Menhub Dudy Minta Maaf atas Kemacetan Parah di Tol Saat Lebaran 2026
Menhub Dudy Purwagandhi saat menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026/1447 H di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (30/3/2026)(Dok. Kemenhub)
07:16
31 Maret 2026

Menhub Dudy Minta Maaf atas Kemacetan Parah di Tol Saat Lebaran 2026

– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kemacetan parah di sejumlah ruas tol selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Hal ini disampaikan Menhub usai menutup Posko Pusat Angkutan Lebaran 2026 pada Senin (30/3/2026).

Menhub menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kemacetan tersebut.

“Kami memahami dan juga mohon maaf terhadap terjadinya kepadatan tersebut,” ucap Dudy.

Ia mengungkapkan bahwa kepadatan terjadi pada hari-hari menjelang 18 Maret 2026 yang menjadi puncak arus lalu lintas tertinggi.

“Kepadatan tersebut terjadi pada hari-hari tertentu dan sebelum tanggal 18 kalau saya tidak salah, itu salah satunya adalah kendalanya ada di rest area,” kata Menhub.

“Nah itulah menyebabkan depresi, dan sebagai catatan juga bahwa pada tanggal 18 tersebut merupakan puncak tertinggi yang pernah terjadi di sepanjang jalan tol khususnya di Trans Jawa,” jelasnya.

Baca juga: Pengusaha Ungkap Penyebab Macet Panjang Menuju Pelabuhan Gilimanuk

Dudy mengakui bahwa kepadatan lalu lintas memang terjadi di beberapa titik, meskipun secara umum kondisi lalu lintas masih sesuai dengan perkiraan. Ia menjelaskan, secara umum kecepatan kendaraan di jalan tol selama periode Lebaran masih tergolong tinggi.

“Secara keseluruhan ya kurang lebih di atas 80 km per jam. Kalau kita lihat itu kan lumayan cepat ya. Nah memang ada saat, jadi kita mesti melihat bahwa tidak keseluruhan, tapi memang ada saat di mana terjadi kepadatan,” katanya.

Menurutnya, tingginya volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan kapasitas rest area menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.

“Jadi ini yang ada volume yang sangat tinggi, kemudian rest area yang mungkin dulu memadai, sehingga ini harus menjadi perhatian kami ke depan,” lanjutnya.

Dudy mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi yang akan difokuskan pada pengelolaan dan arus kendaraan di rest area.

“Kemudian berkaitan dengan kepadatan di jalan tol, kami akan melakukan evaluasi khususnya berkaitan dengan rest area,” ujar Dudy.

“Jadi sebenarnya kalau dilihat dari tingkat kepadatan tidak padat sesuai dengan ekspektasi dan sesuai dengan perkiraan. Hanya memang keberadaan rest area, kemudian flow di rest area perlu kita evaluasi untuk tahun-tahun ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Arus Balik, Jasa Marga Berlakukan One Way Lokal di Tol Semarang KM 425–422

Diskon tarif tol dan edukasi pengguna jalan

Terkait efektivitas kebijakan diskon tarif tol, Dudy menilai bahwa tingginya minat masyarakat untuk bepergian turut memengaruhi kepadatan lalu lintas.

“Penerapan diskon juga banyak, tapi memang mungkin animo masyarakat untuk melakukan perjalanan cukup tinggi sehingga keadaan menjadi sedikit padat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dalam penggunaan rest area agar tidak memperparah kemacetan.

“Kita mungkin harus memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya dalam penggunaan rest area, mengedukasi supaya tidak berhenti di sembarangan tempat misalnya di bahu jalan, kemudian juga lama mereka berada di rest area juga itu harus kita melakukan edukasi kembali, karena semakin lama itu kemudian menghambat kendaraan-kendaraan yang memang membutuhkan istirahat di rest area,” ujar Dudy.

Baca juga: Lebaran 2026, Operasional Truk Dibatasi Demi Tekan Kecelakaan dan Macet

Dudy memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama sejumlah pihak terkait untuk memperbaiki kondisi di masa mendatang.

“Ini sudah ditanggapi oleh Kementerian PU untuk melakukan evaluasi terhadap beberapa rest area yang ada khususnya di Trans Jawa. Kami selalu bekerja sama dengan Kementerian PU dan BPJT untuk melakukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Sebagai informasi, kemacetan parah selama periode Lebaran 2026 terjadi di beberapa titik strategis, di antaranya Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated atau MBZ serta sejumlah ruas Jalan Tol Trans Jawa.

Kondisi ini sempat menimbulkan antrean panjang dan kepadatan kendaraan.

Baca juga: Pemudik Asal Palembang Terjebak Macet di Tol Japek, Jakarta–Cirebon Harus Ditempuh 8 Jam

Tag:  #menhub #dudy #minta #maaf #atas #kemacetan #parah #saat #lebaran #2026

KOMENTAR