian dan mulai kembalinya minat investor terhadap aset berisiko.

“Namun, jika kita lihat dari segi yang lebih makro, agar pasar saham bisa terapresiasi, harga aset safe haven seperti emas, tidak boleh naik terlalu cepat karena sifat aset yang bersifat terbalik,” tukasnya.

Tag:  #harga #emas #anjlok #saham #merdeka #gold #resources #ambles #persen #sempat #sentuh

KOMENTAR