Harga Emas Dunia Kembali Naik Ditopang Pelemahan Dollar AS
- Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan Rabu (1/4/2026) waktu setempat atau Kamis (2/4/2026) pagi WIB, didukung pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) dan harapan meredanya konflik di Timur Tengah.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 2,5 persen menjadi 4.784,22 dollar AS per ons, level tertinggi sejak 19 Maret 2026.
Sementara kontrak emas berjangka AS menguat 2,9 persen ke level 4.813,10 dollar AS per ons.
Penguatan harga emas terjadi setelah dollar AS melemah selama dua hari berturut-turut.
Baca juga: Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 2 April 2026, Buyback Naik
Kondisi ini membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam kuning tersebut.
Analis strategi pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn, mengatakan perhatian pasar kini sedang tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya Iran dan Selat Hormuz.
"Harga emas bisa kembali menembus 5.000 dollar AS per ons jika kita berada di jalur menuju deeskalasi (konflik di Timur Tengah), karena ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa kembali muncul," ujar analis strategi pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump, melalui unggahan di media sosial Truth Social, menyatakan Iran telah meminta gencatan senjata.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang menyebut klaim itu tidak benar dan tidak berdasar.
Sementara itu, laporan Axios menyebutkan bahwa pembicaraan terkait gencatan senjata tengah berlangsung, dan Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kepada publik pada Kamis ini.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai potensi berakhirnya konflik dapat menjadi pisau bermata dua bagi harga emas, melemahkan atau menguatkan.
"Di satu sisi, perdamaian yang bertahan lama akan menghilangkan permintaan safe haven yang menopang harga emas selama konflik," ujarnya.
Namun di sisi lain, ia menambahkan, penurunan harga minyak dan meredanya inflasi dapat kembali mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS pada 2026, yang berpotensi mendukung harga emas.
Sepanjang Maret 2026, harga emas tercatat turun lebih dari 11 persen akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat pasar mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga.
Secara umum, emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan inflasi.
Namun, suku bunga yang tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Adapun logam mulia lainnya turut menguat, dengan harga perak naik 1,2 persen menjadi 76,03 dollar AS per ons, platinum menguat 1,6 persen ke 1.979,30 dollar AS per ons, dan paladium naik 1,3 persen menjadi 1.495,95 dollar AS per ons.
Baca juga: Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 3 Persen
Tag: #harga #emas #dunia #kembali #naik #ditopang #pelemahan #dollar