Hadapi Kepadatan Kendaraan di Ketapang–Gilimanuk, Kemenhub Atur Operasional hingga Tambah Armada
Foto udara kepadatan kantong parkir Terminal Kargo Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (18/3/2026). Kepadatan terjadi menjelang penutupan sementara aktivitas penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang pada 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Bali yang bertepatan dengan puncak arus mudik Idul Fitri 2026.(ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
10:16
26 Maret 2026

Hadapi Kepadatan Kendaraan di Ketapang–Gilimanuk, Kemenhub Atur Operasional hingga Tambah Armada

 Kementerian Perhubungan, berupaya mengoptimalkan pelayanan angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Optimalisasi pelayanan termasuk penambahan armada dan pengaturan operasional guna mengantisipasi lonjakan arus penumpang,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Dia mengatakan, potensi lonjakan penumpang yang terpusat pada satu periode waktu tertentu dapat menyebabkan antrean panjang, waktu tunggu yang lebih lama, serta berkurangnya kenyamanan dalam perjalanan.

“Untuk itu, diperlukan perencanaan perjalanan yang matang dan kesadaran bersama agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa angkutan laut dan penyeberangan,” ujar dia.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun kelancaran arus balik juga sangat dipengaruhi oleh peran aktif masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan secara bijak,” lanjut Masyhud.

Baca juga: Hadapi Lonjakan Arus Balik, ASDP Kerahkan 2 Armada Berkapasitas Besar di Ketapang-Gilimanuk

Dia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, agar bijak dalam menentukan waktu perjalanan arus balik Lebaran melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Dia mengatakan, Libur Lebaran 2026 berpotensi menyebabkan peningkatan signifikan jumlah penumpang serta kendaraan dalam waktu bersamaan khususnya di wilayah Tapal Kuda (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) serta Kepulauan Madura.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujar Masyhud.

Selain melakukan perencanaan perjalanan dengan baik, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan dan penyeberangan, melakukan pembelian tiket secara online serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

Baca juga: ASDP Prediksi Puncak Arus Balik Ketapang-Gilimanuk pada 26-29 Maret

Sebagai informasi, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa-Bali akan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026.

Penyeberangan utama melalui Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan dan penumpang pada periode tersebut.

Tag:  #hadapi #kepadatan #kendaraan #ketapanggilimanuk #kemenhub #atur #operasional #hingga #tambah #armada

KOMENTAR