Saya Menjajal Friendster di iPhone, Ini Bedanya dari Medsos Lain
Tampilan antarmuka Friendster.(Friendster Labs Inc.)
12:45
27 April 2026

Saya Menjajal Friendster di iPhone, Ini Bedanya dari Medsos Lain

– Nama Friendster kembali muncul, kali ini dalam bentuk aplikasi iPhone. Rasa penasaran membuat saya langsung menjajal aplikasi yang dikembangkan Friendster Labs Inc. ini, untuk melihat seperti apa “kebangkitan” jejaring sosial lawas tersebut.

Saat pertama kali membuka aplikasi, tampilan antarmukanya terasa sangat sederhana. Tidak ada elemen visual yang ramai seperti timeline algoritmik di media sosial modern.

Beranda (feed) hanya menampilkan unggahan dari orang-orang yang sudah menjadi teman, tanpa rekomendasi akun lain atau konten viral. Konsep ini membuat tampilan terasa lebih “bersih” dan fokus.

Baca juga: Aplikasi Friendster Rilis di iPhone, Tambah Teman Harus Tempelkan HP

Di bagian bawah layar, terdapat beberapa menu utama yang menjadi pusat navigasi, seperti feed, pesan (chat), serta notifikasi. Tidak ada menu eksplorasi atau pencarian pengguna secara bebas, menegaskan pendekatan yang lebih tertutup.

Friendster juga tidak menampilkan jumlah pengikut (followers) atau sistem rekomendasi teman, sehingga pengalaman pengguna terasa berbeda dibanding platform seperti Instagram atau X.

Aplikasi Friendster di App Store.App Store. Aplikasi Friendster di App Store.

Harus tempelkan HP untuk tambah teman

Pengalaman paling unik muncul saat mencoba menambahkan teman. Tidak ada fitur pencarian username atau nomor telepon.

Sebagai gantinya, pengguna harus menempelkan dua perangkat iPhone secara langsung untuk saling terhubung.

Mekanisme ini memanfaatkan koneksi jarak dekat (seperti NFC), sehingga hanya orang yang benar-benar berada di lokasi yang sama yang bisa ditambahkan sebagai teman.

Pendekatan ini sekaligus menjadi pembeda utama, karena membatasi jaringan pertemanan hanya pada interaksi di dunia nyata.

Baca juga: Sejarah Friendster, Media Sosial Sepuh yang Kabarnya Mau “Come Back”

Dalam penggunaan singkat, fitur yang tersedia masih tergolong dasar. Pengguna dapat membuat unggahan yang muncul di feed khusus teman, serta berinteraksi melalui pesan pribadi (1:1) maupun grup.

Selain itu, terdapat notifikasi untuk aktivitas seperti pesan masuk atau interaksi lain dari teman. Tidak ada iklan maupun manipulasi feed berbasis algoritma, sehingga urutan konten cenderung kronologis.

Ilustrasi Friendster.Friendster.com Ilustrasi Friendster.

Friendster juga menekankan bahwa jejaring ini dibangun untuk koneksi “teman nyata”, bukan sekadar relasi digital atau follower graph seperti media sosial pada umumnya. 

Pendekatan personal

Dalam penggunaan awal, aplikasi ini memang belum menawarkan fitur selengkap platform media sosial populer. Namun, pendekatan yang diambil terasa cukup berbeda.

Baca juga: Menjajal Friendster Baru, Bisa Ketemu Teman FS Lama?

Friendster seolah ingin mengembalikan konsep jejaring sosial ke interaksi yang lebih personal, terbatas pada orang yang benar-benar dikenal, tanpa distraksi algoritma, iklan, atau konten dari orang asing.

Di situs resminya, Friendster Labs Inc. juga menegaskan bahwa layanan ini tidak terafiliasi dengan Friendster.com yang populer pada awal 2000-an.

Masih terlalu dini untuk menilai apakah konsep ini akan diterima luas. Namun, kemunculan Friendster versi baru ini setidaknya menawarkan pendekatan berbeda di tengah dominasi media sosial yang serba terbuka dan berbasis algoritma.

Tag:  #saya #menjajal #friendster #iphone #bedanya #dari #medsos #lain

KOMENTAR