Tak Peduli Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka
Ilustrasi bendera Taiwan.(THINKSTOCKPHOTOS)
13:24
16 Mei 2026

Tak Peduli Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka

- Taiwan pada Sabtu (16/4/2026) menegaskan statusnya sebagai negara "merdeka".

Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara formal.

Diketahui, Trump mengakhiri kunjungan kenegaraan ke Beijing pada Jumat (15/5/2026), dengan Presiden China Xi Jinping mendesaknya untuk tidak mendukung Taiwan.

Baca juga: Selesai Kunjungi China, Donald Trump Peringatkan Taiwan Jangan Merdeka

"Taiwan adalah negara demokrasi yang berdaulat dan merdeka, dan tidak tunduk kepada Republik Rakyat Tiongkok", kata Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Sabtu.

Kementerian tersebut juga menegaskan, penjualan senjata AS merupakan bagian dari komitmen keamanan Washington terhadap Taiwan, setelah Trump mengisyaratkan bahwa ia sedang mempertimbangkan masalah tersebut.

"Persenjataan tersebut "bukan hanya komitmen keamanan AS kepada Taiwan yang secara jelas tercantum dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan, tetapi juga bentuk pencegahan bersama terhadap ancaman regional," tegas kementerian.

Baca juga: Trump Pulang dari Beijing, China Langsung Pesan 200 Pesawat Boeing

Peringatan Trump untuk Taiwan

Taiwan sendiri sangat bergantung pada dukungan keamanan AS demi mencegah China mencaplok pulau itu secara paksa.

Sebelumnya, Trump mengeluarkan peringatan kepada Taiwan agar tidak membuat deklarasi kemerdekaan.

"Saya tidak ingin ada yang menjadi independen. Anda tahu, kita seharusnya menempuh perjalanan 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu," ujar Trump kepada "Special Report with Bret Baier" di Fox News.

AS hanya mengakui Beijing dan tidak mendukung kemerdekaan formal Taiwan.

Meski demikian, AS secara historis tidak pernah secara eksplisit menyatakan menentang kemerdekaan.

Berdasarkan hukum AS, mereka diwajibkan menyediakan senjata kepada Taiwan untuk pertahanannya, tetapi masih belum jelas apakah pasukan AS akan datang membantu.

Baca juga: Mewah tapi Minim Hasil, Ini Poin Penting Kunjungan Dua Hari Trump ke China

KTT Trump-Xi Jinping

Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026. 5 Poin Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Apa yang Dibicarakan?AFP/Kenny Holston Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026. 5 Poin Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Apa yang Dibicarakan?

Presiden China, Xi Jinping memulai KTT tersebut dengan peringatan tentang Taiwan kepada Trump.

Menurutnya, kesalahan langkah dalam isu sensitif ini dapat menyebabkan konflik.

Menjelang KTT tersebut, Trump mengaku akan berbicara dengan Xi tentang penjualan senjata AS ke Taiwan, sebuah perubahan dari sikap Washington sebelumnya yang bersikeras tidak akan berkonsultasi dengan Beijing mengenai masalah tersebut.

Baca juga: Delegasi AS Buang Semua Barang dari China Usai Kunjungan Kenegaraan

Parlemen Taiwan baru-baru ini menyetujui rancangan undang-undang pengeluaran pertahanan sebesar 25 miliar dollar AS yang akan digunakan untuk membeli senjata buatan AS. 

"Saya akan membuat keputusan dalam waktu yang cukup singkat ke depan," jelas Trump.

China telah bersumpah untuk merebut pulau itu dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan, meningkatkan tekanan militer dalam beberapa tahun terakhir.

Tag:  #peduli #peringatan #trump #taiwan #tegaskan #negaranya #merdeka

KOMENTAR