RAJA Catat Laba Rp 594,5 Miliar, Ditopang Bisnis Gas dan Akuisisi
Ilustrasi migas(SHUTTERSTOCK)
09:32
1 April 2026

RAJA Catat Laba Rp 594,5 Miliar, Ditopang Bisnis Gas dan Akuisisi

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melaporkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025.

Perseroan menyatakan, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih ditopang penguatan bisnis inti serta kontribusi aksi korporasi strategis.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada 31 Maret 2026, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar 266,67 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,52 triliun (kurs Rp 16.968 per dollar AS), meningkat 5 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar 254,48 juta dollar AS.

Baca juga: Rukun Raharja (RAJA) Bakal Buyback Saham, Siapkan Rp 250 Miliar

Ilustrasi para pekerja di industri migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan. SHUTTERSTOCK Ilustrasi para pekerja di industri migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kinerja kuat pada lini bisnis midstream dan downstream yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perseroan.

Sejalan dengan itu, laba bersih RAJA tercatat naik 20 persen menjadi 35,02 juta dollar AS atau sekitar Rp 594,5 miliar, dari sebelumnya 29,08 juta dollar AS.

Dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (1/4/2026), perseroan menyebutkan, peningkatan laba bersih ini didukung oleh kontribusi non-operating income, khususnya dari akuisisi Hafar yang telah diselesaikan pada Agustus 2025.

Kinerja tersebut mencerminkan strategi pertumbuhan perseroan yang mengombinasikan penguatan bisnis inti dan ekspansi anorganik.

Baca juga: Akhir Tahun Manis, Rukun Raharja (RAJA) Bagikan Dividen Interim ke Investor

Dari sisi operasional, pertumbuhan bisnis inti tercermin dari mulai beroperasinya proyek kompresor gas di Sengkang pada segmen midstream, serta peningkatan penjualan gas pada segmen downstream.

Sementara itu, ekspansi anorganik melalui akuisisi Hafar dinilai turut memperkuat kinerja serta portofolio bisnis perseroan.

Perseroan menilai strategi diversifikasi yang dijalankan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.

Ilustrasi pipa gas, jalur pipa gas. SHUTTERSTOCK/NOOMCPK Ilustrasi pipa gas, jalur pipa gas.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 200 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,39 triliun.

Baca juga: Rukun Raharja (RAJA) Raup Laba Bersih Rp 400 Miliar pada Kuartal III 2025

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk perluasan kapasitas operasional, peningkatan nilai tambah bisnis, serta penguatan posisi di sektor energi nasional.

Beberapa proyek utama yang menjadi fokus antara lain pembangunan pipa BBM Balikpapan–Samarinda, pengembangan mini LNG di Jawa Barat, serta studi kelayakan fasilitas LNG di Kalimantan Utara sebagai bagian dari diversifikasi portofolio gas.

Selain ekspansi organik, Perseroan juga memperkuat strategi anorganik melalui entitas anak, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Saat ini, RATU tengah menyelesaikan akuisisi SMS Development Limited yang merupakan pemegang participating interest di Blok Madura Strait.

Baca juga: Begini Prospek Saham BREN, BRMS, dan RAJA Setelah Masuk Indeks MSCI

Secara paralel, perseroan juga menjalankan proses legal due diligence dan negosiasi tahap akhir untuk rencana akuisisi participating interest pada blok migas lainnya di kawasan Indonesia Timur.

Perseroan menyatakan, langkah akuisisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan eksposur terhadap aset hulu produktif sekaligus memperkuat pertumbuhan kinerja ke depan.

Langkah ini juga mencerminkan strategi ekspansi yang selektif dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Seluruh rangkaian transaksi dan pengembangan proyek tersebut ditargetkan mencapai milestone utama pada kuartal II 2026, sehingga diharapkan mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kinerja Perseroan dalam jangka menengah dan panjang.

Baca juga: RAJA Masuk MSCI Small Cap Index, Dorong Eksposur ke Investor Global

Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menyampaikan capaian kinerja ini menunjukkan perseroan berada pada jalur pertumbuhan yang tepat melalui strategi yang seimbang antara penguatan bisnis inti dan ekspansi anorganik.

Adapun secara rinci, kinerja keuangan RAJA menunjukkan laba kotor meningkat dari 69,25 juta dollar AS menjadi 72,16 juta dollar AS. Sementara laba sebelum pajak naik dari 44,22 juta dollar AS menjadi 49,54 juta dollar AS.

Namun, laba operasional tercatat turun dari 48,38 juta dollar AS menjadi 39,87 juta dollar AS.

Perseroan menambahkan, laporan ini juga mengandung informasi proyeksi yang didasarkan pada kondisi saat ini serta ekspektasi perusahaan, yang mencakup berbagai risiko dan ketidakpastian.

Baca juga: Rukun Raharja (RAJA) Pilih Strategi Akuisisi untuk Masuk ke Bisnis EBT

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi realisasi kinerja antara lain kondisi industri, fluktuasi harga minyak mentah dan gas bumi, kemampuan serta jangka waktu penyelesaian proyek baru, hingga perubahan berbagai faktor eksternal lainnya.

Tag:  #raja #catat #laba #5945 #miliar #ditopang #bisnis #akuisisi

KOMENTAR