Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Daftar produk obat sirop Pharos yang terverifikasi aman oleh BPOM. (Dok. Pharos)
17:36
1 April 2026

Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025

PT Phapros Tbk (PEHA) mencatat perbaikan kinerja pada 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp 27,44 miliar, berbalik dari rugi Rp 290,63 miliar pada 2024.

Laba tersebut naik 109 persen secara tahunan. Angka ini juga melampaui capaian 2023 yang mencatat laba Rp 6,01 miliar.

Kinerja didorong pertumbuhan penjualan dan efisiensi biaya. Penjualan mencapai Rp 940,88 miliar, naik 26,34 persen.

Baca juga: PT Pharos Indonesia: Hasil Uji 2 Lab Independen Nyatakan Praxion Tak Tercemar EG dan DEG

Seluruh segmen tumbuh. Obat bebas tanpa resep dokter atau over the counter (OTC) naik 43,20 persen. Obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95 persen. Segmen ethical melonjak 54,94 persen.

Efisiensi terlihat pada beban pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS). Nilainya turun 5,41 persen menjadi Rp 448,37 miliar dari Rp 474,03 miliar pada 2024.

Beban usaha juga ditekan. Nilainya turun 14,64 persen menjadi Rp 406,43 miliar dari Rp 476,12 miliar pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini mendorong lonjakan laba bersih.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Phapros Ida Rahmi Kurniasih menyebut capaian ini hasil strategi yang dijalankan sejak awal 2025. Fokus diarahkan pada transformasi bisnis, pemasaran, dan penataan portofolio produk.

"Spirit bangkit satukan tujuan membuahkan hasil positif. Pencapaian ini merupakan hasil dari lima strategi perbaikan kinerja yang secara konsisten dijalankan oleh perusahaan,” ujar Ida dalam keterangan pers, Rabu (1/4/2026).

“Perbaikan fundamental bisnis telah mendorong pertumbuhan penjualan semua segmen sehingga berhasil mengembalikan profitabilitas perusahaan yang berkelanjutan. Kami optimistis kinerja keuangan tahun 2025 menjadi pijakan yang bagus untuk memperkuat kinerja keuangan dan profitabilitas yang berkelanjutan ke depannya,” lanjut dia.

Baca juga: PT Pharos Indonesia Tarik Produk Obat Praxion yang Dikonsumsi Korban Gagal Ginjal Akut

Ida menjelaskan, perbaikan didorong disiplin perencanaan penjualan dan operasi, peningkatan kapasitas tim pemasaran, serta penataan distribusi. Strategi portofolio produk dan efisiensi biaya ikut memperkuat hasil.

Efisiensi produksi tercermin pada rasio COGS terhadap penjualan. Angka ini turun menjadi 47,65 persen dari 63,65 persen pada 2024. Penurunan ini menunjukkan proses produksi lebih efisien dan margin laba kotor meningkat.

Biaya pemasaran dan distribusi juga turun 27,8 persen. Langkah ini memperbaiki struktur biaya secara keseluruhan.

Dari sisi neraca, liabilitas turun menjadi Rp 959,70 miliar atau turun 7,45 persen. Ekuitas naik menjadi Rp 427,47 miliar dari Rp 393,12 miliar.

Kenaikan ekuitas menunjukkan nilai perusahaan meningkat bagi pemegang saham. Arus kas juga membaik. Arus kas operasi tercatat positif Rp 123,757 miliar.

Saldo kas per akhir 2025 mencapai Rp 120,98 miliar. Angka ini naik 31,49 persen dari Rp 92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag:  #berbalik #dari #rugi #untung #laba #bersih #phapros #peha #melonjak #persen #2025

KOMENTAR