Trump Ngamuk Iran Disebut Masih Kuat Usai Digempur AS-Israel
Presiden AS Donald Trump.(AFP/SAUL LOEB)
20:36
13 Mei 2026

Trump Ngamuk Iran Disebut Masih Kuat Usai Digempur AS-Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah atas laporan intelijen yang menyebut Iran masih memiliki kemampuan militer signifikan meski telah digempur AS dan Israel.

Sebagaimana dilansir The Telegraph, Trump pada Selasa (12/5/2026) menolak laporan itu dengan menyebutnya sebagai “berita palsu” dan “pengkhianatan virtual”.

“Yang dilakukan laporan itu hanyalah memberi Iran harapan palsu, padahal seharusnya tidak ada harapan sama sekali,” tulis Trump di Truth Social.

Baca juga: AS Mengira Iran Lumpuh, Ternyata Basis Rudal Teheran Sudah Aktif Lagi

“Mereka tidak punya angkatan laut, angkatan udara mereka sudah habis, seluruh teknologi mereka hilang, para ‘pemimpin’ mereka sudah tidak ada lagi, dan negara itu dilanda bencana ekonomi. Hanya pecundang, orang yang tidak tahu berterima kasih, dan orang bodoh, yang membela Iran melawan Amerika!” lanjutnya.

Trump juga mengatakan, dirinya tidak membutuhkan bantuan Presiden China Xi Jinping untuk menyelesaikan krisis Iran.

“Saya rasa kami tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran,” kata Trump kepada wartawan sebelum menghadiri pertemuan penting di Beijing.

“Kami akan menang dengan satu atau lain cara, secara damai atau sebaliknya,” ujarnya.

Bulan lalu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menyatakan, operasi militer AS dan Israel ke Iran telah membuat Teheran “tidak efektif untuk bertempur selama bertahun-tahun ke depan.”

Iran dinilai masih punya kemampuan serang

Rudal Saeqeh Iran diluncurkan dalam latihan perang pada 25 April 2010 di Iran selatan, dekat Selat Hormuz, jalur perairan sempit yang strategis dan dilalui 40 persen pasokan minyak dunia melalui laut.FARS/MEHDI MARIZAD via AFP Rudal Saeqeh Iran diluncurkan dalam latihan perang pada 25 April 2010 di Iran selatan, dekat Selat Hormuz, jalur perairan sempit yang strategis dan dilalui 40 persen pasokan minyak dunia melalui laut.

Penilaian intelijen AS menunjukkan bahwa Iran masih mampu mengancam pelayaran komersial dan pasukan angkatan laut AS di kawasan Teluk meski telah menghadapi kampanye udara intensif AS-Israel bernama Operation Epic Fury sejak Februari.

Iran disebut telah membangun kembali sebagian besar infrastruktur rudalnya di sekitar Selat Hormuz.

Teheran dilaporkan telah memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 lokasi misil di kawasan jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca juga: Iran Dilaporkan Sebar SMS Massal ke Warga Israel, Apa Isinya?

Menurut sumber yang mengetahui penilaian intelijen itu, Iran juga masih mempertahankan sekitar 70 persen stok misil dan peluncur bergeraknya sebelum perang.

The New York Times melaporkan sekitar 90 persen fasilitas penyimpanan bawah tanah dan lokasi peluncuran misil Iran kini dianggap “sebagian atau sepenuhnya operasional”.

Adapun persenjataan Iran mencakup misil balistik yang dapat digunakan untuk menyerang negara-negara tetangga, serta sejumlah misil jelajah jarak pendek.

Iran juga dilaporkan menggunakan peluncur misil bergerak untuk memindahkan persenjataannya ke lokasi lain guna melindunginya dari serangan AS.

Gedung Putih dan Pentagon membantah

Menanggapi laporan intelijen tersebut, juru bicara Gedung Putih Olivia Wales kembali mengulang klaim Trump bahwa militer Iran telah “dihancurkan”.

Menurut Wales, Teheran memahami bahwa “kondisi mereka saat ini tidak bisa dipertahankan”.

Ia juga mengatakan, siapa pun yang percaya Iran berhasil membangun kembali kemampuan militernya adalah “orang yang delusional atau corong IRGC.”

Wales turut mengutip unggahan Trump di Truth Social yang menyebut anggapan bahwa militer Iran masih efektif sebagai “pengkhianatan virtual”.

Sementara itu, juru bicara sementara Pentagon Joel Valdez menyerang pemberitaan mengenai temuan intelijen tersebut.

Ia menuduh The New York Times bertindak sebagai “agen hubungan masyarakat” Iran lewat laporannya mengenai Operation Epic Fury.

Baca juga: Rusia Perbesar Pabrik Drone Bergaya Shahed, Pasok Senjata ke Iran

Tag:  #trump #ngamuk #iran #disebut #masih #kuat #usai #digempur #israel

KOMENTAR